Formulasi Sediaan Deodoran Spray dari Kombinasi Minyak Atsiri Kulit Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa) dan Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis L) serta Uji Aktivitas Antibakteri

Authors

  • Weri Veranita Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila, Jalan Raya Lenteng Agung Srengseng Sawah, Jakarta Author https://orcid.org/0000-0001-5660-0871
  • Agung Eru Wibowo Pusat Teknologi Farmasi dan Medika, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Puspitek, Serpong, Banten Author
  • Rachmaniar Rachmat Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila, Jalan Raya Lenteng Agung Srengseng Sawah, Jakarta Author

Keywords:

Deodorant antiperspirant spray, minyak atsiri kulit jeruk kalamansi, Citrofortunella microcarpa, ekstrak teh hijau, Camellia sinensis L.

Abstract

Penggunaan sabun dan air sebagai pencuci badan pada waktu mandi relatif kurang efektif untuk mencegah bau badan. Sehingga dapat  dilakukan beberapa alternatif tindakan lain, seperti menggunakan sediaan kosmetik anti bau badan (deodorant). Berdasarkan hasil penelitian dari 90% populasi di dunia ini telah menggunakan deodorant untuk mengontrol keringat dan bau di ketiak. Jeruk kalamansi (Citrusfortunela microcarpa) dipercaya dapat menghilangkan bau badan karena memiliki kandungan vitamin C dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan serta antibakteri. Sedangkan kandungan astringent alami pada teh hijau (Camellia sinensis L) dapat mengecilkan pori yang terbuka sehingga mengurangi produksi keringat. Pada penelitian ini dilakukan formulasi deodoran antiperspiran spray dari kombinasi minyak atsiri kulit jeruk kalamansi  dan ekstrak teh hijau dengan tiga formula dengan perbandingan 1:1 yaitu formula 1 dengan perbandingan konsentrasi 1,5%:1,5% Formula 2 dengan perbandingan konsentrasi 0,75%:0,75% dan Formula 3 dengan perbandingan konsentrasi 0,375%:0,375%. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian antibakteri terhadap bakteri Pseuodomonas aureugenisa dan Staphylococcus epidermidis, uji iritasi, uji stabilitas dan uji antiperspiran dengan metode gravimetri. Hasil uji menunjukkan bahwa pengujian antibakteri memberikan diameter hambat tertinggi sebesar 17,3mm dan 20mm yaitu pada formulasi 1 masuk dalam kategori kuat. sedangkan pengujian antiperspiran dengan pada formula 1 mengurangi produksi keringat  dengan hasil tertinggi sebanyak 9%. Dari hasil pengujian anti iritasi di dapat hasil negatif yang mana menunjukkan tidak terjadi iritasi sehingga aman untuk digunakan.

References

[1] Harry, R. G.. Harry’s Cosmeticology.1982. 7th ed. Chemical Publishing Company Inc: New York.

[2] Swaile, D. F., Elstun L. T., and Benzing K. W.2011. Clinical Studies Of sweat rate reduction by an over-the-counter soft-solid antiperspirant and comparison with a prescription antiperspirant product in male panelists. British Journal of Dermatology. British Association of Dermatologist.

[3] Sumarno AC., 2019, Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak, Fraksi N-Heksan,Etil Asetat Dan Air Kulit Buah Jeruk Kalamansi (Citrus Microcarpa) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Atcc 25923 Dan Escherichia Coli Atcc 25922, Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi, Surakarta

[4] Rubiatul, A.S.,Nor Helya I.K. 2015. Antibacterial Properties of Limau Kasturi (C.

microcarpa) Peels Extract.AENSI. Pages: 5-9

[5] Sumarno AC., 2019, Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak, Fraksi N-Heksan,Etil Asetat Dan Air Kulit Buah Jeruk Kalamansi (Citrus Microcarpa) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Atcc 25923 Dan Escherichia Coli Atcc 25922, Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi, Surakarta

[6] Herawti,H. dan Nurbaeti, B.” 2004. Nilai fungsional beberapa komponen aktif yang mengandung the “. Prosiding seminar nasional pangan funsional indegonous : potensi, regulasi, keamann, efikasi dan peluang pasar. ISBN 979-3566-23-X.

[7] Leliasari, I., 2015, Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Umbi Rumput Teki (Cyperus rontudus L) Terhadap Bakteri Staphyloccus aureus, dan Eschericia coli, Skripsi,Program Studi Farmasi FMIPA, ISTN, Jakarta.

[8] Wasitaatmaja, S. M.1997. Penuntun Ilmu Kosmetik Medik, Penerbit UI Press, Jakarta, h 95-103

Flick, E.W. 2001. Cosmetic and Toiletry Formulations Second Edition Volume 8. Noyes Publications, New York. h 3-5.

[5] Badan POM RI. 2009. Deodorant Anti-perspirant. Naturakos. IV:12.

[6] Herawti,H. dan Nurbaeti, B.” 2004. Nilai fungsional beberapa komponen aktif yang mengandung the “. Prosiding seminar nasional pangan funsional indegonous : potensi, regulasi, keamann, efikasi dan peluang pasar. ISBN 979-3566-23-X. departemen pertanian, Jakarta.

[7] Leliasari, I., 2015, Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Umbi Rumput Teki (Cyperus rontudus L) Terhadap Bakteri Staphyloccus aureus, dan Eschericia coli, Skripsi,Program Studi Farmasi FMIPA, ISTN, Jakarta.

[8] Endarti, Yulinah, E and Soediro, I. Kajian Aktivitas Asam Usnat terhadap Bakteri Penyebab Bau Badan. Di akses dari http://bahanalam.fa.itb.ac.id/detail.php?id=121. Oktober 2018

[9]. Klepak, Philip dan Jack Walkey. 2000. Antiperspitant and Deodorant. Britain: Kluwer Academic Publisher

[10] Shahtalebi M.A., Mustafa G., Farzan A., Shiri N., Shokri D. and Syed A.F., 2013, Deodorant effects of a sage extract stick: Antibacterial activity and sensory evaluation of axillary deodorancy, Journal of Research in Medical Sciences, 18 (10), 83.

[11] Ditjen POM,1985, Formularium Kosmetika Indonesia, Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Published

2024-11-14

How to Cite

Formulasi Sediaan Deodoran Spray dari Kombinasi Minyak Atsiri Kulit Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa) dan Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis L) serta Uji Aktivitas Antibakteri. (2024). Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(2), 142-146. https://jsk.ff.unmul.ac.id/index.php/JSK/article/view/172