Insidensi dan Karakteristik Karsinoma Hepatoseluler di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda

Authors

  • Dinda Aprilistya Puri Universitas Mulawarman Author
  • Sinta Murti Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Author
  • Yudanti Riastiti Laboratorium Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Author

Keywords:

Karsinoma hepatoseluler, insidensi, karakteristik, survival rate

Abstract

Karsinoma hepatoseluler (KHS) merupakan kanker hati primer yang terjadi akibat tumbuhnya sel hepatosit secara abnormal. KHS menduduki peringkat kelima insidensi kasus kanker terbanyak dan urutan keempat penyebab kematian akibat kanker di dunia tahun 2018. Pasien KHS memiliki prognosis yang buruk dan survival rate yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui insidensi dan karakteristik karsinoma hepatoseluler di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari data rekam medik pasien periode Februari 2017-Februari 2020. Hasil penelitian ini terdapat 206 pasien KHS. Dari 206 pasien 82,5% adalah laki-laki dengan kelompok usia tertinggi 50-59 tahun (33,5%), hepatitis B (62,6%) menjadi faktor risiko terbanyak, 60,7% pasien mengalami peningkatan level AFP, 43,7% menunjukkan klasifikasi Child-Pugh B, 22,3% menunjukkan stadium BCLC B, terapi paling banyak diberikan adalah terapi tanpa intervensi (93,2%). Survival rate secara signifikan dipengaruhi oleh klasifikasi Child-Pugh (p=0,017) dan stadium BCLC (p=0,037), tetapi survival rate tidak dipengaruhi oleh modalitas terapi (p=0,92). Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa insidensi KHS pada 3 tahun terakhir masih tinggi, pasien KHS laki-laki lebih banyak daripada perempuan, kelompok usia tertinggi adalah kelompok usia 50-59 tahun, faktor risiko terbanyak adalah hepatitis B, pasien KHS lebih banyak mengalami peningkatan level AFP, klasifikasi Child-Pugh terbanyak adalah Child-Pugh B, stadium dengan jumlah terbanyak adalah stadium B, dan survival rate 1 tahun dipengaruhi oleh klasifikasi Child-Pugh dan stadium BCLC.  

References

[1] Globocan 2018, “Liver Cancer Global WHO Report,” Iarc, vol. 876, pp. 2018–2019, 2018, [Online]. Available: http://gco.iarc.fr/today.

[2] World Health Organization, “Indonesia Source GLOBOCAN 2018,” Int. Agency Res. Cancer, vol. 256, pp. 1–2, 2019, [Online]. Available: http://gco.iarc.fr/.

[3] W. Desen and W. Japaries, Buku Ajar Onkologi Klinis Edisi 2. Jakarta: FKUI, 2013.

[4] J. A. Marrero et al., “Diagnosis, Staging, and Management of Hepatocellular Carcinoma: 2018 Practice Guidance by the American Association for the Study of Liver Diseases,” Hepatology, vol. 68, no. 2, pp. 723–750, 2018, doi: 10.1002/hep.29913.

[5] I. M. Loho, L. Siregar, A. S. Waspodo, and I. Hasan, “Current Practice of Hepatocellular Carcinoma Surveillance,” Acta Med. Indones., vol. 50, no. 4, pp. 353–360, 2018.

[6] R. A. Gani, M. Suryamin, I. Hasan, C. R. A. Lesmana, and A. Sanityoso, “Performance of Alpha Fetoprotein in Combination with Alpha-1-acid Glycoprotein for Diagnosis of Hepatocellular Carcinoma Among Liver Cirrhosis Patients,” Acta Med. Indones., vol. 47, no. 3, pp. 216–222, 2015.

[7] A. Kinoshita, H. Onoda, N. Fushiya, K. Koike, H. Nishino, and H. Tajiri, “Staging systems for hepatocellular carcinoma: Current status and future perspectives,” World J. Hepatol., vol. 7, no. 3, pp. 406–424, 2015, doi: 10.4254/wjh.v7.i3.406.

[8] Tim Riskesdas 2018, Laporan Provinsi Kalimantan Timur Riskesdas 2018. Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2019.

[9] S. H. Oktavia, “Profil dan Faktor Risiko Penderita Karsinoma Hepatoseluler di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2016 – 2017,” 2017.

[10]M. RP and H. Hardian, “Distribusi Geografis Dan Tingkat Keparahan Pasien Karsinoma Hepatoseleluler Etiologi Virus Hepatitis B Di Rs.Dr Kariadi,” J. Kedokt. Diponegoro, vol. 5, no. 4, pp. 1291–1302, 2016.

[11]M. Montella et al., “Role of Sex Hormones in the Development and Progression of Hepatitis B Virus-Associated Hepatocellular Carcinoma,” Int. J. Endocrinol., vol. 2015, 2015, doi: 10.1155/2015/854530.

