Hubungan Usia, Jenis Kelamin, dan Status Perdarahan terhadap terjadinya Komplikasi pada Anak dengan Infeksi Dengue di RSUD Abdul Wahab Sjaharanie Samarinda

Authors

  • Regita Pratiwi Universitas Mulawarman Author
  • Yuniati Yuniati Universitas Mulawarman Author
  • Muhammad Buchori Universitas Mulawarman Author

Keywords:

infeksi dengue anak, komplikasi, usia, jenis kelamin, status perdarahan

Abstract

Beberapa studi mendapatkan hasil bahwa pada anak dengan infeksi dengue dapat ditemukan komplikasi dengan beberapa faktor yang mempengaruhi. Penelitian ini bersifat retrospektif dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara usia, jenis kelamin dan status perdarahan terhadap terjadinya komplikasi pada anak dengan infeksi dengue di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 110 rekam medis dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis dilakukan dengan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan 36 orang (32,7%) mengalami komplikasi. Status perdarahan memiliki hubungan yang signifikan terhadap terjadinya komplikasi (p = 0,026, OR 2,52, IK 95%; 1,10;5,76), usia (p = 0,799) dan jenis kelamin (p = 0,347) tidak berhubungan dengan terjadinya komplikasi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa status perdarahan berhubungan dengan terjadinya komplikasi pada anak dengan infeksi dengue di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.

References

[1] Setiati, Siti dkk., 2015. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I, Edisi VI. Jakarta: Interna Publishing.

[2] Centers for Disease Control and Prevention, 2009. Dengue and Dengue Hemorrhagic Fever. U.S Department of Health and Human Services. Didapatkan dari https://www.cdc.gov/dengue/resources/denguedhf-information-for-health-care-practitioners_2009.pdf

[3] Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2015. Buku Ajar Infeksi dan Pediatri Tropis Edisi Kedua. Jakarta: Badan Penerbit IDAI.

[4] World Health Organization. (2019). Ten Threats to Global Health in 2019. Didapatkan dari https://www.who.int/emergencies/ten-threats-to-global-health-in-2019

[5] Pan American Health Organization/World Health Organization, 2019. Epidemiological Update Dengue. Washington, D.C: PAHO / WHO

[6] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2014. Situasi Demam Berdarah Dengue di Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

[7] World Health Organization-Regional Office for South East Asian Region, 2012. SEARO Dengue Situation Update. Didapatkan dari http://www.searo.who.int/entity/vector_borne_tropical_diseases/data/seardengueupdate.pdf

[8] World Health Organization, Regional Office for South-East Asia, 2011. Comprehensiuve Guidelines for Prevention and Control of Dengue and Dengue Hemorragic Fever. India: WHO

[9] Leovani, V., Sembiring, L. P., & Winarto, 2015. Gambaran Klinis dan Komplikasi Pasien Demam Berdarah Dengue Derajat III dan IV di Bagian Penyakit Dalam RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Periode 1 Januari 2012 - 31 Desember 2013. JOM FK Vol. 2 (2)

[10] Raihan, Hadinegoro, S. R., & Tumbelaka, A. R, 2010. Faktor Prognosis Terjadinya Syok pada Demam Berdarah Dengue. Sari Pediatri Vol. 12(1) , 47-52.

[11] Mariko, R., Hadinegoro, S. R., & Satari, H. I, 2014. Faktor Prognosis Terjadinya Perdarahan Gastrointestinal dengan Demam Berdarah Dengue pada Dua Rumah Sakit Rujukan. Sari Pediatri Vol. 15(6) , 361-368.

[12] Pangaribuan, A., Prawirohartono, E. P., & Laksono, I. S, 2014. Faktor Prognosis Kematian Sindrom Syok Dengue. Sari Pediatri Vol. 15(5) , 332-340.

[13] Permatasari, D. Y., Rumaningrum, G., & Novitasari, A, 2015. Hubungan Status Gizi, Umur, dan Jenis Kelamin dengan Derajat Infeksi Dengue pada anak. Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol. 2 (1) .

[14] RSUD Abdul Wahab Sjahranie, 2017. Profil 2017 RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Bagian Perencanaan RSUD AWS Samarinda. Didapatkan dari http://www.rsudaws.co.id/uploads/DOWNLOAD/Profil%20RSUD%20AWS%202017.pdf

[15] Setiawati, S., 2011. Analisis Faktor-faktor Resiko Terjadinya Dengue Shock Syndrome pada Anak dengan Demam Berdarah Dengue (DBD) di RSUP Persahabatan dan RSUD Budhi Asih Jakarta. Jakarta: Universitas Indonesia.

[16] Sari, Candra Rizkiya, Kahar, Hartono, & Puspitasari, Dwiyanti, 2017. Pola Trombosit Pasien Infeksi Virus Dengue yang Dirawat di SMF Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Sari Pediatri Vol. 19(1), 1-6.

[17] Gupta, V., Yadav, T. P., Pandey, R. M., Singh, A., Gupta, M., Kanaujiya, M., et al., 2011. Risk Faktors of Dengue Shock Syndrome in Children. Journal of Tropical Pediatrics Vol. 57 (6) , 451-456. doi: 10.1093/tropej/fmr020.

[18] Yulianto, A. Laksono, S. & Jufrie, M., 2016. Faktor Prognosis Derajat Keparahan Infeksi Dengue. Sari Pediatri Vol. 18 (3), 198-203.

[19] Unit Kerja Koordinasi Infeksi dan Penyakit Tropis Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2014. Pedoman Diagnosis dan Tatalaksana Infeksi Virus Dengue pada Anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia.

[20] R., Ryanka, SAD., Trusda, & L., Yuniarti, 2015. Hubungan Karakteristik Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Kejadian Dengue Syok Syndrome (DSS) pada Anak. Prosiding Pendidikan Dokter hal. 843-851.

[21] Kurniawan, Muhammad, Juffrie, Mohammad, Rianto, Bambang U.D. (2015). Hubungan Tanda dan Gejala Klinis terhadap Kejadian Syok pada Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di RS PKU Muhamadiyah Gamping Daerah Istimewa Yogyakarta. Mutiara Medika Vol. 15(6) 1-6.

[22] Hardisman, 2013. Memahami Patofisiologi dan Aspek Klinis Syok Hipovolemik: Update dan Penyegar. Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 2(3) 178-182.

Published

2024-11-14

How to Cite

Hubungan Usia, Jenis Kelamin, dan Status Perdarahan terhadap terjadinya Komplikasi pada Anak dengan Infeksi Dengue di RSUD Abdul Wahab Sjaharanie Samarinda. (2024). Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(2), 212-217. https://jsk.ff.unmul.ac.id/index.php/JSK/article/view/327