Hubungan Jenis Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax dengan Kejadian Anemia pada Pasien Malaria di RSUD Ratu Aji Putri Botung Penajam Paser Utara

Authors

  • Doni Suryadi Medical Faculty Author
  • Vera Madonna Lumban Toruan Laboratorium Dermatologi dan Venereologi Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Author
  • Fransiska Anggreni Sihotang Laboratorium Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Author
  • Loly Rotua Dharmanita Siagian Laboratorium Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Author

Keywords:

malaria, plasmodium, anemia

Abstract

Malaria merupakan penyakit infeksi Plasmodium yang masih menjadi permasalahan kesehatan di wilayah tropis termasuk Indonesia. Penajam Paser Utara merupakan satu-satunya kabupaten dengan tingkat endemisitas tinggi malaria di luar wilayah timur Indonesia yang berada di Propinsi Kalimantan Timur. Pada malaria dapat timbul berbagai macam komplikasi salah satunya komplikasi hematologis. Komplikasi hematologis yang sering dijumpai baik pada malaria falciparum maupun malaria vivax salah satunya adalah anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara jenis Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax dengan kejadian anemia pada pasien malaria di RSUD Ratu Aji Putri Botung Penajam Paser Utara. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode cross sectional. Data bersumber dari rekam medik pasien malaria rawat inap di RSUD Ratu Aji Putri Botung Penajam Paser Utara periode Januari 2013 Agustus 2018 yang diambil dengan metode purposive sampling. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square. Subjek penelitian berjumlah 310 pasien malaria yang terdiri dari 60,3%(n=187) pasien terinfeksi Plasmodium falciparum dan 39,7% (n=123) pasien terinfeksi Plasmodium vivax. Mayoritas subjek penelitian berjenis kelamin laki-laki (95,8%) dan berada pada kelompok usia 26 40 tahun (56,5%). Anemia dijumpai pada 49% pasien malaria yang didominasi pasien malaria vivax (52%). Hasil uji statistik antara jenis Plasmodium dengan kejadian anemia didapatkan nilai p = 0,391. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara jenis Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax dengan kejadian anemia pada pasien malaria.

References

1. Moeis ES. Gangguan Ginjal Akut Pada Malaria Falciparum. In: Harijanto PN, Nugroho A, Gunawan CA, editors. Malaria dari Molekuler ke Klinis. 2nd ed. Jakarta: EGC; 2015. p. 278.

2. Kemenkes RI. Buku Saku Penatalaksanaan Kasus Malaria. Jakarta. 2017;1:38.

3. WHO. World Malaria Report 2019. Colombia. WHO; 2019.

4. Rotty L. Anemia Pada Malaria. In: Harijanto PN, Gunawan CA, Nugroho A, editors. Malaria Tata Laksana Klinis & Terapi. 3rd ed. Jakarta: EGC; 2018. p. 35–50.

5. Stefani A, Kurniawan B, Rudiyanto W. Hubungan Antara Usia dan Jenis Plasmodium Terhadap Kadar HemoglobinPenderita Malariadi Wilayah Kerja Puskesmas Hanura Kabupaten Pesawaran Relationship Between Age and Type of Plasmodium on Hemoglobin Levels in Malaria Patients in Hanura Public Health Work. 2019;8:125–30.

6. Rampengan TH. Malaria pada Anak. In: Harijanto PN, Nugroho A, Gunawan CA, editors. Malaria dari Molekuler ke Klinis. 2nd ed. Jakarta: EGC; 2015. p. 156–90.

7. Waraouw NN. Malaria Pada Kehamilan. In: Harijanto PN, Nugroho A, Gunawan CA, editors. Malaria dari Molekuler ke Klinis. 2nd ed. Jakarta: EGC; 2015. p. 196.

8. Susilawati, Sennang N, Naid T, Attamimi F. Kadar Hemoglobin dan Densitas Parasit Pada Penderita Malaria di Lombok Tengah. JST Kesehat. 2013;3(3):298–304.

