Archiving Policy
Jurnal Sains dan Kesehatan melakukan pelestarian arsip melalui layanan Indonesia OneSearch dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan GARUDA (Garba Rujukan Digital) dari Kementerian Pendidikan Tinggi Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Selain itu, Jurnal Sains dan Kesehatan juga mengarsipkan berkas galley (pracetak) di Internet Archive melalui layanan Internet Archive Scholar. Sistem ini menciptakan pengarsipan yang terdistribusi di antara perpustakaan-perpustakaan yang berpartisipasi dan memungkinkan mereka untuk membuat arsip jurnal permanen untuk tujuan pelestarian dan restorasi.
Pelestarian arsip dilakukan agar seluruh dokumen yang telah diterbitkan memiliki akses alternatif di masa mendatang, terutama apabila terjadi gangguan pada situs web jurnal yang menyebabkan artikel tidak dapat diakses. Penulis juga dapat menyimpan seluruh versi karya mereka (versi yang diserahkan/ submitted version, versi yang diterima/ accepted version, dan versi akhir publikasi/ version of record) di repositori institusi mereka atau repositori lain pilihan mereka, seperti arXiv, bioRxiv, Figshare, atau Zenodo, tanpa masa embargo.
Jurnal Sains dan Kesehatan menyimpan versi digital yang lengkap dan sama persis dari setiap makalah yang diterbitkan di dalam fasilitas penyimpanan mutakhir. Standar format saat ini menyimpan sebagian besar berkas dalam format XML dan PDF. Pengarsipan situs web untuk informasi elektronik Jurnal Sains dan Kesehatan (termasuk situs web dan naskah) disimpan pada dua sumber yang terpisah. Pembaca dapat mengakses konten yang mengudara secara daring di salah satu peladen (server). Satu sumber lainnya menyimpan salinan cadangan dari konten yang sama. Sumber cadangan ini dapat diaktifkan apabila terjadi kegagalan peladen, dan situs web diharapkan dapat kembali diakses dalam waktu 24 hingga 72 jam.
Jurnal Sains dan Kesehatan berencana dan berkomitmen untuk menerbitkan jurnal ini dalam jangka waktu yang sangat panjang. Artikel-artikel jurnal akan tetap tersimpan secara daring dan dapat diakses oleh pembaca setidaknya hingga 10 tahun ke depan, sekalipun kami terpaksa menghentikan proses penerbitan akibat keadaan kahar (force majeure) yang sangat jarang terjadi.

