Analysis of Adverse Drug Events in Schizophrenia Therapy at the Inpatient Ward of a Psychiatric Hospital in Lombok, Indonesia.

Analysis of Adverse Drug Events in Schizophrenia Therapy at theInpatient Ward of a Psychiatric Hospital in Lombok, Indonesia.

Authors

  • Candra Eka Puspitasari Universitas Mataram Author
  • Alfan Fauzi Universitas Mataram Author
  • Ni Made Amelia Ratnata Dewi Universitas Mataram Author

DOI:

https://doi.org/10.30872/

Keywords:

Skizofrenia, lombok, adverse drug events , therapy

Abstract

Gangguan kesehatan jiwa merupakan suatu kondisi perubahan emosional, psikologis,
dan sosial yang diderita sebanyak 450 juta jiwa, skizofrenia sebanyak 20 juta jiwa
manusia di dunia. Terapi skizofrenia menggunakan golongan antipsikotik dosis
tunggal maupun kombinasi dimana kombinasi antipsikotik menyebabkan Adverse
Drug Event (ADE). Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain
cross-sectional yang dilakukan secara prospective terhadap 43 pasien. Instrument
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tabel data karakteristik pasien,
algoritma Naranjo, dan skala Hartwig. Kejadian Adverse Drug Event (ADE) di Rumah
Sakit Jiwa Mutiara Sukma pada bulan Desember 2021 sebesar 12% yang disebabkan
oleh penggunaan terapi haloperidol dan risperidone. Adapun tingkat keparahan ADE
yang terjadi yaitu pada level 3 dan 4 (sedang) dengan persentase 100% dari total
kejadian.

References

[1] F. Aryani and S. Oelan, “Gambaran Pola Penggunaan Antipsikotik Pada Pasien Skizofrenia Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa,” J. Manaj. dan Pelayanan Farm., vol. 6, no. 1, p. 38, 2016.

[2] WHO, “International Statistical Classification of Disease and Related Health Problems Tenth Revision,” 2019.

[3] Riskesdas, “Hasil Utama Riskesdas 2018,” 2018. [Online]. Available: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514/

[4] Kementerian Kesehatan RI., InfoDATIN: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Jakarta ; Kementerian Kesehatan RI, 2019.

[5] D. Yudhantara, Surya, and R. Istiqomah, Sinopsis Skizofrenia Untuk Mahasiswa Kedokteran, UB Press. Malang, 2018.

[6] A. G. Purwandityo, F. Yosi, P. S. Chynthia, D. A. N. Vitarani, and P. S. Okky, “Pengaruh Antipsikotik Terhadap Penurunan Skor The Positive and Negative Syndrome Scale-Excited Component.,” J. Farm. Klin. Indones., vol. 7, no. 1, p. 19, 2018.

[7] M. D. YuliantY, Cahaya, and V. M. Srikartika, “Studi Penggunaan Antipsikotik dan Efek Samping pada Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Sambang dinas Kalimantan Selatan,” J. Sains Farm. Klin., vol. 3, no. 2, pp. 153–164, 2017.

[8] Y. Al Farizi, G. R., Dyah, A. P., Haafizah, D., Melisa, I. B., dan Santi, “Adverse Event Sindroma Metabolik Kombinasi Terapi Risperidon dan Klozapin pada Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Magelang,” J. Farm. Klin. Indones., vol. 3, no. 10, p. 160, 2021.

[9] R. B. Natari, “Evaluasi Penggunaan Antipsikotik pada Pasien Skizofrenia Episode Pertama di RSJD Provinsi Jambi,” Farmasi ITB, Bandung, 2012.

[10] L. Hirsch, J. Yang, L. Bresee, S. Patten, and T. Pringshcim, “Second-Generation Antipsychotics and Metabolic Side Effects: A Systematic Review of Population-Based Studies,” Drug Saf, vol. 40, no. 9771, 2017.

[11] A. Hafifah, M. P. Irma, and K. S. Rano, “Review Artikel: Farmakoterapi dan Rehabilitasi Psikososial Pada Skizofrenia,” Farmaka, vol. 16, no. 2, p. 26, 2018.

[12] S. Oommen, . Elango, M. C. Alwar, and S. Susan, “Adverse Drug Reactions Affiliated with Atypical Antipsychotics in Patients with Schizophrenia,” J Young Pharm, vol. 11, no. 3, p. 316, 2019.

[13] A. Wahyudi and I. F. Arulita, “Faktor Resiko Terjadinya Skizofrenia (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Pati II),” Public Heal. Perspect. J., vol. 1, no. 1, pp. 6–7, 2016.

[14] S. N. Andira, S., dan Nanda, “Pengaruh Perbedaan Jenis Kelamin terhadap Simtom Depresi Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem Kota Medan Sumatera Utara Pada Tahun 2017,” Bul. Farmatera, vol. 2, no. 3, pp. 104–106, 2018.

[15] A. P. Association, “Diagnostic And Statistical Manual of Mental Disorder Edition ‘DSM-5’. Washinton, DC: American Psychiatric Publishing.,” 2013.

[16] Y. M. Jarut, Fatimawali, and I. W. Weny, “Tinjauan Penggunaan Antipsikotik Pada Pengobatan Skizofrenia di rumah sakit prof. dr. V. l. Ratumbuysang Manado Periode Januari 2013-maret 2013,” Pharmaco, vol. 2, pp. 2302–2493, 2013.

[17] D. I. Prihananto, H. Suharyo, and S. A. Mateus, “Faktor Somatogenik, Psikogenik, Sosiogenik yang Merupakan Faktor Risiko Kejadian Skizofrenia Usia <25 Tahun (Studi di Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo,” J. Epidemiol. Kesehat. Komunitas, vol. 3, no. 2, pp. 74–76, 2018.

