Pengetahuan dan Kesalahpahaman tentang Tuberkulosis pada Masyarakat Pedesaan di Kabupaten Bandung: Studi Cross-sectional

Authors

  • Retno Ariani Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Al Ghifari, Bandung, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.30872/jsk.v7i1.895

Keywords:

tuberculosis, knowledge, tuberculosis misconceptions

Abstract

Indonesia menempati peringkat kedua dunia untuk kejadian Tuberkulosis. Masyarakat pedesaan menghadapi tantangan besar dalam akses layanan kesehatan dan informasi TBC. Pengetahuan yang tidak tepat dapat mengakibatkan keterlambatan diagnosis, kepatuhan yang rendah dan peningkatan resiko menular. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengetahuan dan mengidentifikasi kesalahpahaman spesifik tentang TBC pada masyarakat pedesaan di sekitar Bandung. Metode yang digunakan adalah studi observational cross sectional, dilakukan pada 80 responden dewasa di 15 desa yang tersebar di tujuh kecamatan sekitar Bandung pada Juni 2025. Pengambilan sampel menggunakan teknik bola salju. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner terstruktur yang telah tervalidasi (Cronbach alpha 0,762). Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji bivariat dengan SPSS 26. Hasil penelitian rata-rata skor pengetahuan adalah 6,35±1,68 dengan distribusi kategori cukup 71,25%, baik 22,5% dan kurang 6,25%. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara karakteristik demografis dengan tingkat pengetahuan . Kesalahpahaman kritis meliputi : TBC hanya menyerang paru-paru (83,75%salah paham). Menghentikan pengobatan setelah merasa sehat (60%), stigma isolasi penderita (56,25%) dan batuk lama sebagai gejala utama hanya diketahui 61,25% responden. Masyarakat pedesaan sekitar Bandung memiliki pengetahuan TBC kategori cukup dengan kesalahpahaman kritis pada aspek TBC ekstrapulmonal, durasi pengobatan, dan stigma sosial . Diperlukan program edukasi menyeluruh yang berfokus pada koreksi kesalahpahaman spesifik.

 

References

[1] “Gerakan Indonesia Akhiri TBC.” Accessed: Sep. 10, 2025. [Online]. Available: https://kemkes.go.id/id/indonesias-movement-to-end-tb

[2] “Aksi Nyata Percepatan Eliminasi Tuberkulosis di Indonesia.” Accessed: Sep. 19, 2025. [Online]. Available: https://kemkes.go.id/id/47510

[3] K. Kesehatan and R. Indonesia, “Strategi Nasional Penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia”.

[4] Z. Gizaw, T. Astale, and G. M. Kassie, “What improves access to primary healthcare services in rural communities? A systematic review,” BMC Primary Care, vol. 23, no. 1, Dec. 2022, doi: 10.1186/S12875-022-01919-0.

[5] R. Rahmah and A. Brata, “Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit TB Paru di Desa Penyengat Olak Kabupaten Muaro Jambi,” Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT), vol. 3, no. 2, pp. 54–60, Feb. 2024, doi: 10.56742/NCHAT.V3I2.69.

[6] N. E. Harahap, M. Maimum, and A. Kholilah, “TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT TUBERKULOSIS DI DESA EMBACANG GEDANG KABUPATEN BUNGO,” MIDWIFERY HEALTH JOURNAL, vol. 5, no. 2, Aug. 2020, doi: 10.52524/MIDWIFERYHEALTHJOURNAL.V5I2.158.

[7] S. Supriyanto, S. Wulandari, and H. Halimatusyadiah, “Pengetahuan Keluarga Tentang Penyakit TB Paru Di RW 14 Desa Cihideung Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat,” Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika), vol. 3, no. 1, pp. 77–84, Mar. 2017, doi: 10.58550/JKA.V3I1.77.

[8] “Kasus Penyakit Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Penyakit di Provinsi Jawa Barat, 2024 - Statistical Data - BPS-Statistics Indonesia Jawa Barat Province.” Accessed: Sep. 19, 2025. [Online]. Available: https://jabar.bps.go.id/en/statistics-table/3/YTA1Q1ptRmhUMEpXWTBsQmQyZzBjVzgwUzB4aVp6MDkjMw==/kasus-penyakit-menurut-kabupaten-kota-dan-jenis-penyakit-di-provinsi-jawa-barat--2023.html?year=2023

[9] “Klasifikasi Desa Berdasarkan Perkembangannya.” Accessed: Sep. 19, 2025. [Online]. Available: https://pagerdawung-ringinarum.kendalkab.go.id/kabardetail/enVEZmZrQnlpWkVYTHlrZlp3YmlOUT09/klasifikasi-desa-berdasarkan-perkembangannya.html

