Analisis Biaya Operasi Teknik Off-pump CABG dibandingkan On-pump CABG Pasien BPJS Penyakit Jantung Koroner dengan Fungsi Jantung Buruk di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita

Authors

  • Aris Aris Program Magister Ilmu Kefarmasian, Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila, Jakarta, Indonesia Author
  • Yusi Anggriani Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila, Jakarta, Indonesia Author
  • Hanafy Dudy Arman Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta, Indonesia Author
  • Yacob Ruru Program Studi Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Cenderawasih, Jayapura, Indonesia Author

Keywords:

CHD, Off-pump CABG, On-pump CABG, Ina-CBGs, BPJS, Pre-operatif, Peri-operatif, Post-operatif, Analisa biaya

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) ialah penyakit jantung yang terutama disebabkan karena penyempitan arteri koroner akibat proses aterosklerosis atau spasme atau kombinasi keduanya. Pada pasien PJK yang lanjut terapi operasi bedah pintas arteri koroner, dapat dilakukan secara Off-pump CABG atau On-pump CABG, dengan fungsi jantung buruk dengan LEF < 30 %, mempunyai resiko dan komplikasi yang lebih tinggi yang berakibat pada meningkatnya biaya. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk analisis biaya operasi teknik Off-pump CABG dibandingkan On-pump CABG pasien BPJS penyakit jantung koroner dengan fungsi jantung buruk di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita pada periode Januari – Desember 2015. Pemilihan sampel pasien dilakukan di Instalasi Rekam Medik dengan diagnose PJK yang akan menjalani operasi bedah pintas arteri koroner baik Off-pump CABG, maupun On-pump CABG. Penelusuran data dilakukan untuk biaya Pre-operatif, biaya Peri-operatif dan biaya Post-operatif. Rancangan penelitian yang dilakukan secara prospektif. Analisis data dilakukan secara deskriptif analitik dengan uji Kormogorov, uji Mann Whitney, dan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian dari total pasien sebanyak 70 orang masing-masing 35 pasien, yang menjalani Off-pump CABG maupun On-pump CABG. Rata-rata biaya operasi teknik Off-pump CABG sebesar Rp. 85,812,864. Rata-rata biaya operasi teknik On-pump CABG sebesar Rp.105,480,363. Selisih biaya operasi pada kedua teknik tersebut sebesar Rp.19,667,499. Uji beda rerata Mann Whitney dengan p-value=0,006, maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan bermakna antara dua kelompok. Perbandingan Pada tarif Ina-CBGS untuk operasi teknik Off-pump CABG rata-rata sebesar Rp.141,747,683, selisih sebesar Rp. 55,934,819. Pada tarif Ina-CBGS untuk operasi teknik On-pump CABG rata-rata sebesar Rp.138,782,251, selisih sebesar Rp.33,301,888. Uji beda rerata yang dipakai adalah Kruskal Wallis dengan p-value=0,000, maka ada perbedaan bermakna antar kelompok. Biaya operasi teknik Off-pump CABG lebih rendah dibandingkan operasi teknik On-pump CABG. Biaya operasi teknik Off-pump CABG dan On-pump CABG lebih rendah dari tarif Ina-CBGs.

References

[1] Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik. 2006. Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departement Kesehatan. Pharmaceutical Care Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner, Jakarta; h 1.

[2] Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2010. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar Indonesia (Riskesdas); h 90.

[3] Suddart M, Brunner F. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Jakarta; EGC; h 350-53.

[4] Rumah Sakit Jantung Harapan Kita. 2012. Rekam Medik Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta.

[5] Keputusan Menteri Kesehatan No 1102/Menkes/SK/IX/2007 Tentang Penetapan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita sebagai Pusat Jantung Nasional; 2007 ; h 1-7.

[6] Gani A. 1996. Analsis Biaya Rumah Sakit, Makalah Seri Manajemen Keuangan Pelayanan Kesehatan.

[7] Arman D, 2012. Analisis Biaya Off-Pump CABG dan On-Pump CABG Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Tesis.

Published

2024-11-14

How to Cite

Analisis Biaya Operasi Teknik Off-pump CABG dibandingkan On-pump CABG Pasien BPJS Penyakit Jantung Koroner dengan Fungsi Jantung Buruk di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita. (2024). Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(2), 128-141. https://jsk.ff.unmul.ac.id/index.php/JSK/article/view/180