[18] H. I. Kaplan, B. J. Sadock, and J. A. Grebb, Sinopsis Psikiatri. Jakarta: Binarupa Aksara, 2010.

[19] L. Handayani, Febriani., R. Aprilia, and S. Azidanti, “Faktor Risiko Kejadian Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),” Humanitas (Monterey. N. L)., vol. 13, no. 2, pp. 142–143, 2016.

[20] Y. Semiun, Kesehatan Mental 3. Yogyakarta: Kanisius, 2006.

[21] H. Dania, N. F. Imaniar, F. R. Khansa, A. Rizky, I. B. Melisa, and A. P. Dyah, “Hubungan Pemberian Terapi Antipsikotik terhadap Kejadian Efek Samping Sindrom Ekstrapiramidal pada Pasien Rawat Jalan di Salah Satu Rumah Sakit di Bantul, Yogyakarta,” J. Farm. Klin. Indones., vol. 8, no. 1, pp. 26–28, 2019.

[22] B. Ramadhana and I. Meitasari, “Kajian Tingkat Pendidikan Terhadap Kualitas Hidup Masyarakat,” J. Penelit. Pendidik. Geogr., vol. 8, no. 2, pp. 38–45, 2023, doi: 10.36709/jppg.v8i2.1.

[23] K. Wida, “Evaluasi Ketepatan Penggunaan Obat Pada Pasien Skizofrenia di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Mataram Tahun 2019,” Farmasi UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang., 2020.

[24] N. Radiah and R. W. P. Ismika, “Analisis Pemantauan Efek Samping Penggunaan Obat Anti Psikosis pada Pasien Skizoprenia di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Provinsi NTB.,” JIKF, vol. 8, no. 2, p. 63, 2020.

[25] N. K. W. Yanti and A. Dwi, “Evaluasi Tepat Pasien, Tepat Obat, dan Tepat Dosis Penggunaan Antipsikotik Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Provinsi NTB,” J. Insa. Farm. Indones., vol. 4, no. 1, p. 117, 2021.

[26] M. M. Rissa, D. Endang, and S. Arum, “Profil Penggunaan Obat Kombinasi Risperidone-Clozapine dan Risperidone Dengan Antipsikotik Lain Pada Pasien Gangguan Mental Psikotik di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta,” J. Surya Med., vol. 5, no. 2, p. 135, 2020.

[27] J. T. Dipiro, R. L. Talbert, G. C. Yee, G. R. Matzke, B. G. Wells, and L. M. Posey, “Pharmacotherapy A Pathophysiological Approach Seventh Edition. New York: McGraw Hill Education.,” 2020.

[28] R. H. Ettinger, Psychopharmacology Second Edition. New York: Routledge., 2017.

[29] M. Hochadel, Mosby’s Drug Reference for Health Professions Fourth Edition. USA: Elsevier, 2014.

[30] A. Indriani, A. Wikan, and F. Yosi, “Studi Penggunaan Kombinasi Antipsikotik pada Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Yogyakarta,” Maj. Farmasetika, vol. 4, no. 1, pp. 208–209, 2019.

[31] Maslim, Panduan Praktis Penggunaan Klinis Obat Psikotropik. Jakarta: PT. Nuh Jaya, 2014.

[32] Rusli, Bahan Ajar Farmasi: Farmasi Klinik. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2018.

[33] J. T. Dipiro, L. Gary, C. Y., P. Michael, T. H. Stuart, T. D. N., and E. Vicki, “Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach Eleventh Edition. New York: McGraw Hill Education.,” 2020.

[34] A. N. Ainni, “Adverse Drug Reactions Penggunaan Obat Antipsikotik Pasien Residual Skizofrenia di Salah Satu Rumah Sakit Purworejo Daerah Jawa Tengah,” Universitas Muhammadiyah, Surakarta., 2022.

[35] N. N. Rompis, H. P. M. Arthur, T. J. Maria, and T. Rizal, “Sindrom Ekstrapiramidal.,” J. Sinaps, vol. 3, no. 2, pp. 42–48, 2020.

[36] M. Tardy, M. Huhn, W. Kissling, R. R. Engel, and S. Leucht, “Haloperidol Versus Low-Potency First-Generation Antipsycotic Drugs for Schizofrenia,” Cochrane Database Syst, vol. 7, 2014.

[37] K. N. Berawi and S. U. Fathia, “). Sindrom Ekstra Piramidal pada Laki-Laki 29 Tahun dengan Skizofrenia Paranoid,” J AgromedUnila, vol. 4, no. 1, p. 109, 2017.

[38] P. M. Haddad and V. S. Matty, Neurological Complications of Antipsychotic Drugs. New Jersey:Blackwell Publishing, 2011.

[39] K. Arimbawa et al., “Neurotrauma & Movement Disorders: Improving Knowledge fo Saving Lives.,” Bali Udayana Univ. Press., 2017.

[40] L. J. Cloud and H. . Jinnah, “Treatment Strategies for Dystonia,” Expert Opin Pharmacother, 2010.

Published

2025-11-29

Issue

Section

Articles

How to Cite

[1]
Candra Eka Puspitasari, Alfan Fauzi, and Ni Made Amelia Ratnata Dewi, “Analysis of Adverse Drug Events in Schizophrenia Therapy at the Inpatient Ward of a Psychiatric Hospital in Lombok, Indonesia.: Analysis of Adverse Drug Events in Schizophrenia Therapy at theInpatient Ward of a Psychiatric Hospital in Lombok, Indonesia”., J. Sains. Kes, Nov. 2025, doi: 10.30872/.

Similar Articles

1-10 of 44

You may also start an advanced similarity search for this article.