Status Nutrisi Lansia di Panti Lansia. Suatu Studi Deskriptif
DOI:
https://doi.org/10.30872/jsk.v6i2.748Kata Kunci:
MNA-SF, Nutrisi, GeriatriAbstrak
Pendahuluan: Indonesia mengalami pergeseran demografis di mana menurut proyeksi Badan Pusat Statistik proporsi lansia akan menjadi 12,7% dari seluruh penduduk Indonesia pada tahun 2025. Panti lansia merupakan salah satu sektor jasa dalam industri kesehatan perawatan lansia. Penelitian ini dimotivasi untuk memotret keadaan keadaan lansia yang berada dalam perawatan institusi panti lansia. Fokus aspek yang ingin dilihat dalam penelitian ini adalah status nutrisi.
Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif potong lintang. Sampel diambil dari seluruh Lansia sebanyak 70 orang yang berada dalam satu Panti Lansia swasta yang berada di Penjagalan, Jakarta Utara. Instrumen yang digunakan Mini Nutritional Assessment (MNA-SF). Dalam penelitian ini juga dilakukan pemeriksaan gula darah sewaktu dan tekanan darah.
Hasil: Ditemukan 57,14% lansia berada dalam risiko malnutrisi (skor MNA-SF 8 – 11) dan 12,86% lansia berada dalam keadaan malnutrisi (Skor MNA-SF 0 – 7). Sebesar 38,57% lansia bertekanan darah sistolik > 140 mmHg dan 27,14% tekanan darah diastoliknya > 90 mmHg. Juga ditemukan 12,86% lansia kadar gula darah sewaktunya lebih besar dari 140 mg/dL, di mana terdapat 3 lansia (4,29%) gula darah sewaktunya > 200 mg/dL.
Kesimpulan: Cukup tinggi lansia di panti yang berada dalam keadaan risiko malnutrisi maupun malnutrisi sehingga hal ini membutuhkan perhatian agar pengelola panti lansia memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam pemberian nutrisi bagi lansia yang memadai.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Sains dan Kesehatan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


