Hubungan Sosio-Demografi dengan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Kota Tegal tentang COVID-19

Authors

  • Agus Susanto Politeknik Harapan Bersama Author https://orcid.org/0000-0003-1871-483X
  • Ratih Sakti Prastiwi Politeknik Harapan Bersama Author
  • Kristy Suwito Politeknik Harapan Bersama Author
  • Ulfatul Latifah Politeknik Harapan Bersama Author

Keywords:

COVID-19, sosio-demografi, tingkat pengetahuan

Abstract

COVID-19 telah berkembang menjadi pandemi dan grafik penularan penyakit jenis baru ini mengalami pasang surut dari hari ke hari. Lamanya penanganan COVID-19 terkait dengan tingkat kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang COVID-19 dan prosedur pencegahannya. Tingkat kesadaran dan pengetahuan masyarakat ini tidak lepas dari faktor sosio-demografis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah terdapat hubungan antara sosio-demografi dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional, dengan ukuran sampel 313. Subjek penelitian ini adalah masyarakat Kota Tegal dengan usia minimal 18 tahun. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada pada tingkat cukup (71,25%). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara jenis kelamin dan usia dengan tingkat pengetahuan (p value 0,184 & 0,147), sedangkan antara pendidikan dan pekerjaan dengan tingkat pengetahuan (p value 0,000 & 0,009). Tingkat pengetahuan masyarakat masih berada pada tingkat menengah, sehingga diperlukan kegiatan promosi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran tentang COVID-19.

References

[1] Wang, Huihui, Li, Xuemei, Li, Tao, Zhang, Shubing, Wang, Lianzi, Wu, Xian, Liu, Jiaqing, 2020, “The genetic sequence, origin, and diagnosis of SARS-CoV-2,” European Journal of Clinical Microbiology and Infectious Diseases, vol. 39, no. 9. pp. 1629–1635

[2] F. He, Y. Deng, and W. Li, 2020, “Coronavirus disease 2019: What we know?,” Journal of Medical Virology, vol. 92, no. 7. John Wiley and Sons Inc., pp. 719–725,

[3] J. Zhang et al., 2020, “Evolving epidemiology and transmission dynamics of coronavirus disease 2019 outside Hubei province, China: a descriptive and modelling study,” Lancet Infect. Dis., vol. 20, no. 7, pp. 793–802.

[4] WHO, 2021, “WHO Coronavirus (COVID-19) Dashboard.” [Online]. Available: https://covid19.who.int/. [Accessed: 17-May-2021].

[5] S. Jiang, S. Xia, T. Ying, and L. Lu, 2020, “A novel coronavirus (2019-nCoV) causing pneumonia-associated respiratory syndrome,” Cellular and Molecular Immunology, vol. 17, no. 5. Springer Nature, p. 554.

[6] H. Shi et al., 2020. “Radiological findings from 81 patients with COVID-19 pneumonia in Wuhan, China: a descriptive study,” Lancet Infect. Dis., vol. 20, no. 4, pp. 425–434.

[7] H. Chen et al., 2020, “Clinical characteristics and intrauterine vertical transmission potential of COVID-19 infection in nine pregnant women: a retrospective review of medical records,” Lancet, vol. 395, no. 10226, pp. 809–815.

[8] T. G. Ksiazek et al., 2003, , “A Novel Coronavirus Associated with Severe Acute Respiratory Syndrome,” N. Engl. J. Med., vol. 348, no. 20, pp. 1953–1966.

[9] Y. Han and H. Yang, 2020, “The transmission and diagnosis of 2019 novel coronavirus infection disease (COVID-19): A Chinese perspective,” J. Med. Virol., vol. 92, no. 6, pp. 639–644.

[10] K. Kesehatan, “Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus deases (Covid-19),” Kementrian Kesehat., vol. 5, p. 178, 2020.

[11] S. Notoadmodjo, 2014. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

[12] S. Notoadmodjo, 2010, Promosi Kesehatan?: Teori dan Aplikasinya, 2nd ed. Jakarta: Rineka Cipta.

[13] Wahit Iqbal Mubarak dan Nurul Chayatin, 2019, .Ilmu Kesehatan Masyarakat - Teori dan Aplikasi . Jakarta: Gramedia Digital Indonesia.

[14] APJII, 2018, “Survei: APJII: Penetrasi Internet di Indonesia Capai 143 Juta Jiwa,” Buletin AJPII Edisi 22, Jakarta, p. 3.

[15] J. Moudy and R. A. Syakurah, 2020. “Pengetahuan terkait Usaha Pencegahan Coronavirus Disease (COVID-19) di Indonesia Info Artikel,” HIGEIA (Journal Public Heal. Res. Dev., vol. 4, no. 3, pp. 333–346.

[16] R. A. Utami, R. E. Mose, and M. Martini, 2020 “Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Masyarakat dalam Pencegahan COVID-19 di DKI Jakarta,” J. Kesehat. Holist., vol. 4, no. 2, pp. 68–77.

[17] M. Mujiburrahman, 2020, “Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Pencegahan Covid-19 pada Masyarakat di Dusun Potorono Banguntapan Bantul D.I.Yogyakarta,” J. Keperawatan Terpadu (Integrated Nurs. Journal), vol. 2, no. 2, pp. 130–140.

[18] Zhong, Bao Liang, Wei Lua, Hai Mei Li, Qian Qian Zang, Xiao Ge Liu, Wen Tian Lie, Yi Li, 2020, “Knowledge, attitudes, and practices towards COVID-19 among chinese residents during the rapid rise period of the COVID-19 outbreak: A quick online cross-sectional survey,” Int. J. Biol. Sci., vol. 16, no. 10, pp. 1745–1752.

[19] Ssebuufu, Robinson, Franck Katembo S, Simon Binezero Mambo, Lucien Asingya, Sifa K Nganza, Bwaga Ibrahim, Patrick Kyamanywa, 2020, “Knowledge, Attitude, and Self-Reported Practice Toward Measures for Prevention of the Spread of COVID-19 Among Ugandans: A Nationwide Online Cross-Sectional Survey,” Front. Public Heal., vol. 8.

Published

2024-11-14

How to Cite

Hubungan Sosio-Demografi dengan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Kota Tegal tentang COVID-19. (2024). Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(6), 885-890. https://jsk.ff.unmul.ac.id/index.php/JSK/article/view/436

Most read articles by the same author(s)