9. Dini S, Douglas NM, Poespoprodjo JR, Kenangalem E, Sugiarto P, Plumb ID, et al. The risk of morbidity and mortality following recurrent malaria in Papua, Indonesia: A retrospective cohort study. BMC Med. 2020;18(1):1–12.

10. Kustiah SU, Adrial A, Reza M. Profil Hematologik Berdasarkan Jenis Plasmodium pada Pasien Malaria di Beberapa Rumah Sakit di Kota Padang. J Kesehat Andalas. 2020;9(1S):137–46.

11. Coelho HCC, Lopes SCP, Pimentel JPD, Nogueira PA, Costa FTM, Siqueira AM, et al. Thrombocytopenia in Plasmodium vivax Malaria Is Related to Platelets Phagocytosis. PLoS One. 2013;8(5):3–9.

12. Kemenkes RI. Situasi Terkini Perkembangan Program Pengendalian Malaria di Indonesia tahun 2018. Jakarta; 2018.

13. Asma U, Taufiq F, Khan W. Prevalence and clinical manifestations of malaria in aligarh, india. Korean J Parasitol. 2014;52(6):621–9.

14. Ghanchi NK, Khan MH, Arain MA, Zubairi MBA, Raheem A, Khan MA, et al. Hematological Profile and Gametocyte Carriage in Malaria Patients from Southern Pakistan. Cureus. 2019;11(3).

15. Kohli K, Das AK. Clinicopathological profile of malaria patients in an Central African United Nations hospital. Int J Res Med Sci. 2018;6(12):4106.

16. Dwithania M, Irawati N, Rasyid R. Insiden Malaria di Puskesmas Sungai Durian dan Puskesmas Talawi Kota Sawahlunto Bulan Oktober 2011 sampai Februari 2012. J Kesehat Andalas. 2013;2(2):76–9.

17. Susanti F, Wantini S. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Malaria Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Rajabasa Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan Factors Relationship With The Incidence Of Malaria In The Region Of UPT Puskesmas Rajabasa , District OfRajabasa ,. J Anal Kesehat. 2014;3(1):327–38.

18. Badan Pusat Statistik Penajam Paser Utara. Keadaan Angkatan Kerja Kabupaten Penajam Paser Utara. 2018. Available from: https://ppukab.bps.go.id

19. Irawan H, Merry MS, Wuryaningsih NS, TS TB. Profil Hematologik Berdasarkan Jenis Plasmodium Pada Pasien Malaria Rawat Inap Di Rsk Lindimara, Sumba Timur. Berk Ilm Kedokt Duta Wacana. 2017;2(2):393.

20. Afdhal MJ, Nurhayati N, Julizar J. Artikel Penelitian Membandingkan Status Hematologis Pasien Malaria Falciparum dengan Vivax di RSUP M . Djamil Januari 2011 – Maret 2013. J Kesehat Andalas. 2014;3(3):415–9.

21. Arif M, Jelia S, Meena S, Meena S, Jain P, Ajmera D, et al. A study of thrombocytopenia in malaria and its prognostic significance. Int J Res Med Sci. 2016;4(6):2373–8.

22. Rahmawati E, Hadi UK, Soviana S. Keanekaragaman jenis dan perilaku menggigit vektor malaria (Anopheles spp.) di Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. J Entomol Indones. 2014;11(2):53–64.

23. Solikhah S. Identifikasi Vektor Malaria. Kesmas Natl Public Heal J. 2013;7(9):403.

24. Joshi H, Sapre J. A Study of Different Hematological Parameters in Malaria. J Med Sci Clin Res. 2017;05(05):21503–8.

25. Rodrigues-da-Silva RN, Lima-Junior J da C, Fonseca e Fonseca B de P, Zuquim Antas PR, Baldez A, Storer FL, et al. Alterations in cytokines and haematological parameters during the acute and convalescent phases of Plasmodium falciparum and Plasmodium vivax infections. Mem Inst Oswaldo Cruz. 2014;109(2):154–62.

