Analisis Pengaruh Frekuensi Penyemprotan dan Masa Kerja terhadap Kadar Asetilkolinesterase pada Petani Jagung Pengguna Pestisida

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.30872/

Kata Kunci:

pestisida, frekuensi penyemprotan, masa kerja, kadar asetilkolinesterase

Abstrak

Pestisida adalah bahan kimia berbahaya yang digunakan guna menanggulangi hama yang mengancam manusia serta berperan dalam mendukung produktivitas pertanian dan perkebunan serta membasmi vektor penyebar penyakit. Dengan bertambahnya penggunaan pestisida, risiko paparan bagi petani akan semakin tinggi dan dapat berdampak pada fungsi sistem saraf dengan menghambat kerja enzim kolinesterase, sehingga kadar asetilkolinesterase  akan menurun. Asetilkolinesterase adalah enzim yang berperan dalam hidrolisis neurotransmiter asetilkolin menjadi kolin dan asam asetat. Tujuan penelitian yaitu menganalisis pengaruh frekuensi penyemprotan dan masa kerja terhadap kadar asetilkolinesterase pada petani jagung pengguna pestisida. Penelitian ini menggunakan metode Fotometrik dengan jenis penelitian observasi laboratorik dan teknik pengambilan sampel secara purpossive sampling. Analisis pengaruh dilakukan menggunakan metode chi-square. Dari 20 sampel petani diperoleh 18 sampel memiliki kadar asetilkolinesterase normal dengan kisaran kadar sebesar 5.523 – 11.151 U/L dan 2 sampel yang meningkat yaitu 13.572 – 14.453 U/L dibandingkan dengan nilai normal kadar asetilkolinesterase pada laki-laki = 4.620-11.500 U/L dan perempuan 3.930 – 10.800 U/L. Hasil uji pengaruh frekuensi penyemprotan dan masa kerja terhadap kadar asetilkolinesterase diperoleh p value = 0,456 dan p value = 0,329. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara frekuensi penyemprotan dan masa kerja terhadap kadar asetilkolinesterase pada petani jagung pengguna pestisida.

Biografi Penulis

  • Muawanah Muawanah, Politeknik Muhammadiyah Makassar

    Department of Medical Laboratory Technology, Muhammadiyah Polytechnic of Makassar, Indonesia

  • Nurul Azhima, Politeknik Muhammadiyah Makassar

    Department of Medical Laboratory Technology, Muhammadiyah Polytechnic of Makassar, Indonesia

  • Muh. Aswar, Politeknik Muhammadiyah Makassar

    Department of Medical Laboratory Technology, Muhammadiyah Polytechnic of Makassar, Indonesia

  • Muh. Rifo Rianto, Politeknik Muhammadiyah Makassar

    Department of Medical Laboratory Technology, Muhammadiyah Polytechnic of Makassar, Indonesia

  • Sabaniah Indjar Gama, Universitas Mulawarman

    Department of Pharmacy, Mulawarman University, Samarinda, Indonesia

Referensi

[1] S. Chandra, A. N. Mahindrakar, and L. P. Shinde, “Determination of pesticides residues in vegetables by gas chromatography-mass spectrometry,” [nama jurnal belum terverifikasi], vol. 12, no. 12, pp. 467–472, 2013.

[2] B. Rosita and D. P. Mayaserly, “Hubungan kadar enzim cholinesterase dengan hipertensi pada petani cabe di Kabupaten Tanah Datar,” Menara Ilmu: J. Penelitian dan Kajian Ilmiah, vol. 17, no. 2, pp. 163–172, Jan. 2023, doi: 10.31869/mi.v17i2.4113.

[3] D. Y. Saputra, Purwati, and T. Harningsih, “Penentuan kadar enzim kolinesterase pada petani pengguna pestisida organofosfat berdasarkan frekuensi penyemprotan,” J. Farmasi (J. Pharmacy), vol. 9, no. 2, pp. 21–25, 2020, doi: 10.37013/jf.v9i2.106.

[4] M. R. Syamsir, N. Syam, and A. G. Djafrie, “Hubungan paparan pestisida organofosfat dengan kadar hemoglobin petani penyemprot pestisida,” HIGIENE: J. Kesehatan Lingkungan, vol. 9, no. 3, pp. 122–128, Dec. 2023.

[5] P. Yushananta, I. Sariyanto, Y. Anggraini, M. Ahyanti, E. Sujito, and B. Murwanto, “Pencegahan keracunan pestisida pada ibu hamil di daerah pertanian hortikultura,” J. Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju, vol. 2, no. 1, pp. 10–17, 2021, doi: 10.33221/jpmim.v2i01.1003.

[6] D. P. Mayaserli, B. Rosita, and E. Remadhani, “Pengaruh waktu paparan pestisida organofosfat terhadap kadar kolinesterase dalam darah dengan metode komperator,” J. Kesehatan Perintis, vol. 9, no. 1, pp. 31–38, 2022.

