Uji Aktivitas Ekstrak Daun Opo-Opo (Desmodium pulchellum Linn Benth) sebagai Antibakteri terhadap Pertumbuhan Streptococcus viridans dan Streptococcus pyogenes

Authors

  • Dewi Isnaeni Farmasi, Universitas Indonesia Timur Author
  • Andi Ulfah Magefirah Rasyid Farmasi, Universitas Indonesia Timur Author
  • Rahmawati Rahmawati Farmasi, Universitas Indonesia Timur Author

Keywords:

Ekstrak daun Opo-opo, Tonsilitis, Faringitis, Streptococcus viridans, Streptococcus pyogenes

Abstract

Faringitis dan tonsillitis akut merupakan awal keadaan infeksi dari infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Faringitis dapat disebabkan oleh bakteri. Tonsilitis akut bakterial paling banyak disebabkan Streptococcus β hemoliticus lebih kurang 30%-40%. Streptococcus β hemoliticus group A dan secara kolektif mengacu pada Streptococcus pyogenes merupakan patogen yang sangat penting pada manusia. Berbagai Streptococcus (Streptococcus viridians, Enterococcus dll) merupakan bagian flora normal pada tubuh manusia. Bakteri-bakteri ini menyebabkan penyakit hanya bila berada di bagian tubuh yang normalnya tidak didiami bakteri-bakteri ini (misalnya katup jantung). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) ekstrak etanol daun Opo-opo (Desmodium pulchellum Linn Benth) terhadap pertumbuhan Streptococcus viridans dan Streptococcus pyogenes. Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi secara maserasi terhadap bahan uji dan uji mikrobiologis menggunakan metode dilusi cair. Konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu 0,1% b/v, 0,25% b/v, 0,5% b/v, 0,75% b/v, 1% b/v, 1,25% b/v, 1,5% b/v, 1,75% b/v, 2% b/v, 2,25% b/v, 2,5% b/v dengan kontrol negatif Na,CMC 1 % b/v. Hasil pengujian menujukkan bahwa KHM Ekstrak daun Opo-opo pada Streptococcus viridans adalah 0,75% KBM ekstrak daun opo-opo pada Streptococcus viridaans adalah 1% Sedangkan KHM ekstrak daun opo-opo pada Streptococcus pyogenes adalah 0,25% dan KBM ekstrak daun opo-opo pada Streptococcus pyogenes adalah 1%. Hasil skrining fitokimia ekstrak daun Opo-opo (Desmodium pulchellum Linn Benth) positif mengandung senyawa alkaloid, flavanoid, tannin dan Terpenoid.

References

[1]. Andre T.W., 2014, Antibakteri, Artikel Kesehatan, Cakupan Kerja Obat Antibakteri, Diakses tanggal 01 April 2016.

[2]. Andareto, 2015, Penyakit Menular di sekitar Anda, Pustaka Ilmu Semesta, Jakarta.

[3].Depkes RI, 1995, Materi Medika Indonesia, Jilid V, Jakarta.

[4]. Dody, K. P., dkk, 2015, Karakterisasi Simplisia dan Ekstrak Daun Gedi (Abelmoschus manihot L.) Sebagai Bahan Sediaan Obat, Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya Malang.

[5]. Entjang, I., 2012, Mikrobiologi dan Parasitologi, PT Citra Aditya Bakti, Jakarta

[6]. Gembong T, 2013. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta), Gajah Mada University Press, Yogyakarta

[7]. Hanani, E., 2016, Analisis Fitokimia, Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

[8].Herbie , T., 2015, Kitab Tanaman Berkhasiat Obat 226 Tumbuhan Obat UntukPenyembuhan Penyakit Dan Kebugaran Tubuh. Octopus Publishing House, Yogyakarta.

[9]. Irianto K., 2013, Mikrobiologi Medis, Penerbit Airlangga, Bandung..

[10]. Irianto, K., 2014, Bakteriologi, Mikologi Dan Virologi Panduan Medis & Klinis, Penerbit Alfabeta, Bandung.

[11]. Jawetz, Z,E, Melnick, J.L, and Adelberg, E.A, 2008. Mikrobilogi Kedokteran, 23th, Editor R.N. Elferia, EGC,Jakarta.

[12]. Kusuma , D., Ayu, 2013, Perbedaan Pola Kepekaan Terhadap Antibiotik Pada Klebsiella sp. Yang Mengkolonisasi Nasofaring Balita, Skripsi;, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Semarang

[13]. Lay, Bibiana W., 2002, Analisis Mikroba Di Laboratorium, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

[14]. Nuraina, 2015, Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Daun Grancinia benthami Pieree Dengan Metode Dilusi, Skripsi; Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta)

Pakadang, S.R., 2014, ., Sensitivitas Mycobacterium tuberculosis terhadap Ekstrak Daun Miana (Coleus scutellarioides (L) Benth), Jurnal Farmasi dan Bahan Alam ISSN 2338-0616 vol 2 No. 2 hal 63-67. Universitas Islam Makassar, Makassar.

[15].Pratiwi, S.T., 2008, Mikrobiologi Farmasi, PT . Erlangga, Jakarta.

[16].Riza, Marjoni, 2016, Dasar-Dasar Fitokimia Untuk Diploma III Farmasi, Trans Info Media, Jakarta.

[17].Santoso BB et al. 2004. Pemberdayaan Keanekaragaman Hayati Kabupaten Manokwari Sebagai Tumbuhan Obat, Kajian : Etnobotani, Botani, dan Fitokimia. [simnas KBA].

[18].Tracy J.W. dan Webster L.T., 2008, In : Goodman & Gilman Dasar Farmakologi Terapi; Volume 2, Edisi 10 (Hanif et.al, penerjemah), Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta

[19].Waluyo L., 2008, Teknik Metode Dasar Mikrobiologi, Penerbit UMM Press, Malang. Abdoerachman H, Fachrudin D, Infeksi Campuran Aerob dan Anaerobdi Bidang THT. MKI 1989; 4 (2/3):56-60.

[20].Wulandari P., Suswati, E., Misnawati dan Rianul A. 2012. Efek Antibakteri Ekstrak Etanol Biji Kakao (Theobroma cacao) Terhadap Pertumbuhan Shigella dysentriae Secara In Vitro. Jurnal Medika Planta, Vol. 1 No. 5: 67-75.

Published

2024-11-14

How to Cite

Uji Aktivitas Ekstrak Daun Opo-Opo (Desmodium pulchellum Linn Benth) sebagai Antibakteri terhadap Pertumbuhan Streptococcus viridans dan Streptococcus pyogenes. (2024). Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(2), 278-289. https://jsk.ff.unmul.ac.id/index.php/JSK/article/view/261