[10] “PROSEDUR PENELITIAN SUATU PENDEKATAN PRAKTIK / SUHARSIMI ARIKUNTO | Perpustakaan Institut Pemerintahan Dalam Negeri.” Accessed: Sep. 19, 2025. [Online]. Available: https://inlislite.ipdn.ac.id/opac/detail-opac?id=8242

[11] R. Steyn, “The The influence of education on knowledge and character,” Interdisciplinary Journal of Education Research, vol. 6, pp. 1–12, Aug. 2024, doi: 10.38140/IJER-2024.VOL6.30.

[12] E. H. Damayanti, I. E. Ajmala, and N. A. P. Restuningdyah, “Hubungan Pengetahuan, Sikap, Dan Perilaku Penderita Tb Paru Terhadap Upaya Pencegahan Penularan Tb Paru Pada Keluarga Di Wilayah Kerja Puskesmas Kuripan Lombok Barat,” Jurnal Kedokteran (Unram Medical Journal), vol. 11, no. 3, pp. 983–989, Sep. 2022, doi: 10.29303/JK.V11I3.4739.

[13] S. Ahmed et al., “Mixed-methods study to assess delay among patients with tuberculosis in an urban setting of Bangladesh,” PLoS One, vol. 20, no. 7, Jul. 2025, doi: 10.1371/JOURNAL.PONE.0327348.

[14] Isnaeni, A. Ajat Sudrajat, and S. Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara, “Hubungan Pengetahuan dan Perilaku Keluarga Dengan Kejadian TB Paru di Puskesmas Purwasari,” MAHESA : Malahayati Health Student Journal, vol. 5, no. 9, pp. 4326–4336, Sep. 2025, doi: 10.33024/MAHESA.V5I9.19454.

[15] S. A. Junaid, O. J. Kanma-Okafor, T. F. Olufunlayo, B. A. Odugbemi, and O. B. Ozoh, “Tuberculosis stigma: Assessing tuberculosis knowledge, attitude and preventive practices in surulere, Lagos, Nigeria,” Ann Afr Med, vol. 20, no. 3, pp. 184–192, Jul. 2021, doi: 10.4103/AAM.AAM_40_20.

[16] D. R. Silva et al., “Risk factors for tuberculosis: diabetes, smoking, alcohol use, and the use of other drugs,” J Bras Pneumol, vol. 44, no. 2, pp. 145–152, Mar. 2018, doi: 10.1590/S1806-37562017000000443.

[17] S. C. Ozaltun and L. Akin, “An Evaluation of Medication Adherence in New Tuberculosis Cases in Ankara: A Prospective Cohort Study,” Healthcare (Basel), vol. 12, no. 23, Dec. 2024, doi: 10.3390/HEALTHCARE12232353.

[18] “Poltekkes Kemenkes Yogyakarta”, doi: 10.30598/pamerivol2issue2page90-102.

[19] T. L. C. Pradana, B. T. W. Putra, and W. S. Utami, “Stigma Tuberkulosis Paru di Asia Tenggara: Systematic Literatur Review,” MAHESA : Malahayati Health Student Journal, vol. 5, no. 6, pp. 2501–2512, Jun. 2025, doi: 10.33024/MAHESA.V5I6.18337.

[20] A. K. Verma and A. Singh, “Psychological disorders in tuberculosis: A narrative review,” Indian Journal of Tuberculosis, vol. 71, pp. S162–S164, Jan. 2024, doi: 10.1016/j.ijtb.2024.08.003.

[21] S. R. Ritchie, A. C. Harrison, R. H. Vaughan, L. Calder, and A. J. Morris, “New recommendations for duration of respiratory isolation based on time to detect Mycobacterium tuberculosis in liquid culture,” Eur Respir J, vol. 30, no. 3, pp. 501–507, Sep. 2007, doi: 10.1183/09031936.00131406.

Downloads

Published

2026-01-14

Deprecated: json_decode(): Passing null to parameter #1 ($json) of type string is deprecated in /home/jskff/public_html/plugins/generic/citations/CitationsPlugin.php on line 68

How to Cite

[1]
R. Ariani, “Pengetahuan dan Kesalahpahaman tentang Tuberkulosis pada Masyarakat Pedesaan di Kabupaten Bandung: Studi Cross-sectional”, J. Sains. Kes, vol. 7, no. 1, pp. 59–68, Jan. 2026, doi: 10.30872/jsk.v7i1.895.