Review: Perbandingan Beberapa Ekstrak Kulit Buah sebagai Anti-hiperpigmentasi

Authors

  • Kianmaswati Nurdzul Allgisna Universitas Garut Author
  • Siti Hindun Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Alam, Universitas Garut Author
  • Nopi Rantika Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Alam, Universitas Garut Author

Keywords:

Ekstrak kulit buah, Anti – hiperpigmentasi, IC50

Abstract

Hiperpigmentasi adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan kondisi di mana pigmentasi tidak rata di area kulit. Salah satu perawatan yang paling direkomendasikan untuk hiperpigmentasi adalah menggunakan hidrokuinon. Tetapi alternatif lain seperti bahan-bahan alami juga mendapatkan popularitas sebagai alternatif produk pencerah kulit yang baru meninjau studi klinis dengan menentukan perbandingan ekstrak kulit buah yang memiliki kemampuan terbaik untuk menghambat proses melanogenesis. Metode yang digunakan yaitu dengan pencarian data secara sistematis dengan database PubMed, NCBI dan SCOPUS yang dilakukan pada bulan Oktober 2020 yang menggunakan berbagai nama bahan, "IC50" dan "Anti - hiperpigmentasi". Diharapkan terbentuknya tinjauan literatur untuk mengungkapkan ekstrak mana yang memiliki kemampuan terbaik dalam menghambat proses melanogenesis. Ekstrak kulit jeruk, kulit apel, kulit pepaya, kulit pisang, dan terutama kulit delima yang memiliki aktivitas anti-tirosinase yang kuat dan dapat digunakan sebagai agen pemutih kulit.

Published

2024-11-14

How to Cite

Review: Perbandingan Beberapa Ekstrak Kulit Buah sebagai Anti-hiperpigmentasi. (2024). Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(2), 335-342. https://jsk.ff.unmul.ac.id/index.php/JSK/article/view/240

Most read articles by the same author(s)