Uji Toksisitas Akut Oral Ekstrak Etanol Daun Halaban (Vitex pinnata L.)

Acute Oral Toxicity Test of Ethanol Extract of Halaban Leaf (Vitex pinnata L.)

Authors

  • Vita Olivia Siregar Universitas Mulawarman Author
  • Veri Andika Author

DOI:

https://doi.org/10.30872/

Keywords:

Daun Halaban, Vitex pinnata, Toksisitas, LD50, mencit

Abstract

Tumbuhan halaban (Vitex pinnata L.) merupakan flora khas Kalimantan yang digunakan secara empiris oleh masyarakat Kalimantan untuk mengobati berbagai penyakit, seperti malaria dan diabetes. Dengan keragaman manfaatnya, daun halaban memerlukan profil keamanan untuk pengembangan lebih lanjut. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui nilai rendemen, serta nilai LD50 dan efek toksik pemberian EEDH terhadap mencit. Daun halaban diekstraksi secara maserasi dengan etanol 96%. Mencit dibagi ke dalam 5 kelompok yang terdiri atas kelompok normal (NaCMC 1%) dan 4 kelompok uji (5, 50, 300, dan 2000 mg/Kg/BB). Tiap kelompok diamati selama 4 jam setelah perlakuan dan dilanjutkan selama 14 hari. Setelah 14 hari hewan dibedah untuk diamati organnya. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan nilai rendemen EEDH sebesar 25%. Hasil uji toksisitas akut, EEDH tidak menyebabkan kematian hingga dosis tertinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa EEDH memiliki potensi nilai LD50 >2000 mg/KgBB dan termasuk dalam sediaan yang bersifat praktis tidak toksik.

References

[1] F. Yunita, “Peranan bahan alam dalam pandemi COVID-19,” Ebers papyrus, vol. 27, no. 1, pp. 4–15, 2021.

[2] V. Arianti, “Gambaran tingkat pengetahuan penggunaan obat tradisional mahasiswa farmasi Politeknik Kesehatan Hermina,” Indonesian Journal of Health Science, vol. 2, no. 2, pp. 73–76, 2022.

[3] F. Fatimah, N. Lestariningsih, F. Najwa, N. Ainullatiffah, and A. Dalila, “Pemanfaatan Tumbuhan Halaban (Vitex pinnata) Sebagai Obat Herbal Bagi Masyarakat Kalimantan Tengah,” Jurnal Penelitian Sains Dan Pendidikan (JPSP), vol. 3, no. 1, pp. 65–72, 2023.

[4] N. Lestariningsih, M. Jalil, A. AYATUSA’ADAH, and R. Nirmalasari, “Ethnomedicine exploration of medicinal plants in Dayak Bakumpai and Ngaju tribes, Central Kalimantan, Indonesia,” Biodiversitas, vol. 24, no. 2, 2023.

[5] A. Hermansyah and T. A. Z. Harlia, “Skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan ekstrak kulit batang laban (Vitex pubescens vahl),” Jurnal Kimia Khatulistiwa, vol. 4, no. 2, 2015.

[6] R. Septiawati, D. Kurniawati, and A. Herawati, “Aktivitas Ekstrak Etanol Kulit Kayu Laban (Vitex pubescens Vahl) Terhadap Penyembuhan Luka Sayat Pada Tikus Putih,” Jurnal Farmasi Tinctura, vol. 4, no. 2, pp. 50–62, 2023.

[7] Z. Zulfarina, Y. Rosiana, D. Ayudia, and D. Darmawati, “Isolasi Bakteri Endofit dari Tanaman Laban (Vitex Pubescens Vahl) sebagai Antibakteri,” JST (Jurnal Sains dan Teknologi), vol. 11, no. 1, pp. 85–92, 2022.

[8] Kemenkes RI, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer. Jakarta, Indonesia, 2018.

[9] BPOM RI, Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pedoman Uji Toksisitas Praklinik In Vivo. Jakarta, Indonesia, 2022.

[10] Kemenkes RI, Farmakope Herbal Indonesia, Edisi 2. Jakarta, Indonesia, 2017.

[11] E. S. Syamsul, N. A. Amanda, and D. Lestari, “Perbandingan ekstrak lamur Aquilaria malaccensis dengan metode maserasi dan refluks,” Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, vol. 2, no. 2, pp. 97–104, 2020.

[12] C. P. M. Putri, H. M. Ansory, and I. R. Hanifah, “Uji Toksisitas Akut Miristisin Terhadap Mencit Putih Betina (Mus musculus),” Majalah Farmaseutik, vol. 20, no. 2, pp. 132–137, 2024.

[13] S. L. Regan, M. T. Williams, and C. V Vorhees, “Review of rodent models of attention deficit hyperactivity disorder,” Neurosci Biobehav Rev, vol. 132, pp. 621–637, 2022.

[14] E. M. , I. N. I. , F. C. L. , A. E. I. , K. I. A. , L. N. A. , P. A. S. , M. S. M. S. , M. J. S. , dan I. Riana, Toksikologi Dasar. Bandar Lampung, 2023.

[15] L. A. Whyte and H. R. Jenkins, “Pathophysiology of diarrhoea,” Paediatr Child Health, vol. 22, no. 10, pp. 443–447, 2012.

[16] OECD, Guidance Document on Acute Oral Toxicity Testing- Fixed Dose Procedure. France, 2001.

[17] H. M. Putra, A. Sulaeman, A. N. Istiqomah, and I. Nurfadillah, “Penetapan Toksisitas Akut dan Subkronik Pada Ekstrak Etanol Daun Katuk (Sauropus androgynus (L). Merr),” Majalah Farmasi dan Farmakologi, vol. 27, no. 3, pp. 125–128, 2023.

[18] H. Khalishah, H. Kurniawan, F. Nugraha, S. N. Nurbaeti, and I. Fajriaty, “Pengaruh pemberian serbuk cangkang telur terhadap bobot badan dan indeks organ tikus putih (Rattus norvegicus l.) galur wistar dalam 28 hari,” Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN, vol. 5, no. 1, pp. 1–6, 2021.

[19] M. Djamaludin, K. Ria, and Y. P. Bagus, “Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium polyanthum) Pada Mencit galur Ddy (Mus musculus),” Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, vol. 4, no. 4, pp. 355–368, 2021.

[20] J.-F. Kuo, H.-Y. Wu, C.-W. Tung, W.-H. Huang, C.-S. Lin, and C.-C. Wang, “Induction of thymus atrophy and disruption of thymocyte development by fipronil through dysregulation of IL-7-associated genes,” Chem Res Toxicol, vol. 37, no. 9, pp. 1488–1500, 2024.

[21] L. M. Kurniawidjaja, F. Lestari, M. Tejamaya, and D. H. Ramdhan, “Konsep dasar toksikologi industri,” Fkm Ui, pp. 54–118, 2021.

Downloads

Published

2026-01-14

Deprecated: json_decode(): Passing null to parameter #1 ($json) of type string is deprecated in /home/jskff/public_html/plugins/generic/citations/CitationsPlugin.php on line 68

How to Cite

[1]
V. O. Siregar and V. Andika, “Uji Toksisitas Akut Oral Ekstrak Etanol Daun Halaban (Vitex pinnata L.): Acute Oral Toxicity Test of Ethanol Extract of Halaban Leaf (Vitex pinnata L.)”, J. Sains. Kes, vol. 7, no. 1, pp. 98–105, Jan. 2026, doi: 10.30872/.

Similar Articles

11-20 of 159

You may also start an advanced similarity search for this article.