Keterkaitan Antara Kejadian ISPA, Indeks Massa Tubuh (IMT), Dan Prestasi Akademis Pada Siswa Sekolah Dasar di Manokwari

Relationship Between the Incidence of Acute Respiratory Infections (ARI), Body Mass Index (BMI), and Academic Achievement in Elementary School Students in Manokwari

Authors

  • Florensya Gohao Ilmu Keperawatan, Universitas Kristen Satya Wacana Author
  • Arwyn Weynand Nusawakan Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Imu Kesehatan, Universitas Kristen Satya Wacana Author
  • Angkit Kinasih Pendidikan Kesehatan Jasmani dan Rekreasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Satya Wacana Author

Keywords:

infeksi saluran pernafasan akut, indeks massa tubuh, prestasi akademis

Abstract

Pada tahun 2013-2015 angka kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada balita dan anak usia sekolah dasar (? 15 tahun) di Indonesia mencapai yang tertinggi yakni sebanyak 82%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keterkaitan antara kejadian ISPA, Indeks Massa Tubuh, dan prestasi akademis pada siswa sekolah dasar di Manokwari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian study cross sectional, pada siswa SD di Manokwari dengan jumlah responden sebanyak 72 anak. Identifikasi kejadian ISPA dengam cara menanyakan riwayat gejala ISPA, penilaian status gizi dengan pengukuran antropometeri IMT/U, dan prestasi akademis menggunakan nilai raport (laporan pendidikan). Data dianalisis menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 39 anak yang mengalami ISPA, 10 anak yang memiliki status gizi kurang, dan 48 anak memiliki prestasi akademis yang cukup. Berdasarakan hasil uji korelasi tidak terdapat hubungan antara ISPA dengan prestasi akdemis (p = 0,882) maupun status gizi dengan prestasi akademis (p = 0,514). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat keterkaitan antara kejadian ISPA dan status gizi dengan prestasi akademis pada siswa sekolah dasar di Manokwari sehingga kemungkinan terdapat factor lain diluar penelitian ini yang juga mempengaruhinya.

References

[1] World Health Organization (WHO), Infection prevention and control of epidemic and pandemic prone acute respiratory infections in health care. 2014.

[2] I. Wignjadiputro, N. K. Susilarini, C. Y. Praptiningsih, E. Sariwati, V. Setiawaty, and G. Samaan, “Surveillance for Severe Acute Respiratory Infection as one approach to enhance Global Health Security in Indonesia,” Heal. Sci. J. Indones., vol. 9, no. 1, pp. 8–13, 2018.

[3] Kemenkes RI, Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, 2013.

[4] Dinkes Provinsi Papua Barat tahun 2017, Profil Papua Barat. Papua Barat: Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, 2017.

[5] BPS Kabupaten Manokwari, Manokwari Dalam Angka 2019. Manokwari: BPS Kabupaten Manokwari, 2019.

[6] Kemenkes RI, Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, 2018.

[7] Irwan, “Epidemiologi Penyakit Menular,” Yogyakarta: Absolute Media, 2017.

[8] Y. Trisnawati and K. Khasanah, “Analisis Faktor Intrinsik dan Ekstrinsik yang Berpengaruh Terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita Tahun 2013,” J. Kebidanan, vol. V, no. 01, pp. 43–53, 2013.

[9] W. Febriyanto, I. Mahfoedz, and M. Mulyanti, “Status gizi berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskemas Wonosari I Kabupaten Gunungkidul 2014,” J. Gizi dan Diet. Indones. (Indonesian J. Nutr. Diet., vol. 3, no. 2, p. 113, 2016.

[10] R. H. Sa’adah, R. B. Herman, and S. Sastri, “Hubungan Status Gizi dengan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Negeri 01 Guguk Malintang Kota Padangpanjang,” J. Kesehat. Andalas, vol. 3, no. 3, pp. 460–465, 2014.

[11] E. Wahyuningsih, “Hubungan Status Gizi dengan Prestasi Belajar Pada Anak Kelas V SDN 01 Kadilanggon Wedi Klaten,” J. Involusi Kebidanan, vol. 4, no. 8, pp. 47–59, 2014.

