Tes Takayama sebagai Sarana Identifikasi Sampel Darah Terpapar Media Dekomposisi Tanah

Takayama Test as a Means of Identification of Blood Samples Exposed to Soil Decomposition Media

Authors

  • Oktavia Sari Brawijaya University Author
  • Eriko Prawestiningtyas Departemen Forensik RSUD Dr. Saiful Anwar Malang Author

Keywords:

Identifikasi Bercak Darah, Tes Takayama, Kristal Hemokromogen, Media Dekomposisi

Abstract

Dalam kasus kriminalitas, bercak darah menjadi salah satu penanda suatu tindak kejahatan. Bercak yang ditinggalkan pada suatu objek sekecil apapun dapat dijadikan sebagai barang bukti, entah berasal dari manusia atau bukan. Pelaku kejahatan sering berusaha menghilangkan jejak perbuatannya dengan menyembunyikan atau membuang barang yang terkena bercak darah dengan harapan menyulitkan proses penyidikan. Penelitian ini mengacu pada penggunaan Tes Takayama dalam menentukan asal bercak darah. Tes ini merupakan salah satu sarana untuk menguji apakah bercak yang ditemukan benar darah atau bukan, dan mengkonfirmasi apakah darah berasal dari manusia atau bukan. Berdasarkan banyaknya kasus yang pelakunya melakukan pembuangan barang bukti, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui sejauh mana kegunaan Tes Takayama untuk mengidentifikasi bercak darah pada kain dengan pengaruh media pembusukan tanah.Penelitian menggunakan desain True Experimentaldengan randomisasi dan kelompok kontrol. Analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif. Hasil yang diperoleh dari pengamatan selama 30 hari, Tes Takayama menunjukkan hasil positif dan dapat mengidentifikasi adanya bercak darah pada media pembusukan tanah. Hasil positif dinyatakan dengan adanya kristal hemokromogen yang terbentuk pada bercak darah yang sudah tepapar tanah. Bentukan kristal hitam kecokelatan ditemukan pada bercak yang terpapar media tanah.

References

Piter, 2012. “Indonesia dalam Bingkai Kriminalitas,” Kompasiana. Semarang.

Margaretha, 2012. “Mengapa Orang Melakukan Kejahatan?,” Psikologi Forensik dan Psikopatologi. https://psikologiforensik.com/2012/10/15/mengapa-orang-melakukan-kejahatan/

N. Supriatna, M. Ruhimat, and Kosim, 2013. IPS Terpadu. Jakarta: Grafindo Media Pratama.

Badan Pusat Statistik, “Ringkasan Eksekutif Statistik Kriminal,” 2013. http://www.bps.go.id/hasil_publikasi/stat_kriminal_2013/files/search/searchtext.xml

W. G. Eckert and S. James, 1998. Interpretation of bloodstain evidence at crime scenes. New York: CRC Press.

C. Swanson, N. Chamelin, and L. Territo, 1984. Criminal Investigation, 3rd edition. New York: Newberry Award Record.

D. P. Lyle, 2008. Howdunit Forensics. F+W Media.

S. H. James, P. E. Kish, and T. P. Sutton, 2005. Principles of Bloodstain Pattern Analysis: Theory and Practice. CRC Press.

Anonymous, 2008. “Blood Function and Composition,” Health Engine. 2008. https://healthinfo.healthengine.com.au/blood-function-and-composition.

R. Winchester and H. Wansbrough, 1998. “Blood Detection by Chemical Methods,” in XII Biotech A. New Zealand.

S. Gallik, 2011. “Determination of the Presence of Water Channels in Mammalian Red Blood Cell Plasma Membranes,” Cell Biology OL

Published

2024-11-14

How to Cite

Tes Takayama sebagai Sarana Identifikasi Sampel Darah Terpapar Media Dekomposisi Tanah: Takayama Test as a Means of Identification of Blood Samples Exposed to Soil Decomposition Media. (2024). Jurnal Sains Dan Kesehatan, 4(3), 251-250. https://jsk.ff.unmul.ac.id/index.php/JSK/article/view/530