Analisis Jumlah Monosit Pada Sediaan Apus Darah Penderita Malaria Yang Di Cross – Chek UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Sulawesi Tenggara

Analysis Of The Number Of Monocysts In Blood Smears of Malaria Patients Cross-Checked by the Southeast Sulawesi Health Laboratory Center

Authors

  • Wa Ode Gustiani Purnamasari Universitas Mandala Waluya Author
  • Titi Purnama UNIVERSITAS MANDALA WALUYA Author
  • Asfani Yuhadi UNIVERSITAS MANDALA WALUYA Author
  • Bonni Rubak UNIVERSITAS MANDALA WALUYA Author
  • Muhammad Wira Amridar UNIVERSITAS MANDALA WALUYA Author

DOI:

https://doi.org/10.30872/jsk.v6i3.754

Keywords:

Malaria, lekosit, monosit

Abstract

Malaria merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk mosquito-borne parasitic disease dan menjadi permasalahan global dengan kematian mencapai 1,5-2,7 juta orang per tahun. Pada infeksi malaria sering terjadi perubahan hematologi berupa anemia, trombositopenia, dan leukopenia hingga leukositosis. Parasit malaria berinteraksi dengan sistem kekebalan tubuh bawaan selama siklus hidupnya, dengan monosit dan makrofag memainkan peran utama dalam respon inflamasi spesifik jaringan. Tujuan penelitian untuk mengetahui jumlah monosit yang terdapat pada apusan darah tipis penderita malaria yang telah di-cross check UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Jenis ini penelitian deskriptif untuk menganalisa jumlah monosit pada apusan darah tipis sebanyak 20 sampel yang dicross check UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Sulawesi Tenggara. Hasil penelitian dapat disimpulkan terjadinya monositosis pada sediaan apusan darah penderita malaria dengan perolehan jumlah total monosit adalah 273 sel. Jika dibandingkan dengan nilai normal monosit yaitu 2-8% dari 100% yang berarti 2-8 sel dari 100 hitung sel dan jika ditotal 20 dari jumlah sediaan apusan normal berada pada angka 40-160 sel. Maka jumlah yang diperoleh 1,7 kali lipat lebih banyak dari normalnya. Juga peningkatan lebih dari 5,65 %. Kesimpulan dari keseluruan slide apusan terjadi 100% monositosis pada penderita malaria. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat melihat perbedaan jenis plasmodium terdapat jumlah leukosit.

References

[1] S. Wahyuni, “Polimorfisme Gen Pada Penyakit Malaria,” AVERROUS J. Kedokt. dan Kesehat. Malikussaleh, vol. 2, no. 1, p. 35, 2018, doi: 10.29103/averrous.v2i1.411.

[2] W. Pingkan, J. Kaunang, and V. Samahati, “Epidemiologi Penyakit Menular ‘Malaria Disease,’” no. December, 2022, [Online]. Available: https://www.researchgate.net/publication/366465775

[3] A. Salsabila, C. A. Gunawan, and H. Irawiraman, “Profil Hematologi Pasien Malaria Rawat Inap di RSUD Panglima Sebaya Kabupaten Paser Periode Januari 2015-Maret 2018,” J. Sains dan Kesehat., vol. 3, no. 4, pp. 551–557, 2021, doi: 10.25026/jsk.v3i4.535.

[4] R. R. Roach, “Malaria,” Trop. Pediatr. A Public Heal. Concern Int. Proportions, vol. 4, no. 2, p. 83, 2012.

[5] Y. P. Herlando Sinaga, Ester Rampa, Tika Romadhonni, Jannete Elisabeth Taroreh, “Kadar Hemoglobin , Leukosit Dan Trombosit Penderita Keerom Papua Levels of Hemoglobin , Leukocytes and Platelets of Patients With Tropical Malaria + 3 and + 4 At the Kwaingga Hospital,” pp. 1–8, 2023, [Online]. Available: http://dx.doi.org/10.56710/wiyata.v10i1.565

[6] . R., “Malaria Serebral,” Saintika Med., vol. 7, no. 2, pp. 1–21, 2017, doi: 10.22219/sm.v7i2.4069.

[7] R. Meilani Sayangbati, L. Sincu Gunawan, R. Chitra Puspita, A. Kesehatan, and F. Ilmu Kesehatan, “Perbedaan Jumlah Total Leukosit Dan Jenis Leukosit Pada Penderita Malaria Falciparum Dan Malaria Vivax Di Rsud Kabupaten Manokwari,” pp. 365–374, 2023.

[8] K. M. Xuan, N. A. Bakar, K. M. Fadzli Mustaffa, and M. Azlan, “The role of monocytes in malaria infection,” Cent. Eur. J. Immunol., vol. 48, no. 1, pp. 54–62, 2023, doi: 10.5114/ceji.2023.126650.

[9] D. Inderiati, S. Handayani, D. Syaeptiani, and N. P. Aryadnyani, “Identifikasi Plasmodium vivax Menggunakan Metode Nested Pcr Di Wilayah Endemis Malaria Provinsi Nusa Tenggara Timur,” J. Indones. Med. Lab. Sci., vol. 3, no. 1, pp. 38–50, 2022.

[10] S. Safarianti, M. Muhsin, M. Maryatun, and S. Rezeki, “Mekanisme Endositosis, Degradasi Hemoglobin Dan Detoksifikasi Heme Parasit Malaria,” J. Kedokt. Syiah Kuala, vol. 18, no. 1, pp. 56–60, 2018, doi: 10.24815/jks.v18i1.11214.

[11] H. C. Hoppe, D. A. Van Schalkwyk, U. I. M. Wiehart, S. A. Meredith, J. Egan, and B. W. Weber, “Antimalarial quinolines and artemisinin inhibit endocytosis in Plasmodium falciparum,” Antimicrob. Agents Chemother., vol. 48, no. 7, pp. 2370–2378, 2004, doi: 10.1128/AAC.48.7.2370-2378.2004.

Published

2025-10-28

Issue

Section

Articles

How to Cite

[1]
W. O. G. Purnamasari, Titi Purnama, Asfani Yuhadi, Bonni Rubak, and Muhammad Wira Amridar, “Analisis Jumlah Monosit Pada Sediaan Apus Darah Penderita Malaria Yang Di Cross – Chek UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Sulawesi Tenggara: Analysis Of The Number Of Monocysts In Blood Smears of Malaria Patients Cross-Checked by the Southeast Sulawesi Health Laboratory Center”, J. Sains. Kes, Oct. 2025, doi: 10.30872/jsk.v6i3.754.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.