26. Sherwood L. Fisiologi Manusia?: Dari Sel ke Sistem. 8th ed. Ong HO, Mahode AA, Ramadhani D, editors. Jakarta: EGC; 2016.

27. WHO. Haemoglobin concentrations for the diagnosis of anaemia and assessment of severity. Vitamin and Mineral Nutrition Information System. 2011 [cited 2020 Feb 16]. p. 1–6. Available from: http://www.who.int/vmnis/indicators/haemoglobin.pdf

28. Quintero JP, Siqueira AM, Tobón A, Blair S, Moreno A, Arévalo-Herrera M, et al. Malaria-related anaemia: A Latin American perspective. Mem Inst Oswaldo Cruz. 2011;106(SUPPL. 1):91–104.

29. White NJ. Anaemia and malaria 11 Medical and Health Sciences 1108 Medical Microbiology 11 Medical and Health Sciences 1103 Clinical Sciences. Malar J. 2018;17(1):1–17. Available from: https://doi.org/10.1186/s12936-018-2509-9

30. Nugroho A. Patogenesis Malaria berat. In: Harijanto PN, Nugroho A, Gunawan CA, editors. Malaria dari Molekuler ke Klinis. 2nd ed. Jakarta: EGC; 2015. p. 38–61.

31. Castro-Gomes T, Moura&tild;o LC, Melo GC, Monteiro WM, Lacerda MVG, Braga EM. Potential immune mechanisms associated with anemia in Plasmodium vivax malaria: A Puzzling question. Infect Immun. 2014;82(10):3990–4000.

32. Douglas NM, Anstey NM, Buffet PA, Poespoprodjo JR, Yeo TW, White NJ, et al. The anaemia of Plasmodium vivax malaria. Malar J. 2012;11(August 2017)

33. Rivera-Correa J, Rodriguez A. Autoimmune Anemia in Malaria. Trends Parasitol. 2019;36(2):91–7. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.pt.2019.12.002

34. Ullah I, Ali MU, Ali S, Rafiq A, Sattar Z, Hussain S. Hematological Profile of Patients Having Malaria-positive Peripheral Blood Smears: A Cross-sectional Study at a Diagnostic Research Center in Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Cureus. 2018;

35. Fallis A. Hubungan Kadar Hemoglobin dengan respon Sitokin Proinflamasi. Media Litbang Kesehat. 2012;22(1):1689–99.

36. Limaye CS, Londhey VA, Nabar ST. The study of complications of vivax malaria in comparison with falciparum malaria in Mumbai. J Assoc Physicians India. 2012;60(10):15–8.

37. Fitri LE, Sardjono TW, Cahayani WA. Interaksi Hospes Parasit dan Patogenesis Malaria. In: Kupas Bahas Ringkas Malaria. 1st ed. Malang: UB Press; 2019. p. 35–48.

38. Lopez-Perez M, Álvarez Á, Gutierrez JB, Moreno A, Herrera S, Arévalo-Herrera M. Malaria-related anemia in patients from unstable transmission areas in Colombia. Am J Trop Med Hyg. 2015;92(2):294–301.

39. Naha K, Dasari S, Prabhu M. Spectrum of complications associated with Plasmodium vivax infection in a tertiary hospital in South–Western India. Asian Pac J Trop Med. 2012 Jan;5(1):79–82. Available from: http://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S1995764511602514

Published

2024-11-14

How to Cite

Hubungan Jenis Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax dengan Kejadian Anemia pada Pasien Malaria di RSUD Ratu Aji Putri Botung Penajam Paser Utara. (2024). Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(2), 233-241. https://jsk.ff.unmul.ac.id/index.php/JSK/article/view/323