Plagiarism Policy
Dewan Redaksi Jurnal Sains dan Kesehatan menyadari bahwa plagiarisme merupakan tindakan yang tidak dapat diterima. Oleh karena itu, kami menetapkan kebijakan berikut yang memuat tindakan-tindakan spesifik, termasuk sanksi, apabila plagiarisme teridentifikasi di dalam artikel yang diserahkan untuk dipublikasikan di Jurnal Sains dan Kesehatan.
-
Naskah harus bersifat orisinal, belum pernah diterbitkan, dan tidak sedang dalam proses untuk diterbitkan di tempat lain.
-
Setiap materi yang diambil secara harfiah (kata demi kata) dari sumber lain harus ditandai agar berbeda dari teks asli naskah dengan cara:
(1) memberikan indentasi (lekukan),
(2) menggunakan tanda kutip, dan
(3) mencantumkan sumbernya. -
Pengecualian diberikan untuk naskah yang berasal dari repositori institusi berupa tugas akhir mahasiswa (skripsi, tesis, atau disertasi) dan belum pernah dipublikasikan di media ilmiah yang memiliki ISSN atau ISBN.
-
Setiap teks dengan jumlah yang melebihi standar penggunaan wajar (fair use)—dalam hal ini didefinisikan sebagai lebih dari dua atau tiga kalimat atau yang setara dengan itu—atau setiap materi grafis yang direproduksi dari sumber lain, memerlukan izin tertulis dari pemegang hak cipta dan, jika memungkinkan, dari penulis aslinya. Penulis juga wajib mencantumkan identitas sumber tersebut secara jelas (misalnya, dari publikasi sebelumnya).
-
Setiap naskah yang diserahkan akan diperiksa tingkat plagiarismenya oleh pemimpin redaksi (Editor-in-Chief) menggunakan perangkat lunak Plagiarism Checker X Professional. Batas maksimal tingkat kemiripan (similarity) yang diperbolehkan adalah 25%.

Dalam kasus tertentu di mana pemeriksaan kemiripan menunjukkan hasil yang meragukan (mendekati batas yang ditetapkan), pemeriksaan kedua akan menggunakan Turnitin dengan batas kemiripan yang sama yaitu 25%

