Uji Teratogenik Air Rebusan Mie Instan Selama Masa Kehamilan Mencit Betina (Mus musculus L.) Melalui Pengamatan Kelainan Morfologi Fetus

Authors

  • Sister Sianturi Fakultas Farmasi, Institut Sains dan Teknologi Nasional Author
  • Annisa Farida Muti Fakultas Farmasi, Institut Sains dan Teknologi Nasional Author
  • Moh. Benny Perdana Fakultas Farmasi, Institut Sains dan Teknologi Nasional Author

Keywords:

Teratogenik, Air Rebusan Mie Instan, Kelainan Morfologi

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara peringkat kedua di dunia terbanyak mengkonsumsi mie instan. Produk ini disukai oleh semua kalangan terutama ibu hamil sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh konsumsi mie instan terhadap perkembangan janin. Penelitian ini menggunakan hewan mencit sebagai hewan uji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek teratogenik pemberian air rebusan mie instan pada mencit hamil (Mus musculus L.) konsentrasi 30%, 50%, dan 70% berdasarkan pengamatan morfologi fetus mencit selama masa kehamilan. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 60 hewan percobaan mencit betina dalam masa kehamilan yang dibagi kedalam 10 kelompok, 1 kelompok diberikan aquadest sebagai kelompok kontrol dan 9 kelompok diberikan air rebusan mie instan dalam 3 merk berbeda dengan konsentrasi 30%, 50%, dan 70% yang diberikan pada hari ke-6 kehamilan sampai hari ke-15 kehamilan. Kemudian pada hari ke-18 mencit 6082183betina dikorbankan dengan cara dislokasi leher untuk melihat efek teratogenik berdasarkan morfologi pada fetus. Hasil uji statistik penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan jumlah rata-rata fetus mati pada setiap kelompok (p= 0,05), perbedaan berat badan (p= 0,0001), dan panjang badan (p= 0,0001) serta ditemukan adanya satu fetus yang mengalami cleftpalate atau kelainan pada langit-langit mulut fetus mencit pada perlakuan air rebusan mie instan konsentrasi 70%.

References

Villa, P., Kabupaten, B. & Moment, P.P., 2014. Dan Perilaku Konsumsi Mie Instan Pada Balita Di. , pp.386–401.

Tri Arianto, N., 2011. Pola Makan Mie Instan: Studi Antropologi Gizi Pada Mahasiswa Antropologi Fisip Unair. Jurnal Antropologi Gizi, pp.1–14. Available at:http://web.unair.ac.id/admin/file/f_34835_31mie.pdf.

Riska, R. & Jus, I. 2013. Hubungan Antara Konsumsi Mie Instan, Asupan (Energi, Protein, Vitamin A dan Fe) dan Status Gizi Laki-Laki Usia 19-29 Tahun di Pulau Sumatera (Analisis Data Sekunder Riskesdas 2010). Nutrire Diaita.Vol.5 No.1

Riskesdas. 2013. Depkes RI. Jakarta

Adjene, J.O., Kingsley AI, Isioma C. 2017. Effects of Long Term Consumption of Indomie Noodles. World Journal of Pharmaceutical Sciences. 6(12), pp. 152–158.

Cahyadi, W. (2008). Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan. In Bumi Aksara, Jakarta.

BPOM. (2015). Bahaya BTP (Bahan Tambahan Pangan) pada Mi Instan. Retrieved from http://ik.pom.go.id/v2016/artikel/BahayaBPT_Bahan Tambahan Pangan_ pada Mi Instan .pdf

Sadler, T. W. (2009). Embriologi Kedokteran Langman. In Medical Embryology. https://doi.org/10.1097/00006534-198801000-00024

Hashem, et al. (2019). Embryotoxic and Teratogenic Effects of Tartrazine in Rats. Toxicological Research, 35 No.1(toxicol), 75–81.

Emita, S. (2006). Efek Pemberian Monosodium Glutamat (MSG) Terhadap Perkembangan Embrio Mencit (Mus Musculus L.) Strain DDW selama Periode Praimplantasi Hingga Organogensis., Jurnal Biologi Sumatera.

Weber, E. M. And Olsson, I. A. S. (2008). Maternal Behaviour In Mus Musculus Sp.: An Ethological Review’, Applied Animal Behaviour Science. Doi: 10.1016/j.applanim.2008.06.006.

Loomis, T. A. (1978). Toksikologi Dasar (Edisi Ketiga). Semarang : IKIP Semarang Press

Akbar, B. (2010). Tumbuhan dengan Kandungan Senyawa Aktif yang berpotensi sebagai Bahan Antifertilitas. Jakarta: Penerbit Adabia Press.

Selevan, S. G., & Lemasters, G. K. (1987). The dose-response fallacy in human reproductive studies of toxic exposures. Journal of Occupational Medicine.?: Official Publication of the Industrial Medical Association.

Pratama, Andyka Ferry, Ciptono., Suhandoyo (2017). Pengaruh Pemberian Sakarin Terhadap Morfometri Fetus Putih (Rattus Norvegicus, L.)’, Jurnal Biologi-S1.

Ritter, E. J. (1977). Altered Biosynthesis, In Handbook of Teratology. Doi: 10.1007/978-1-4615-8933-4_5.

Dorland. (2012). Kamus Saku Kedokteran., EGC. Doi: 10.3233/wor-2012-0462-2341.

Hutahean, S. (2002). Prinsip-Prinsip Uji Toksikologi Perkembangan. Medan : Universitas Sumatera Utara. Retrived from https://www.researchgate.net /publication/42320057_Prinsip-Prinsip_Uji_Toksikologi_Perkembangan

Padmaningrum, R. (2009). Bahan Aditif Dalam Makanan. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta. Retrived from http://staffnew.uny.ac.id/ upload/131930137/pengabdian/c10-bahan-aditif-dalam-makananregina-tutikuny.pdf

Collins, A. M. (2012). The Laboratory Mouse. New York: Ltd. Elsevier.

Published

2024-11-14

How to Cite

Uji Teratogenik Air Rebusan Mie Instan Selama Masa Kehamilan Mencit Betina (Mus musculus L.) Melalui Pengamatan Kelainan Morfologi Fetus. (2024). Jurnal Sains Dan Kesehatan, 2(3), 182-192. https://jsk.ff.unmul.ac.id/index.php/JSK/article/view/143