Uji Daya Hambat Bakteri Staphylococcus Aureus Sabun Cuci Tangan Cair Berbahan Arang Aktif Batok Kelapa

Authors

  • Dian Fita Lestari Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Bengkulu, Bengkulu Author
  • Fatimatuzzahra Fatimatuzzahra Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Bengkulu, Bengkulu Author
  • Dwi Dominica Program Studi S1 Farmasi, FMIPA, Universitas Bengkulu, Bengkulu Author

Keywords:

sabun cuci tangan cair, uji daya hambat, pertumbuhan bakteri

Abstract

Infeksi dapat disebabkan oleh bakteri patogen diantaranya bakteri Staphylococcus aureus. Penggunaan antibakteri dari bahan sintetik dapat mencegah terjadinya infeksi, namun tidak sedikit yang memberikan efek samping seperti iritasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji fisikokimia sabun cair dan mengetahui efektivitas antibakteri dengan menguji daya hambat sabun cuci tangan cair arang aktif batok kelapa terhadap pertumbuhan S. aureus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan variasi konsentrasi arang aktif batok kelapa F1 (1%), F2 (2%), F3 (3%) dan F4 (4%). Sediaan sabun cair arang aktif batok kelapa dianalisis secara fisikokimiawi meliputi uji stabilitas busa, bobot jenis, viskositas, dan pH. Uji daya hambat bakteri dengan metode disc diffusionPenelitian menunjukkan bahwa formula sabun cuci tangan cair arang aktif batok kelapa memiliki nilai uji fisikokimiawi yang telah memenuhi standar SNI, pH 5,54-5,65; bobot jenis 1,02-1,06; stabilitas busa and 40,5 mm-47,75 mm, and viscosity 876,63 cPs-1662,64 cPs. Pada F2 (2%) memiliki efektivitas paling baik terhadap zona hambat untuk Staphylococcus aureus sebesar 30,85 mm. Sabun cuci tangan cair arang aktif batok kelapa dapat digunakan sebagai sabun antibakteri yang memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus.

References

[1] Pujiyanto. 2010. Pembuatan Karbon Aktif Super dari Batubara dan Tempurung Kelapa. Universitas Indonesia (Tesis). Jakarta.

[2] Budi E, Nasbey H, Budi S, Handoko S, Handoko E, Suharmanto P, Sinansari R, dan Sunaryo. 2012. Kajian Pembentukan Karbon Aktif Berbahan Arang Tempurung Kelapa. Seminar Nasional Fisika.

[3] Lachman L, Lieberman HA. Teori dan Praktek Farmasi Industri, Edisi 2. Jakarta: UI press; 1994.

[4] Badan Standardisasi Nasional. 2017. Standar Nasional Indonesia Tentang Sabun Cuci Tangan Cair. SNI 2588-2017. Jakarta.

[5] Schramm, L.L. 2005. Emulsion, Foams, and Suspensions. Wiley-VCH Verlag GmbH&Co.KGaA. Weinheim.

[6] Suryani, A, Erliza H, Hasanah K. 2005. Kajian Penggunaan Lidah Buaya (Aloe vera) dan Bee Pollen Pada Pembuatan Sabun Opaque. Jurnal Teknologi Industri Pertanian 15(2) : 40-45.

[7] Suryani A, Sailah I, Hambali E. 2000. Teknologi Emulsi Bogor: Institute Pertanian Bogor. Hal. 32.

[8] Wijana, S., Soemarjo, dan T. Harnawi. 2009. Studi pembuatan sabun mandi cair dari daur ulang minyak goreng bekas (kajian lama pengadukan dan rasio air/sabun). Jurnal Teknologi Pertanian, 10 (1): 54-61.

[9] Badan Standardisasi Nasional. 1996. Standar Nasional Indonesia Tentang Sabun Mandi Cair. SNI 06-4085-1996. Jakarta.

[10] DeLeo, F,R., Otto, M., Kreiswirth, B.N., and Chambers, H.F. 2010. Community-associated meticillin-resistant Staphylococcus aureus. Laboratory of Human Bacterial Pathogenesis. Rocky Mountain Laboratories. National Institute of Allergy And Infectious Diseases. National Institutes of Health. Hamilton, MT 59840, USA.

[11] Madigan MT, Martinko JM, Bender KS, Buckley DH, Stahl DA. 2015. Brock Biology of Microorganisms. Chapter 5. Microbial Growth and Control. Fourteenth Edition. Boston: Pearson, 143-182.

Published

2024-11-14

How to Cite

Uji Daya Hambat Bakteri Staphylococcus Aureus Sabun Cuci Tangan Cair Berbahan Arang Aktif Batok Kelapa. (2024). Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(2), 242-247. https://jsk.ff.unmul.ac.id/index.php/JSK/article/view/321