[12] K. L. Nichol, S. D’Heilly, and E. Ehlinger, “Colds and influenza-like illnesses in university students: Impact on health, academic and work performance, and health care use,” Clin. Infect. Dis., vol. 40, no. 9, pp. 1263–1270, 2005.

[13] D. A. Bujuri, “Analisis Perkembangan Kognitif Anak Usia Dasar dan Implikasinya dalam Kegiatan Belajar Mengajar,” LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan), vol. 9, no. 1, p. 37, 2018.

[14] T. P. Harjatmo, H. M. Par’i, and S. Wiyono, Penilaian Status Gizi. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan, 2017.

[15] T. Sudargo, E. Huriyati, L. Safitri, W. Irwanti, and S. A. Nugraheni, “Hubungan Antara Status Gizi, Anemia, Status Infeksi, Dan Asupan Zat Gizi Dengan Fungsi Kognitif Pada Anak Sekolah Dasar Di Daerah Endemik Gaki,” Gizi Indonesia, vol. 35, no. 2, pp. 126–136, 2014.

[16] Marlenywati., A. D. Hernawan, and A. D. Harfiyanti, “Hubungan Antara Status Gizi, Kebiasaan Sarapan Pagi, Aktifitas Fisik Dan Gangguan Kesehatan Dengan Prestasi Belajar Anak Sekolah Dasar (The Relationship Between Nutritional Status, Breakfast Habits, Physical Activity And Health Problems With School),” Majalah Ilmiah Al Ribaath, Universitas Muhammadiyah Pontianak, vol. 12, no. 2. pp. 16–23, 2015.

[17] H. Nugraheni, S. Indarjo, and Suhat, Promosi Kesehatan Berbasis Sekolah. Yogyakarta: Deepublish, 2018.

[18] M. Annas, “Hubungan Kesegaran Jasmani, Hemoglobin, Status Gizi, dan Makan Pagi terhadap Prestasi Belajar,” Media Ilmu Keolahragaan Indones., vol. 1, no. 2, 2011.

[19] C. C. Agustini, S. H. N. Malonda, and B. R. Purba, “Hubungan Antara Status Gizi Dengan Prestasi Belajar Anak Kelas 4 Dan 5 Sekolah Dasar Di Kelurahan Maasing Kecamatantumintingkota Manado,” Fak. Kesehat. Masyarakat, Univ. Sam Ratulangi, pp. 1–7, 2013.

[20] A. D. Kamila, A. Margawati, and N. Nuryanto, “Hubungan Kecacingan Dengan Status Gizi Dan Prestasi Belajar Pada Anak Sekolah Dasar Kelas Iv Dan V Di Kelurahan Bandarharjo Semarang,” J. Nutr. Coll., vol. 7, no. 2, pp. 77–83, 2018.

[21] L. P. P. Wadhani and I. B. A. Yogeswara, “Tingkat konsumsi zat besi (Fe), seng (Zn) dan status gizi serta hubungannya dengan prestasi belajar anak sekolah dasar,” J. Gizi Indones. (The Indones. J. Nutr., vol. 5, no. 2, pp. 82–87, 2017.

[22] A. D. N. Yadika, K. N. Berawi, and S. H. Nasution, “Pengaruh Stunting terhadap Perkembangan Kognitif dan Prestasi Belajar,” J. Major., vol. 8, no. 2, pp. 273–282, 2019.

[23] G. Hamdu and L. Agustina, “Pengaruh Motivasi Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Ipa Di Sekolah Dasar,” J. Penelit. Pendidik., vol. 12, no. 1, pp. 90–96, 2011.

[24] Andri, Z. Zagir, and O. J. Dores, “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Di SD Negeri 04 Bati Tahun Pelajaran 2016/2017,” J. Pendidik. Dasar Perkhasa, vol. 3, no. 2, pp. 414–426, 2017.

Published

2021-08-31

How to Cite

Keterkaitan Antara Kejadian ISPA, Indeks Massa Tubuh (IMT), Dan Prestasi Akademis Pada Siswa Sekolah Dasar di Manokwari: Relationship Between the Incidence of Acute Respiratory Infections (ARI), Body Mass Index (BMI), and Academic Achievement in Elementary School Students in Manokwari. (2021). Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(4), 538–544. https://jsk.ff.unmul.ac.id/index.php/JSK/article/view/402