Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Dengan Kepatuhan Minum Obat Hipertensi Pasien Lansia
DOI:
https://doi.org/10.30872/Kata Kunci:
hipertensi, lansia, pengetahuan, sikap, kepatuhanAbstrak
Hipertensi merupakan penyakit kronis yang banyak dialami kelompok lanjut usia dan memerlukan kepatuhan terhadap terapi farmakologis untuk mencegah komplikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien lansia di RSUD H. Abdul Aziz Marabahan. Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional melibatkan 313 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan Medication Adherence Report Scale (MARS-10). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 217 responden (69,4%) memiliki pengetahuan baik, 190 responden (60,7%) menunjukkan sikap positif, dan 174 responden (55,6%) patuh minum obat. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan (p < 0,001), serta antara sikap dan kepatuhan (p < 0,001). Analisis multivariat mengonfirmasi bahwa pengetahuan (p < 0,001; Exp(B) = 1,838) dan sikap (p = 0,001; Exp(B) = 2,176) berhubungan signifikan dengan kepatuhan. Sikap memiliki nilai Exp(B) lebih tinggi dibandingkan pengetahuan. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap berhubungan signifikan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada lansia, dengan sikap menunjukkan asosiasi tertinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi kesehatan dan penguatan sikap positif untuk mendukung kepatuhan terapi pada pasien hipertensi lanjut usia.
Referensi
[1] I. Iriani, S. Yulianti, and Maryam, “Penyuluhan kesehatan tentang hipertensi pada lansia di Desa Labuan Lelea Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah,” 2025.
[2] I. R. Roseyanti, N. D. Iswandari, and S. N. Hasanah, “Analisis kejadian hipertensi pada wanita menopause di wilayah kerja Puskesmas Lok Batu,” JRIK: J. Rumpun Ilmu Kesehatan, vol. 4, no. 1, pp. 37–55, 2024.
[3] R. Muhadi, E. Melastuti, and I. S. Wahyuningsih, “Hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan penyakit malaria,” J. Mahasiswa Ilmu Kesehatan, vol. 3, no. 4, pp. 221–233, 2025.
[4] N. H. Mutmainnah, D. Kurniawati, and D. D. Salmarini, “Hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sungai Tabuk 1,” Health Research Journal of Indonesia (HRJI), vol. 1, no. 2, 2022.
[5] A. Arini, M. A. Wijaksono, and R. Tasalim, “Hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi obat antihipertensi,” J. Health Research Science, vol. 4, no. 2, pp. 177–186, 2024.
[6] Rahmadi, H. Susanto, and K. Wijayanti, “Hubungan tingkat pengetahuan pasien hipertensi dengan kepatuhan minum obat pada lansia di Poliklinik Rumah Sakit Islam Sultan Agung Banjarbaru,” Protein: J. Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, vol. 3, no. 4, pp. 163–173, 2025.
[7] A. A. Tambuwun, G. D. Kandou, and J. E. Nelwan, “Hubungan karakteristik individu dengan kepatuhan berobat pada penderita hipertensi di Puskesmas Wori Kabupaten Minahasa Utara,” J. KESMAS, vol. 10, no. 4, 2021.
[8] N. I. Minah, E. Melastuti, and A. I. Amal, “Gambaran faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya kekambuhan pada pasien hipertensi,” OBAT: J. Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan, vol. 3, no. 2, pp. 319–329, 2025.
[9] M. A. A. A. Kavit, Dharminto, C. T. Purnami, and F. Agushybana, “Hubungan faktor demografi dengan literasi kesehatan tentang penyakit tidak menular pada lansia,” J. Manajemen Kesehatan Indonesia, vol. 10, no. 2, pp. 95–105, 2022.
[10] N. Christiyani, T. T. Marlina, and A. K. Estri, “Hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Yogyakarta,” CARING, vol. 7, no. 1, pp. 18–27, 2023.
[11] A. C. D. Putri, Suparmi, and C. D. Y. Nekada, “Hubungan tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan minum obat antihipertensi pada lansia di Kampung Penumping, Kelurahan Gowongan, Kecamatan Jetis Yogyakarta,” J. Keperawatan I CARE, vol. 6, no. 1, 2025.
[12] E. N. A. L. Toruan et al., “Hubungan tingkat pengetahuan pasien dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di puskesmas,” J. Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, vol. 4, no. 4, pp. 21551–21558, 2026.
[13] R. Hayati and H. Irianty, “Analisis pengetahuan dan sikap yang berhubungan dengan perilaku pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah Kecamatan Banjarbaru Selatan,” Health Research Journal of Indonesia (HRJI), vol. 3, no. 2, pp. 102–107, 2024.
[14] Y. Yuan, R. Sun, J. Zuo, and X. Chen, “A new explanation for the attitude-behavior inconsistency based on the contextualized attitude,” Behavioral Sciences, vol. 13, no. 3, Art. no. 255, 2023.
[15] D. Anggraeni, I. Hapsari, and G. F. Galistiani, “Kepatuhan pasien hipertensi dan polifarmasi,” Syntax Literate: J. Ilmiah Indonesia, vol. 10, no. 5, 2025.
[16] M. R. Farisya, S. Purnomo, and T. Septiawan, “Hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi,” J. Keperawatan Florence Nightingale (JKFN), vol. 7, no. 2, pp. 321–331, 2024.
[17] N. Assyfa, A. P. Hoedaya, and R. Inriyana, “Hubungan pengetahuan dengan kepatuhan pencegahan komplikasi pada penderita hipertensi,” J. Keperawatan Florence Nightingale, vol. 7, no. 1, pp. 13–21, 2024.
[18] A. Batmomolin et al., Problematika Lansia. Media Pustaka Indo, 2025.
[19] N. N. Fuadah and S. A. Pradanawati, “Hubungan tingkat pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pada pasien lansia hipertensi,” Enfermeria Ciencia, vol. 2, no. 3, pp. 184–193, 2024.
[20] D. Erviana and M. Azinar, “Determinan perilaku pencegahan COVID-19 pada ibu hamil trimester III,” HIGEIA: J. Public Health Research and Development, vol. 6, no. 3, pp. 362–374, 2022.
[21] L. Pristianty, Y. Priyandani, and A. Rahem, “The correlation between knowledge, attitude and family support on compliance of outpatients with hypertension in a healthcare centre in Indonesia,” Pharmacy Education, vol. 23, no. 2, pp. 25–30, 2023.
[22] M. R. Sihotang, R. B. Surbakti, A. T. B. Saritani, A. N. Toemon, and D. D. Astoetis, “Hubungan tingkat pengetahuan dan dukungan caregiver terhadap kepatuhan rehabilitasi pasien stroke di RSUD Palangka Raya,” Health Research Journal of Indonesia (HRJI), vol. 4, no. 1, pp. 29–37, 2025.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Hilma Aziza, Esty Restiana Rusida, dan Mochammad Maulidie Alfiannor Saputera. Diterbitkan oleh Jurnal Sains dan Kesehatan, Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia.

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


