Analisis Minimalisasi Biaya Antibiotik Ceftriaxone dan Cefotaxime pada Pasien Pneumonia Dewasa Rawat Inap RSUDP NTB 2018

Authors

  • Aulia Nabila Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Mataram Author
  • Candra Eka Puspitasari Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Mataram Author
  • G.A.P Sri Erwinayanti Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Mataram Author

Keywords:

pneumonia, ceftriaxone, cefotaxime, analisis minimalisasi biaya, uji t-Test

Abstract

Pneumonia adalah suatu infeksi pada jaringan paru-paru yang menyebabkan paru-paru tidak mampu bekerja dengan baik. Pengobatan lini pertamanya menggunakan antibiotik golongan cephalosporin yaitu ceftriaxone dan cefotaxime. Kedua terapi tersebut memiliki perbedaan yang signifikan dalam hal biaya sehingga perlu dilakukan analisis farmakoekonomi dengan metode analisis minimalisasi biaya (AMiB). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minimalisasi biaya antibiotik ceftriaxone dan cefotaxime pada pasien pneumonia dewasa dengan luaran sembuh di instalasi rawat inap RSUD Provinsi NTB tahun 2018. Penelitian dilakukan pada bulan Juli hingga Agustus 2019. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 18. Data yang digunakan bersifat retrospektif pada tahun 2018. Analisis minimalisasi biaya ceftriaxone dan cefotaxime menggunakan perbandingan perhitungan biaya total, diperoleh terapi cefotaxime lebih cost-minimize Rp1.297.829 atau 26,1% dibanding terapi ceftriaxone. Terdapat perbedaan yang signifikan antara biaya rawat inap dan biaya obat kelompok obat ceftriaxone dan cefotaxime menggunakan uji t-Testdengan p < 0,05. 

References

NICE. Pneumonia: Diagnosis and Management of Community-and Hospital-Acquired Pneumonia in Adults. UK: NICE Clinical Guideline 191, 2014.

Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Penerapan Kajian Farmakoekonomi. Kementerian Kesehatan RI, 2013.

World Health Organization. Pneumonia. http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs331/en/index.html. Dipublikasikan 24 Februari, 2014. Diakses 24 Mei, 2018.

Muliadi, A.W. Data 10 Penyakit Terbanyak di Rumah Sakit (RS) di Indonesia. Info Dokter. https://www.infodokterku.com/index.php/en/98-daftar-isicontent/data/data-kesehatan/212data-10-penyakit-terbanyak-di-rumah-sakit-rs-di- indonesia. Dipublikasikan 15 Februari, 2011. Diakses 30 Mei, 2019.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Pneumonia Komunitas, Pedoman Diagnosis & Penatalaksanaan di Indonesia Edisi II. Jakarta: PDPI, 2014.

Jayesh. 2010. Pharmacocinetics of Ceftriaxone. Vet. Arhiv. 80:1-9.

Baroroh, F. dan Fauzi, L.A. 2017. Analisis Biaya Terapi Stroke pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul Yogyakarta. J Ilm Ibnu Sina. 29:3-101.

Purwaningrum, R. Kajian Kerasionalan dan Biaya Penggunaan Antibiotika pada Terapi Pneumonia di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. [Skripsi]. Yogyakarta: Fakultas Farmasi, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta; 2007.

Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2017. Mataram: Dikes Provinsi NTB, 2017.

RSUD Provinsi NTB. Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB. RSUD Provinsi NTB. https://www.rsud.ntbprov.go.id/ . Dipublikasikan 12 Desember, 2017. Diakses 25 Mei, 2018.

Endra, F. Pengantar Metodologi Penelitian. Sidoarjo: Zifatama Jawara, 2017.

Febria, E.S., C. Martin R., dan Kuntjoro H. 2016. FaktorFaktor yang Berhubungan dengan Diagnosis Pneumonia pada Pasien Usia Lanjut. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia. 3:183-192.

Departemen Kesehatan RI. Pharmaceutical Care untuk Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan. Jakarta: Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, 2005.

Aulia, D., Ayu, S.F. dan Nefonafratilova. Analisis Perbandingan Biaya Langsung (DirectCost) dan bIaya Tidak Langsung (Indirect Cost) pada Pasien Stroke di Rumah Sakit. Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia, 2017. 2:82-8.

Kementerian Kesehatan RI. Modul Tatalaksana Standar Pneumonia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2005.

Wonodi, C.B., Deloria-Knoll, M., Feikin, D.R., DeLuca, A.N., Driscoll, A.J., Mosi, J.C., Johnson, H.L., Murdoch, D.R., O'Brien, K.L., Levine, O.S., Scott, J.A.G. dan the Pneumonia Methods Working Group and PERCH Site Investigators. 2012. Evaluation of Risk Factors for Severe Pneumonia in Children: The Pneumonia Etiology Research for Child Health Study. Clinical Infectious Diseases. 54:124131.

Dipiro, J.T., Wells, B.G., Dipiro C.V., dan Schwinghammer, T.L. Pharmacotherapy Handbook. Ninth Edition. USA: Mc Graw-Hill Education,2015.

Yuda, M. Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia Dengan Metode Gyssens Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Dokter Moewardi Surakarta Tahun 2013. [Skripsi]. Surakarta: Fakultas Farmasi Universitas Muhamadiyah Surakarta; 2015.

Tjay, T.H. dan Rahardja, K. Obat-Obat Penting Khasiat, Penggunaan dan Efek -Efek Sampingnya. Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2015.

Hadning, I., Ikawati, Z. dan Andayani, T.M. 2015. Stroke Treatment Cost Analysis for Consideration on Health Cost Determination Using INA-CBGs. Int J Public Health Sci. 4:28893.

Published

2024-11-14

How to Cite

Analisis Minimalisasi Biaya Antibiotik Ceftriaxone dan Cefotaxime pada Pasien Pneumonia Dewasa Rawat Inap RSUDP NTB 2018. (2024). Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(1). https://jsk.ff.unmul.ac.id/index.php/JSK/article/view/188

Most read articles by the same author(s)