Potensi Ekstrak Kasar Enzim dari Tempe Kedelai Hitam (Glycine soja (L.) Merr.) sebagai Obat Fibrinolitik Alami dengan Metode Clot Lysis In Vitro

Potential of Crude Enzymes from Black Soybean Tempeh (Glycine soja (L.) Merr.) as a Natural Fibrinolytic Medicine with Clot Lysis In Vitro Method

Authors

  • Nadea Sherly Widya Putri Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi, Jl. Let. Jend. Sutoyo, Mojosongo, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia Author https://orcid.org/0009-0007-7589-2612
  • Ana Indrayati Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi, Jl. Let. Jend. Sutoyo, Mojosongo, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia Author
  • Fransiska Leviana Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi, Jl. Let. Jend. Sutoyo, Mojosongo, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.30872/jsk.v5i2.p115-125

Keywords:

kedelai hitam, fibrinolitik, fibrin, ammonium sulfat, clot lysis

Abstract

Enzim fibrinolitik adalah enzim yang dapat digunakan untuk memecah fibrin. Pada terapi trombus (penyakit kardiovaskular), enzim ini memiliki aktivitas yang mirip dengan plasmin yaitu mampu menurunkan fibrin dengan menghidrolisis fibrin menjadi produk terlarut dan menghambat pembentukan bekuan fibrin yang dapat memicu adanya penyakit kardiovaskular. Tempe kedelai hitam memiliki berbagai manfaat salah satunya adalah menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan mengurangi risiko penggumpalan darah. Karena kandungan enzim protease pada kedelai hitam yang mampu mendegradasi benang fibrin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi tempe kedelai hitam (Glycine soja (L.) Merr) dapat menghasilkan ekstrak enzim sebagai obat fibrinolitik alami. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan bahan, ekstraksi kasar enzim dari tempe kedelai hitam dengan sentrifugasi, pemurnian ekstrak kasar enzim menggunakan garam ammonium sulfat 80%, penetapan kadar protein enzim dengan metode Lowry serta pengujian potensi fibrinolitik dengan metode clot lysis secara in vitro. Variasi konsentrasi ekstrak yang digunakan dalam pengujian adalah 12,5 ; 25 ; 50 dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kasar enzim tempe kedelai hitam mampu melisiskan bekuan darah. Kadar protein sampel ekstrak tempe kedelai hitam setelah dilakukan pemurnian menggunakan ammonium sulfat sebesar 245,76 μg/mL. Persentase lisis bekuan darah yang optimum pada konsentrasi 100% dari sampel yang setelah dilakukan pemurnian yaitu sebesar 59%.

References

Lestari Endang Sri, S Dian L,S Setiawan Henry. 2014. Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskuler. Jurnal Kesehatan Masyarakat 2 (1).

Setiabudy, R. D. 2009. Hemostasis dan Trombosis. Cetakan keempat. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta.

Kotb, E., 2012. Fibrinolytic Bacterial Enzyme with Trombolytic Activity. Springer Heidelberg Dordrech

Yoon., Joo, S., Yu, M., Sim, G., Kwon, S., Hwang, J., Shin, J., Yeo, I., Pyun, Y., 2002. Screening and characterization of microorganisms with fibrinolytic activity from fermented foods. J. Microbiol Biotechnol 12 (4), pp.649-656

Sugimoto, S., Fuji, T., Morimiya, T., Johdo, O., Nakamura, T., 2007. The Fibrinolytic Activity of a Novel Protease Derived from Tempeh Producing Fungus, Fusarium sp. BLB. Biosci Biotechnol Biochem., 71, 70153-1-6

Radiati, Ani. 2016. Analisis Sifat Fisik, Sifat Organoleptik, dan Kandungan Gizi pada Produk Tempe dari Kacang Non-Kedelai. Indonesian Food Technologies: Tasikmalaya

Michail, M., Vasiliadou, M., Zotos, A., 2005. Partial Purification and Comparison of Precipitation Techniques of Proteolytic Enzymes from Trout (Salmo gairdnerii) Heads. Elsevier, Food Chemistry 97 (2006) 50-55

Yowani, S. C., dan Wirajana, I. N. 2014. Identifikasi Mutasi Gen rpoB Isolat MDR Mycobacterium tuberculosis di Bali dengan Metode Nested PCR. Jurnal Farmasi Indonesia 7 (2): 121-127.

Lowry, O. H., N. J. Rosebrough, A. L. Farr, dan R. J. Randall. 1951. Protein Measurement with The Folin Phenol Reagent. Journal of Biological Chemistry 193(1): 265-275.

Poernomo Achmad Toto, Isnaeni, Purwanto. 2015. Aktivitas In Vitro Enzim Fibrinolitik Ekstrak Tempe Hasil Fermentasi Rhizopus Oligosporus ATCC 6010 Pada Substrat Kedelai Hitam. Berkala Ilmiah Kimia Farmasi 4(2).

Widiastuti dan F. Aini. 2008. Penetapan Kada Besi (Fe) pada Bayam Hijau, Bayam Raja, dan Bayam Duri di Pasar Mojosongo. Caraka Tani 23(1): 25-29.

Zaman, R., Parvez, M., Jakaria, M., Sayeed, M. A., dan Islam, M. 2015. In Vitro Clot Lysis Activity of Different Extracts of Mangifera sylvaticaroxb. Leaves. Research Journal of Medicinal Plant, 9(3): 135-140

Nia Yuliani D. 2013. Penetapan Kadar Dan Analisis Profil Protein Dan Asam Amino Ekstrak Ampas Biji Jinten Hitam (Nigella sativa Linn.) Dengan Metode SDS-PAGE Dan KCKT. Skripsi. UIN Syarif Hidyatullah. Jakarta.

Palanivel, P., L. ashaokkumar, and R. Balagurunathan. 2013. Production, Purification and Fibrinolytic Characteerization of Alkaline Protease from Extremophilic Soil Fungi. International Journal of Pharma and Bio Sciences 4 (2): 101-110.

Ethica, S. N., 2014. Ctideteon Of Genes Involved In Glycerol Metabolysm Of Alcaligenes sp. JG3.

Rika A. P, N. Dea Hendryanti, Kristina V.A. 2020. Aktivitas Fibrinolitik Pada Makanan Fermentasi Berbasis Kacang (Bean) Di Kawasan Asia Sebagai Pangan Fungsional Anti-Atherotrombosis. Laporan Penelitian. Universitas Katolik Soegijapranata. Semarang.

Published

2025-01-14

How to Cite

Potensi Ekstrak Kasar Enzim dari Tempe Kedelai Hitam (Glycine soja (L.) Merr.) sebagai Obat Fibrinolitik Alami dengan Metode Clot Lysis In Vitro: Potential of Crude Enzymes from Black Soybean Tempeh (Glycine soja (L.) Merr.) as a Natural Fibrinolytic Medicine with Clot Lysis In Vitro Method. (2025). Jurnal Sains Dan Kesehatan, 5(2), 115-125. https://doi.org/10.30872/jsk.v5i2.p115-125