Hubungan Lama Menjalani Hemodialisis dengan Tingkat Depresi pada Pasien Hemodialisis di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda

Authors

  • Joses Michael Korin Universitas Mulawarman Author
  • Eka Yuni Nugrahayu Laboratorium Ilmu Kesehatan Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman, Indonesia Author
  • Nirapambudi Devianto Laboratorium Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman, Indonesia Author

Keywords:

Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisis, Depresi, HDRS

Abstract

Depresi merupakan salah satu masalah psikiatri yang paling sering dihadapi oleh pasien-pasien dengan perjalanan penyakit yang bersifat kronis, seperti pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menjalani hemodialisis dengan tingkat depresi pasien yang menjalani hemodialisis di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah 62 orang pasien gagal ginjal kronik yang sedang menjalani hemodialisis dan dipilih secara non-random dengan metode consecutive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat depresi pada penelitian ini adalah kuesioner Hamilton Depression Rating Scale (HDRS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebanyakan responden berada di rentang usia 46-52 tahun, berjenis kelamin laki-laki, telah menikah, tamatan SMA, dan sedang tidak memiliki pekerjaan. Sebagian besar responden telah menjalani hemodialisis selama lebih dari 12 bulan (66.1%) dan paling banyak mengalami depresi ringan (48.4%). Hasil uji korelasi Somers’d didapatkan p-value 0.000 (p<0.05) dengan nilai r -0.589. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara lama menjalani hemodialisis dengan tingkat depresi pada pasien yang menjalani hemodialisis dengan kekuatan korelasi/hubungan yang kuat dan arah korelasi yang negatif (semakin lama pasien menjalani hemodialisis, semakin rendah tingkat depresi yang dialaminya).

References

[1.] Suwitra K., 2014. Penyakit ginjal kronik. Dalam Sudoyo, dkk, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jakarta. Interna Publishing.

[2.] Kemenkes., 2018. Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS), Vol. 44.

[3.] Amran., 2019. Data Hemodialisa AWS 2019, Samarinda.

[4.] Bayat N, Alishiri GH, Salimzadeh A, Izadi M, Saleh DK, Lankarani MM, et al., 2011. Symptoms of anxiety and depression: A comparison among patients with different chronic conditions, Journal of Research in Medical Sciences, 16(11), 1441.

[5.] Saeed Z, Ahmad AM, Shakoor A, Ghafoor F, Kanwal S., 2012. Depression in patients on hemodialysis and their caregivers, Saudi Journal of Kidney Disease Transplant, 23(5):946.

[6.] Lukman N, Kanine E, Wowiling F., 2013. Hubungan Tindakan Hemodialisa Dengan Tingkat Depresi Klien Penyakit Ginjal Kronik Di RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado, Jurrnal Keperawatan.

[7.] Indonesian Renal Registry (IRR)., 2017. 9 th Report Of Indonesian Renal Registry 2016,1–46.

[8.] Amira O., 2011. Prevalence of symptoms of depression among patients with chronic kidney disease, Nigerian Journal of Clinical Practice,14(4), 460–3.

[9.] Carrero JJ, Hecking M, Chesnaye NC, Jager KJ., 2018. Sex and gender disparities in the epidemiology and outcomes of chronic kidney disease, Nature Review Nephrology, 14(3), 151.

[10.] Hayani N., 2016. Hubungan Dukungan Sosial Dengan Tingkat Depresi Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan, Repositori USU.

[11.] Erdenen F, Curuk E, Karsidag C, Muderrisoglu C, Besler M, Trabulus S, et al., 2010. Evaluation of disability, anxiety and depression in hemodialysis patients, Nobel Medicus, 39, 44.

[12.] Sadock BJ, Sadock VA., 2010. Buku Ajar Psikiatri Klinis, Jakarta: EGC.

[13.] Taylor SE., 2015. Health psychology, McGraw-Hill Education.

[14.] Sembiring RM., 2016. Simtom Ansietas dan Depresi pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Stadium 5 Dialisis di RSUP H. Adam Malik Medan, Repositori USU.

[15.] Andrade CP, Sesso RC., 2012. Depression in chronic kidney disease and hemodialysis patients. Psychology Journal, 3(11), 974–8.

[16.] Wijaya A., 2005. Kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis dan mengalami depresi, Universitas Indonesia.

[17.] Anees M, Hameed F, Mumtaz A, Ibrahim M, Saeed KMN., 2011. Dialysis-related factors affecting quality of life in patients on hemodialysis, Iran J Kidney Disease.

[18.] Wu AW, Fink NE, Marsh-Manzi JVR, Meyer KB, Finkelstein FO, Chapman MM, et al., 2004. Changes in quality of life during hemodialysis and peritoneal dialysis treatment: generic and disease specific measures, Journal of the American Society of Nephrology, 15(3), 743–53.

[19.] Rustina R., 2013. Gambaran Tingkat Depresi pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Dr. Soedarso Pontianak Tahun 2012, Jurnal Mahasiswa Fakultas Kedokteran Untan,1(1).

[20.] Hemate Z, Alidosti M., 2013. The relationship of depression with restless leg syndrome in hemodialysis patient’s dialysis centers in Chaharmahal and Bakhtiari 2011, Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research, 18(6), 511.

[21.] Sarafino EP, Smith TW., 2014. Health psychology: Biopsychosocial interactions, John Wiley & Sons.

[22.] Siamopoulos KC, Eleftheriades EG, Pappas M, Sferopoulos G, Tsolas O., 1988. Ovine corticotropin-releasing hormone stimulation test in patients with chronic renal failure: pharmacokinetic properties, and plasma adrenocorticotropic hormone and serum cortisol responses, Hormon Research in Paediatric, 30(1), 17-21.

Published

2024-11-14

How to Cite

Hubungan Lama Menjalani Hemodialisis dengan Tingkat Depresi pada Pasien Hemodialisis di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. (2024). Jurnal Sains Dan Kesehatan, 2(4), 367-372. https://jsk.ff.unmul.ac.id/index.php/JSK/article/view/209