Manajemen Keluarga Terhadap Penanganan ISPA Berulang Pada Balita di Puskesmas Mangunsari Salatiga

Authors

  • Fiane de Fretes Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, UKSW Author
  • Sanfia Tesabela Messakh Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, UKSW Author
  • Inel Dina Mariska Saogo Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, UKSW Author

Keywords:

Balita, ISPA, Manajemen Keluarga, Perawatan dan Pencegahan ISPA

Abstract

Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya ISPA yaitu salah satunya adalah
ketidakmampuan keluarga dalam penanganan dan pencegahan ISPA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui dan memaparkan bagaimana manajemen keluarga di Salatiga terhadap penanganan ISPA
berulang pada anggota keluarga yang berusia balita dan karakteristik responden. Penelitian ini menggunakan
metode deskriptif kuantitatif dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Responden
yang terlibat adalah keluarga dengan kriteria memiliki balita yang mengalami ISPA berulang rata-rata
sebanyak 2-3 kali dengan data yang diperoleh dari Puskesmas Mangunsari di Salatiga. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa seluruh (50) responden memiliki manajemen yang baik dalam melakukan penanganan
ISPA berulang pada balita. Penanganan ISPA berulang dalam penelitian ini adalah pemberian obat penurun
gejala, rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat dan rehabilitasi di rumah. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa manajemen keluarga dalam penanganan ISPA berulang pada balita di Puskesmas
Mangunsari Salatiga termasuk dalam kategori baik yang dinilai berdasarkan sumber informasi terkait dua
aspek penelitian yaitu pengetahuan keluarga terkait ISPA dan penanganan awal ISPA berulang pada balita.

References

1. Depkes RI. Profil Kesehatan RI. Vol. 12, Profil Kesehatan RI. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2013. 284-284 p.

2. Razak AA. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Sanitasi Rumah Terhadap Perilaku Orang Tua dalam Pencegahan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Anak Balita di Wilayah Puskesmas 1 Mandiraja Kabupaten Banjarnegara. 2013;1–9.

3. Sugiarti T. Studi penggunaan antibiotik pada pasien penyakit ISPA usia bawah lima tahun di instalasi rawat jalan puskesmas sumbersari. Pustaka Kesehat. 2015;

4. Direktorat Jenderal P2MPL. Jurnal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. 2012;39(5):561–3.

5. Yuwono TA. Faktor- Faktor Lingkungan Fisik Rumah yang Berhubungan dengan Kejadian Pneumonia Pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kawunganten Kabupaten Cilacap. Univ Diponegoro. 2008;

6. Riskesdas. Prevalensi Ispa Berdasarkan Diagnosis Nakes* dan Gejala Menurut Provinsi, 2013 - 2018. 2018;26.

7. Dinkes Kota Salatiga. Profil Kesehatan Kota Salatiga. 2015;16.

8. Roso C. Peran Keluarga Prasejahtera dengan Upaya Pencegahan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa) Pada Balita di Desa Depok Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang. J keperawatan. 2015;8(2):149–60.

9. Cahya R, dkk. Hubungan Peran Orang Tua dalam Pencegahan Ispa dengan Kekambuhan Ispa Pada Balita di Puskesmas Bilalang Kota Kotamobagu. J Keperawatan. 2016;4(1):6.

10. Gagarani Y. Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Ibu dengan Pengelolaan Awal Infeksi Saluran Pernapasan Akun Pada Anak. 2015;

11. Direktorat Jenderal P2MPL. Pedoman Pengendalian Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Jakarta: Direktorat Jenderal PP dan PL, Kementerian Kesehatan RI; 2011. 135-138 p.

12. Marni S. Asuhan Keperawatan pada Anak dengan Gangguan Pernapasan. Gosyen Publising Ypgyakarta. 2014;

13. Azis F. Hubungan Tingkat Pengetahuan Keluarga Terhadap Penanganan Pertama Pada Balita dengan ISPA di Puskesmas Karanglewas Banyumas. 2016;

14. Pakaya D. Peranan Vitamin C Pada Kulit. J Ilm Kedokt. 2014;

15. Depkes RI. Buku Saku Posyandu. 2012;

16. Kemenkes RI. Buku Bagan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS). 2015;

Published

2024-11-14

How to Cite

Manajemen Keluarga Terhadap Penanganan ISPA Berulang Pada Balita di Puskesmas Mangunsari Salatiga. (2024). Jurnal Sains Dan Kesehatan, 2(4), 275-281. https://jsk.ff.unmul.ac.id/index.php/JSK/article/view/164