[12]A. Aljumah et al., “Clinical presentation and risk factors of hepatocellular carcinoma in saudi arabia: A tertiary care center experience,” Saudi J. Gastroenterol., vol. 22 (7 Supp, p. S1, 2016, [Online]. Available: https://uhn.idm.oclc.org/login?url=http://ovidsp.ovid.com/ovidweb.cgi?T=JS&CSC=Y&NEWS=N&PAGE=fulltext&D=emexb&AN=627782179http://nt2yt7px7u.search.serialssolutions.com/?sid=OVID:Embase&genre=article&id=pmid:&id=doi:&issn=1998-4049&volume=22&issue=7+Suppl.

[13]U. Budihusodo, Buku Ajar Ilmu Penyakit Hati. Jakarta: Sagung Seto, 2012.

[14]Hasan I et al., “Risk Factors for Hepatocellular Carcinoma and Its Mortality Rate : A Multicenter Study in Indonesia,” Arch. Cancer Res., vol. 7, pp. 1–7, 2019, doi: 10.21767/2254-6081.100191.

[15]I. Ayuningtyas and H. D. Purnomo, “Karakteristik Klinis Pasien Karsinoma Hepatoseluler: Studi Kasus Di Rsup Dr Kariadi Semarang Periode 2010-2012,” pp. 38–44, 2014, [Online]. Available: http://eprints.undip.ac.id/44757/.

[16]Muslimah Derajatun Rizki, “PROFIL KEJADIAN KARSINOMA HEPATOSELULER DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. MOEWARDI TAHUN 2017,” 2018.

[17]M. Mohammadian, N. Mahdavifar, A. Mohammadian-Hafshejani, and H. Salehiniya, “Liver cancer in the world: epidemiology, incidence, mortality and risk factors,” World cancer Res. J., vol. 5, no. 2, p. e1082, 2018, [Online]. Available: https://www.wcrj.net/wp-content/uploads/sites/5/2018/06/e1082-Liver-cancer-in-the-world-Epidemiology-incidence-mortality-and-risk-factors.pdf.

[18]K. K. RI, “Infodatin Situasi Penyakit Hepatitis B di Indonesia Tahun 2017,” Pus. Data dan Inf., p. 6, 2017, doi: 10.1017/CBO9781107415324.004.

[19]N. S. A. Gumilas, I. M. Harini, T. Sylviningrum, W. Djatmiko, and L. Rujito, “Hepatitis B as hepatocellular carcinoma (HCC) risk factor in the south region of Java, Indonesia,” J. Phys. Conf. Ser., vol. 1246, no. 1, 2019, doi: 10.1088/1742-6596/1246/1/012013.

[20]S. Pascual, I. Herrera, and J. Irurzun, “New advances in hepatocellular carcinoma,” World J. Hepatol., vol. 8, no. 9, pp. 421–438, 2016, doi: 10.4254/wjh.v8.i9.421.

[21] “infodatin-hepatitis 1.pdf.” .

[22]P. Rawla, T. Sunkara, P. Muralidharan, and J. P. Raj, “Update in global trends and aetiology of hepatocellular carcinoma,” Wspolczesna Onkol., vol. 22, no. 3, pp. 141–150, 2018, doi: 10.5114/wo.2018.78941.

[23]A. J. Sanyal, S. K. Yoon, and R. Lencioni, “The Etiology of Hepatocellular Carcinoma and Consequences for Treatment,” Oncologist, vol. 15, no. S4, pp. 14–22, 2010, doi: 10.1634/theoncologist.2010-s4-14.

[24]P. Ramadori, F. J. Cubero, C. Liedtke, C. Trautwein, and Y. A. Nevzorova, “Alcohol and hepatocellular carcinoma: Adding fuel to the flame,” Cancers (Basel)., vol. 9, no. 10, pp. 1–22, 2017, doi: 10.3390/cancers9100130.

[25]E. S. Jang, S. H. Jeong, J. W. Kim, Y. S. Choi, P. Leissner, and C. Brechot, “Diagnostic performance of alpha-fetoprotein, protein induced by Vitamin K absence, osteopontin, Dickkopf-1 and its combinations for hepatocellular carcinoma,” PLoS One, vol. 11, no. 3, 2016, doi: 10.1371/journal.pone.0151069.

[26]Y. Peng, X. Qi, and X. Guo, “Child-pugh versus MELD score for the assessment of prognosis in liver cirrhosis a systematic review and meta-analysis of observational studies,” Med. (United States), vol. 95, no. 8, pp. 1–29, 2016, doi: 10.1097/MD.0000000000002877.

[27]C. Y. Wang and S. Li, “Clinical characteristics and prognosis of 2887 patients with hepatocellular carcinoma: A single center 14 years experience from China,” Medicine (Baltimore)., vol. 98, no. 4, p. e14070, 2019, doi: 10.1097/MD.0000000000014070.

Published

2024-11-14

How to Cite

Insidensi dan Karakteristik Karsinoma Hepatoseluler di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. (2024). Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(2), 158-164. https://jsk.ff.unmul.ac.id/index.php/JSK/article/view/206