Uji Daya Hambat Bakteri Staphylococcus Aureus Sabun Cuci Tangan Cair Berbahan Arang Aktif Batok Kelapa
Keywords:
sabun cuci tangan cair, uji daya hambat, pertumbuhan bakteriAbstract
References
[1] Pujiyanto. 2010. Pembuatan Karbon Aktif Super dari Batubara dan Tempurung Kelapa. Universitas Indonesia (Tesis). Jakarta.
[2] Budi E, Nasbey H, Budi S, Handoko S, Handoko E, Suharmanto P, Sinansari R, dan Sunaryo. 2012. Kajian Pembentukan Karbon Aktif Berbahan Arang Tempurung Kelapa. Seminar Nasional Fisika.
[3] Lachman L, Lieberman HA. Teori dan Praktek Farmasi Industri, Edisi 2. Jakarta: UI press; 1994.
[4] Badan Standardisasi Nasional. 2017. Standar Nasional Indonesia Tentang Sabun Cuci Tangan Cair. SNI 2588-2017. Jakarta.
[5] Schramm, L.L. 2005. Emulsion, Foams, and Suspensions. Wiley-VCH Verlag GmbH&Co.KGaA. Weinheim.
[6] Suryani, A, Erliza H, Hasanah K. 2005. Kajian Penggunaan Lidah Buaya (Aloe vera) dan Bee Pollen Pada Pembuatan Sabun Opaque. Jurnal Teknologi Industri Pertanian 15(2) : 40-45.
[7] Suryani A, Sailah I, Hambali E. 2000. Teknologi Emulsi Bogor: Institute Pertanian Bogor. Hal. 32.
[8] Wijana, S., Soemarjo, dan T. Harnawi. 2009. Studi pembuatan sabun mandi cair dari daur ulang minyak goreng bekas (kajian lama pengadukan dan rasio air/sabun). Jurnal Teknologi Pertanian, 10 (1): 54-61.
[9] Badan Standardisasi Nasional. 1996. Standar Nasional Indonesia Tentang Sabun Mandi Cair. SNI 06-4085-1996. Jakarta.
[10] DeLeo, F,R., Otto, M., Kreiswirth, B.N., and Chambers, H.F. 2010. Community-associated meticillin-resistant Staphylococcus aureus. Laboratory of Human Bacterial Pathogenesis. Rocky Mountain Laboratories. National Institute of Allergy And Infectious Diseases. National Institutes of Health. Hamilton, MT 59840, USA.
[11] Madigan MT, Martinko JM, Bender KS, Buckley DH, Stahl DA. 2015. Brock Biology of Microorganisms. Chapter 5. Microbial Growth and Control. Fourteenth Edition. Boston: Pearson, 143-182.