Perbandingan Kejadian Medication Error Fase Prescribing dan Transcribing pada Pasien Rawat Inap dan Pasien Rawat Jalan di RSD Tidore Kepulauan
DOI:
https://doi.org/10.30872/Kata Kunci:
medication error, prescribing, transcribing, rawat inap, rawat jalanAbstrak
Medication error merupakan salah satu indikator mutu pelayanan kefarmasian yang berpotensi memengaruhi keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan proporsi medication error fase prescribing dan transcribing antara pasien rawat inap dan rawat jalan di Instalasi Farmasi RSD Kota Tidore Kepulauan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik komparatif. Analisis mencakup 1.200 resep rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi dan 2.574 resep rawat jalan dari penelitian Sibadu et al. (2026) pada periode yang sama. Perbedaan proporsi dianalisis menggunakan uji Chi-Square serta dilengkapi odds ratio (OR) dan interval kepercayaan 95%. Prescribing error lebih tinggi pada rawat inap (31,5%) dibandingkan rawat jalan (7,8%) (OR=5,46; IK95% 4,52–6,59; p<0,001). Sebaliknya, transcribing error lebih tinggi pada rawat jalan (15,5%) dibandingkan rawat inap (0,5%), dengan odds transcribing error pada rawat jalan 36,61 kali dibandingkan rawat inap (IK95% 16,30–82,24; p<0,001). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pola medication error berdasarkan jenis pelayanan tanpa menunjukkan hubungan sebab-akibat. Strategi pencegahan perlu disesuaikan dengan pola kesalahan pada masing-masing pelayanan.
Referensi
[1] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit. Jakarta, Indonesia: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020.
[2] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Jakarta, Indonesia: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2016.
[3] S. Rezeki, E. Girsang, C. N. Ginting, and A. N. Nasution, “Penerapan manajemen pasien safety dalam rangka peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit,” Journal of Telenursing (JOTING), vol. 4, no. 2, pp. 1021–1028, 2022.
[4] D. N. Siahaan, R. Roiman, N. Silalahi, and M. Gunawan, “Analisis penyebab medication error pada fase prescribing di Poliklinik Penyakit Dalam RSUP H. Adam Malik,” Journal of Pharmaceutical and Sciences (JPS), vol. 2, no. 1, pp. 57–65, 2019.
[5] A. N. Maulidah, E. D. Permatasari, T. Al Fanani, C. F. Handriyanto, and Y. Khiyaroh, “Literature review: Analisis insiden keselamatan pasien dalam pemberian obat terhadap terjadinya medication error di rumah sakit dengan prinsip 7 benar,” Journal of Industrial Safety and Health, vol. 1, no. 2, pp. 23–30, 2024.
[6] I. P. H. Dharma and N. P. Wintariani, “Gambaran medication error di farmasi rawat inap di Rumah Sakit Bali Med,” Bali International Scientific Forum, vol. 5, no. 2, pp. 64–73, 2024.
[7] R. Z. Oktarlina and Z. Wafiyatunisa, “Kejadian medication error pada fase prescribing di poliklinik pasien rawat jalan RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi,” JK Unila (Jurnal Kedokteran Universitas Lampung), vol. 1, no. 3, pp. 540–545, 2017.
[8] L. Gloria, Yuwono, and Ngudiantoro, “Analisis faktor yang mempengaruhi medication error pada pasien kemoterapi di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang,” Majalah Kedokteran Sriwijaya, vol. 49, no. 4, pp. 178–184, 2017.
[9] R. Amalia, Y. Syafitri, A. Wahyudi, and Alhidayati, “Analisis medication error dalam pemberian obat pasien rawat inap di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Pekanbaru,” Jurnal Olahraga dan Kesehatan (ORKES), vol. 3, no. 1, pp. 26–35, 2024.
[10] I. Hardani, A. A. P. Setiadi, Y. I. Wibowo, and E. Susanti, “Analisis potensi terjadinya medication error pada resep pasien rawat jalan di Rumah Sakit ‘X’ Kabupaten Malang,” MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan, vol. 13, no. 1, pp. 18–31, 2024.
[11] M. S. A. Sibadu, N. A. Bahrudin, M. Z. A. Disi, M. D. Fajri, and L. Armaijn, “Profile of medication error incidents in the prescribing and transcribing phases of outpatients at the Pharmacy Installation of Tidore Islands City,” Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako), vol. 12, no. 1, pp. 104–111, 2026.
[12] Nuryadi, T. D. Astuti, E. S. Utami, and Budiantara, Dasar-Dasar Statistik Penelitian. Sibuku Media, 2017.
[13] A. D. Djajanti, Rusmin, and D. Yunita, “Skrining kelengkapan resep BPJS di Apotek Sana Farma Kota Makassar,” Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar, vol. 6, no. 1, pp. 1–8, 2022.