[7] J. Li et al., “Acetylcholinesterase inhibitory activity of sesquiterpenoids isolated from Laggera pterodonta,” Front. Plant Sci., vol. 14, Art. no. 1074184, Feb. 2023, doi: 10.3389/fpls.2023.1074184.

[8] Muawanah and N. Q. Rasyid, “Analisis kualitatif residu pestisida pada bahan pangan dengan menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT),” Lontara J. Health Sci. Technol., vol. 2, no. 2, pp. 113–120, 2021, doi: 10.53861/lontarariset.v2i2.222.

[9] A. Marcherya, “Acetylcholinesterase and butyrylcholinesterase as markers of pesticide,” [nama jurnal belum terverifikasi], vol. 7, pp. 19–22, 2020.

[10] M. C. Nuria, E. Y. Sukandar, A. G. Suganda, and M. Insanu, “Aktivitas inhibisi asetilkolinesterase empat jenis sayuran secara in vitro,” J. Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik, vol. 16, no. 1, pp. 43–50, 2019, doi: 10.31942/jiffk.v16i01.2928.

[11] K. Berlian, J. Farizal, and Susiwati, “Gambaran kadar enzim cholinesterase pada wanita usia subur (WUS) yang aktif membantu aktivitas pertanian di Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma tahun 2017,” [nama jurnal belum terverifikasi], vol. 5, no. 1, pp. 22–26, 2017.

[12] J. A. Kapeleka, E. Sauli, O. Sadik, and P. A. Ndakidemi, “Biomonitoring of acetylcholinesterase (AChE) activity among smallholder horticultural farmers occupationally exposed to mixtures of pesticides in Tanzania,” J. Environ. Public Health, vol. 2019, Art. no. 3084501, 2019, doi: 10.1155/2019/3084501.

[13] Himayati and I. T. Susilowati, “Hubungan masa kerja dan paparan pestisida terhadap kadar cholinesterase petugas penyemprot di perkebunan kelapa sawit,” J. Kesehatan, vol. 14, no. 2, pp. 235–240, Aug. 2023, doi: 10.26630/jk.v14i2.3247.

[14] D. Evitasari and S. Martuti, “Hubungan masa kerja terhadap kadar enzim cholinesterase dalam darah petani padi pengguna pestisida di Kelurahan Tirtorahayu Kabupaten Kulon Progo,” J. Kesehatan Tambusai, vol. 5, pp. 13048–13058, 2024.

[15] Z. Armah, Z. A. Hasan, Widarti, and A. K. Misbahuddin, “Hubungan kadar cholinesterase terhadap kadar hemoglobin pada petani terpapar pestisida di Kabupaten Takalar,” J. Media Analis Kesehatan, 2024.

[16] F. L. Dwiyanti, Y. H. Darundiati, and N. A. Y. Dewanti, “Hubungan masa kerja, lama kerja, lama penyemprotan dan frekuensi penyemprotan terhadap kadar kolinesterase dalam darah pada petani di Desa Sumberejo Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang,” J. Kesehatan Masyarakat (Undip), vol. 6, no. 6, pp. 128–134, Oct. 2018, doi: 10.14710/jkm.v6i6.22167.

[17] Muawanah, A. Fatmawati, N. Q. Rasyid, and D. Pramudya, “Profil kadar asetil kolinesterase pada petani pengguna pestisida di Kabupaten Jeneponto,” Medika Trada: J. Teknik Elektromedik Polbitrada, vol. 6, no. 1, pp. 49–54, 2025.

[18] H. Rismayanti, N. Syam, and M. Ikhtiar, “Pengaruh penggunaan pestisida terhadap kadar cholinesterase dan kadar hemoglobin pada petani sawah di Kelurahan Pammanu,” Window Public Health J., vol. 6, no. 2, pp. 305–315, 2025, doi: 10.33096/woph.v6i2.821.

[19] G. N. Fajriani, F. R. Fadhilla, and R. R. Hutagaol, “Hubungan intensitas penyemprotan pestisida dengan kadar kolinesterase dalam darah petani di Desa Pasirhalang Kabupaten Bandung Barat,” Meditory: J. Med. Lab., vol. 7, no. 2, pp. 66–76, Dec. 2019.

[20] R. A. and R. K., “Effect of combination pesticide on acetylcholinesterase activity in freshwater fish Danio rerio,” Int. J. Pharma Bio Sci., vol. 6, no. 1, pp. 1305–1310, 2015.

[21] M. Ikhtiar and R. Hasrun, “Pengaruh lama kerja dan masa kerja terhadap kadar cholinesterase pada petani,” Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, vol. 14, pp. 1233–1238, 2024.

Diterbitkan

2026-09-30

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

[1]
M. Muawanah, Nurul Azhima, Muh. Aswar, Muh. Rifo Rianto, dan Sabaniah Indjar Gama, “Analisis Pengaruh Frekuensi Penyemprotan dan Masa Kerja terhadap Kadar Asetilkolinesterase pada Petani Jagung Pengguna Pestisida”, J. Sains. Kes, vol. 7, no. 3, hlm. 44–51, Sep 2026, doi: 10.30872/.

Artikel Serupa

1-10 dari 204

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.