Analisis Efektivitas Biaya Hemodialisa dan Peritoneal Dialisa pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Jakarta 2019

Authors

  • Reny Anggriany Hakim Program Magister Ilmu Kefarmasian Universitas Pancasila Author
  • Delina Hasan Program Magister Ilmu Kefarmasian Universitas Pancasila Author
  • Aritonang Aritonang Program Magister Ilmu Kefarmasian Universitas Pancasila Author

Keywords:

Gagal ginjal, Cost effectiveness Analisis, Hemodialisa

Abstract

Tingginya angka peningkatan gagal ginjal di Indonesia disertai dengan adanya peningkatan biaya pelayanan kesehatan serta jenis pengobatan yang tersedia menjadi masalah yang mempersulit masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Keadaan ini terutama terjadi pada kasus gagal ginjal menahun. Rumah sakit umum pusat fatmawati merupakan salah satu rumah sakit yang menyediakan pelayanan rawat inap dan rawat jalan dan pilihan pengobatan yang lengkap pada pasien gagal ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetaui manakah dari dua jenis pengobatan hemodialisa dan peritoneal dialisa yang paling efektif dan efisien digunkanakan oleh pasien gagal ginjal. Desain penelitian ini menggunakan studi cohort dengan pendekatan prosfektif dan retrospektif. Jumlah sampel yang dipilih sebanyak 25 pasien rawat jalan yang menjalani pengobatan hemodialisa dan 25 pasien yang menjalani pengobatan dengan peritoneal dialisa yang aktif berobat pada periode Juli sampai September di rumah sakit umum pusat fatmawati Jakarta 2019. Hasil penelitian diperoleh data bahwa pengobatan dengan peritoneal dialisa lebih efektif dan efisien dibandingan dengan pengobatan secara hemodialisa di rumah sakit umum pusat fatmawati jakarta 2019.

References

[1] Robert V Philips., 2017. Cost Effectivenes Analysis pada Pasien Gagal Ginjal Usia Produktif yang Menjalani Perawatan Hemodialisis Tanpa Diet di Kota Makassar. Disertasi: Universitas Hasanuddin Makassar.

[2] United States Renal Data System. USRDS: Incidence, Prevalence, Patient Characteristics and Treatment Modalities in ESRD.USRDS[internet]. 2013[ cited 2019 nov 5]:215-228.Available from : http://www.usrds.org

[3] Hartono., A. (2013). Buku Harrizon Nefrologi. Jakarta: Karisma Publishing Group.

[4] Perhimpunan Nefrologi Indonesia, 2011. Naskah Lengkap dan Abstrak Makalah Bebas, The 11th National Congress of InaSN & Annual Meeting of Nephrology 2011. PERNEFRI.

[5] Indonesian Renal Registry, 2011. 4th Report Of Indonesian Renal Registry. IRR:18- 20.

[6] Baradero, M., Drayit, M. W., & Siswandi, Y. (2009). Klien Gangguan Gagal Ginjal : Seri Asuhan Keperawatan. Jakarta : EGC.

[7] Babbit, Jodie L and Herbert Y. Lin 2012. Mechanisms of Anemia in CKD. Journal of the American Sosiety of Nefhrologi 23: 1631-1634, Tersedia si www.jasn.org [Diaskes tanggal 3 November 2019].

[8] Ayesh (Haj Yousef), M.H., Bataineh, A., Elamin, E. et al. BMC Nephrol (2014) 15: 155. doi:10.1186/1471-2369-15-155.

[9] Reeves , C.J., Roux, G. & Lockhart, R., 2001. Keperawatan Medikal Bedah, Edisi 1, Jakarta; Salemba Medika.

[10] Richardson D, Hodsman A, van Schalkwyk D, Tomson C, Warwick G. Management of anemia in Haemodialysis and Peritoneal Dialysis patienst (chapter 8). Nephrol Dial Transplant 2007;22 Suppl 7:vii78-104.

[11] Ika E, Ari Probandari, Bambang D., 2014. Analisis Biaya Rawat Jalan Hemodialisa dan Peritoneal Dialisa Mandiri Berkesinambungan pada Peserta ASKES (PERSERO) Divisi Regional VI : Universitas Gadjah Mada Press.

Published

2024-11-14

How to Cite

Analisis Efektivitas Biaya Hemodialisa dan Peritoneal Dialisa pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Jakarta 2019. (2024). Jurnal Sains Dan Kesehatan, 2(4), 444-451. https://jsk.ff.unmul.ac.id/index.php/JSK/article/view/243