[14] M. K. A. Jaya and D. G. W. Nuryatama, “Figure of potential medication error in medicine prescription for outpatient services of ‘X’ Hospital in Bali,” Journal of Pharmaceutical Science and Application, vol. 4, no. 2, pp. 51–57, 2022.
[15] S. Khairani, F. Nurhayati, M. Kurnia, R. Manninda, and L. Ariani, “Evaluation of medication errors in transcribing and dispensing processes of outpatient e-prescriptions at Persahabatan General Hospital,” Sciences of Pharmacy, vol. 4, no. 2, pp. 66–71, 2025.
[16] M. Pranata, I. Faisal, and T. Kurniati, “Analisis medication error pola peresepan rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa Kota Semarang,” Medical Sains: Jurnal Ilmiah Kefarmasian, vol. 7, no. 3, pp. 459–466, 2022.
[17] E. A. L. Putri, A. Sukohar, and E. Damayanti, “Medication error pada tahap prescribing, transcribing, dispensing dan administration,” Medula, vol. 13, no. 4, pp. 457–462, 2023.
[18] W. Handayani, “Faktor penyebab medication error di RSU Anutapura Kota Palu,” Jurnal Pengembangan Sumber Daya Insani, vol. 2, no. 2, pp. 224–229, 2017.
[19] A. Junaidi, U. Kholifah, and Y. Newa, “Analisis medication error pada peresepan manual dan peresepan elektronik fase prescribing di Klinik Citra Rawat Inap,” Jurnal Sosial dan Sains (SOSAINS), vol. 4, no. 4, pp. 1073–1080, 2025.
[20] P. D. S. Adhiningsih, T. Aspiranti, N. Kesumah, and M. Muhardi, “Analisis penyebab medication error pada pasien rawat inap (studi kasus di RS TMC-Kota Tasikmalaya),” JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan), vol. 7, no. 1, pp. 613–619, 2024.
[21] I. W. M. Jaya, N. M. Maharianingsih, G. P. Reganata, and I. G. A. R. Widowati, “Perbandingan potensi medication error pada rawat inap dan rawat jalan di Rumah Sakit Umum Ganesha Gianyar,” Jurnal Ilmu Kefarmasian, vol. 5, no. 1, pp. 37–44, 2024.
[22] L. Hikmah and Y. E. Lestari, “Gambaran medication error di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung,” Journal of Golden Generation Health, vol. 2, no. 1, pp. 335–344, 2026.
[23] Y. Susanti, G. Al Qarana, E. Suherman, S. Aisyah, and D. Iswandani, “Identifikasi medication error pada peresepan manual dan e-resep fase prescribing di ruang intensive care unit (ICU) RSPAD Gatot Soebroto periode Oktober–Desember 2024,” Jurnal Farmasi IKIFA, vol. 5, no. 1, pp. 121–132, 2026.
[24] M. Al Dianty, B. Suhartawan, Daawia, H. Mohzana, A. Suprapto, N. P. Agustini, P. Erlyn, F. C. H. Buan, I. K. A. Mataram, and Achmad, Statistika Dasar. Batam, Indonesia: Yayasan Cendikia Mulia Mandiri, 2024.
[25] S. N. Fitria and I. Dhamanti, “Analisis faktor penyebab medication error pada unit rawat jalan di rumah sakit: Literature review,” Jurnal Kesehatan Tambusai, vol. 5, no. 4, pp. 11244–11253, 2024.
[26] Firdayanti and A. Rumi, “Identifikasi medication error pada resep pasien pediatri di Palu Indonesia,” As-Syifaa Jurnal Farmasi, vol. 12, no. 2, pp. 107–116, 2020.
[27] S. Benawan, G. Citraningtyas, and W. I. Wiyono, “Faktor penyebab medication error pada pelayanan kefarmasian rawat inap bangsal anak RSUD Tobelo,” PHARMACON, vol. 8, no. 1, pp. 159–167, 2019.
[28] S. Fatimah, N. N. Rochmah, and Y. Pertiwi, “Analisis kejadian medication error resep pasien rawat jalan di Rumah Sakit X Cilacap,” Jurnal Ilmiah Jophus: Journal of Pharmacy UMUS, vol. 2, no. 2, pp. 71–78, 2021.
[29] R. Payne, S. Slight, B. D. Franklin, and A. Avery, Medication Errors. World Health Organization, 2016.
[30] I. Lisni, N. E. Gumilang, and E. Kusumahati, “Potensi medication error pada resep di salah satu apotek di Kota Kadipaten,” Jurnal Sains dan Kesehatan (JSK), vol. 3, no. 4, pp. 558–568, 2021.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Sains dan Kesehatan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


