Status Gizi Mahasiswa Universitas Pertahanan Republik Indonesia Program S1 Angkatan 1

Authors

  • Dwi Monik Purnamasari Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Sentul Bogor Author https://orcid.org/0000-0002-9407-6000
  • Grace Joselini Corlesa Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Sentul Bogor Author
  • Handrian Rahman Purawijaya Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Sentul Bogor Author
  • Astikahilda Maria Pangemanan Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Sentul Bogor Author
  • Cahya Wahyudi Januarta Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Sentul Bogor Author
  • Roy Envito Utama Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Sentul Bogor Author
  • Adristi Anargya Athallah Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Sentul Bogor Author
  • Rachma Hidana Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Sentul Bogor Author
  • Elies Fitriani Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Sentul Bogor Author
  • Yolanda Safitri Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Sentul Bogor Author
  • Alfa Januar Krista Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Sentul Bogor Author

Keywords:

BIA, malnutrisi, status gizi, obesitas

Abstract

Indonesia saat ini mengalami permasalahan gizi kurang dan gizi lebih. Status gizi ini dapat memengaruhi kualitas kesehatan sumber daya manusia. Pada tahun 2020 Universitas Pertahanan Republik Indonesia membuka program S1 untuk memenuhi keperluan sumber daya manusia pada instansi militer dan Kementrian Pertahanan. Perlu upaya deteksi dini status gizi agar kejadian malnutrisi dapat ditindak lanjuti. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional pada 288 subjek mahasiswa S1 Universitas Pertahanan. Pengukuran status gizi dilakukan melalui perhitungan Indeks Masa Tubuh dan persentase masa lemak dengan alat Bioelectrical impedance analysis. Berdasarkan indeks masa tubuh, terdapat 8% dari seluruh subjek mengalami obesitas, 64,6% gizi normal, 20,1% overweight, dan 7,3% gizi kurang. Jika dikelompokan berdasarkan jenis kelamin, sebanyak 6,7% laki-laki obesitas, 24,7% overweight, 7,3% gizi kurang, dan 61,2% gizi normal, sedangkan pada perempuan, terdapat 10% obesitas, 70% normal, 12,7% overweight, dan 7,3% gizi kurang. Berdasarkan persentase lemak tubuh, dari seluruh subjek didapatkan hasil 83.3 % subjek normal, sedangkan 16,7% mengalami obesitas. Jika diklasifikasikan berdasarkan jenis kelamin, obesitas terjadi sebanyak 2,2% pada laki-laki dan 40% pada perempuan. Dapat disimpulkan bahwa prevalensi obesitas maupun gizi kurang pada seluruh mahasiswa menurut indeks masa tubuh termasuk rendah, namun, proporsi mahasiswa dengan risiko overweight dan obesitas menurut persentase lemak cukup tinggi.

References

[1] Kementerian Kesehatan RI BP dan PK (Balitbang). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Jakarta: Laporan Nasional. Jakarta: 2018.

[2] Astuti NFW, HE, & SS. Prevalensi dan Faktor yang Berhubungan dengan Terjadinya Beban Gizi Ganda pada Keluarga di Indonesia. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia 2020;16:110–5.

[3] Shah AH BR. Body composition, its significance and models for assessment. Althea Medical Journal 2015;2.

[4] Rao KM ANRMBNLABG. Correlation of Fat Mass Index and Fat-Free Mass Index with percentage body fat and their association with hypertension among urban South Indian adult men and women. Ann Hum Biol 2012;39:54–8.

[5] Shils ME SMRACB. Modern nutrition in health and disease. 10th ed. Baltimore: Lippincot Williams & Wilkins; 2006.

[6] Thamarin N. Penilaian Status Gizi. Jakarta: PPSDM Kemenkes RI.; 2017.

[7] Gibson Rosalind. Principles of Nutritional Assessment. Ed 2. New York: Oxford University Press; 2005.

[8] Bethesda. National Institutes of Health: Clinical Guidelines on the Identification, Evaluation, and Treatment of Overweight and Obesity in Adults. 1998.

[9] Heinrich KM JNSR. Obesity classification in military personnel: a comparison of body fat, waist circumference, and body mass index measurements. J Mil Med 2008;173:67.

[10] Rachma Savitri Rohannisa Naja PAP. TNI Angkatan Udara dan Keamanan Wilayah Udara Indonesia. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia 2020;2:236–45.

[11] Andrizal. Analisis Yuridis Tentang Kedudukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Setelah Berlakunya Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004. Jurnal Ilmu Hukum 2014:110–9.

[12] Universitas Pertahanan. Laksanakan Upacara Pemberangkatkan Calon Mahasiswa Mahasiswa S1 Unhan Diksarmil di Akmil Magelang. https://www.idu.ac.id/berita/unhan-laksanakan-upacara-pemberangkatkan-mahasiswa-mahasiswa-s1-unhan-diksarmil-di-akmil-magelang.html. 2020.

[13] Hartz CS, SM, LCR, BJ, M. Effect of Inspiratory Muscle Training on Performance of Handball Athletes. Journal of Human Kinetics 2018;63:43–51.

[14] Burke LM MNPJ. National nutritional programs for the 2012 London Olympic Games: A systematic approach by three different countries. Nestle Nutr Inst Workshop Ser 2013;76:103–20.

[15] Beck KL, TJS, SRJ, von HPR. Role of nutrition in performance enhancement and postexercise recovery. Open Access Journal of Sports Medicine 2015;6:259–67.

[16] Acharya Y, LN, HMF, RW, RP, OAM, MS. Nutritional status, cognitive achievement, and educational attainment of children aged 8-11 in rural South India. PloS One 2019;14:e0223001.

[17] Inoue S. The Asia Pasific perspective:redifining obesity and its treatment. 2000.

[18] Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia 2015. 2015.

[19] Hruby Adela HO, BL,MC,MS,YA,STJ. Trends in overweight and obesity in soldiers entering the US Army, 1989-2012. Obesity (Silver Spring) 2015;23:662–70.

[20] Reyes-Guzman CM BRF-HVWJ. Overweight and obesity trends among active duty military personnel: a 13-year perspective. Am J Prev Med 2015;48:145–53.

[21] LTC Stephanie Meyer S; LRCS. Army Body Composition Program Study Results Concerning: Enrollees Are More Over Fat Than Expected. Military Medicine 2019;184:400.

[22] Bin Horaib G A-KHMASMANBAAAA-AAAK. Prevalence of obesity among military personnel in Saudi Arabia and associated risk factors. Saudi Med J 2013;34:401–7.

[23] Fridawati AP. Hubungan antara asupan energi, karbhohidrat, protein, dan lemak terhadap obesitas sentral pada orang dewasa di Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Yogyakarta. 2016.

[24] Setyowati Rachmi Dewi. Sistem penyelenggaraan makanan, tingkat konsumsi, status gizi serta ketahanan fisik siswa pusat pendidikan zeni kodiklat tni AD bogor jawa barat. 2008.

[25] Nandita Nury Latifah AM,AR. Hubungan komposisi tubuh dengan kesegaran jasmani pada atlet hockey. Jurnal Keolahragaan 2019;7:146–54.

[26] Fink HH, MAE. Practical applications in sports nutrition. 4 th. Jones and Bartlett Learning; 2015.

Published

2024-11-14

How to Cite

Status Gizi Mahasiswa Universitas Pertahanan Republik Indonesia Program S1 Angkatan 1. (2024). Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(6), 864-869. https://jsk.ff.unmul.ac.id/index.php/JSK/article/view/393

Most read articles by the same author(s)