Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel Hand Sanitizer Ekstrak Kulit Buah Jengkol(Archidendron pauciflorum (Benth.) Nielsen) terhadap Bakteri Escherichia coli

Authors

  • Rizka Ahyar Hidayati Program Studi S1 Farmasi, STIKes Karya Putra Bangsa, Tulungagung Author
  • Ary Kristijono Program Studi S1 Farmasi, STIKes Karya Putra Bangsa, Tulungagung Author
  • Afidatul Muadifah Program Studi S1 Farmasi, STIKes Karya Putra Bangsa, Tulungagung Author

Keywords:

Antibakteri, Escherichia coli, hand sanitizer, kulit buah jengkol

Abstract

Escherichia coli merupakan salah satu bakteri yang dapat menyebabkan diare. Munculnya diare disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan, termasuk kebersihan tangan. Seiring perkembangan zaman, masyarakat lebih menyukai penggunaan hand sanitizer yang lebih praktis, mudah dibawa dan mudah digunakan. Namun kebanyakan sediaan hand sanitizer mengandung alkohol yang berpotensi menyebabkan kulit kering dan iritasi jika digunakan secara terus-menerus. Oleh karena itu, digunakan kulit buah jengkol yang mengandung senyawa flavonoid, saponin, tannin, dan antrakuinon yang bberkhasiat sebagai antibakteri terhadap Escherichia coli. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antibakteri gel hand sanitizer ekstrak kulit buah jengkol terhadap bakteri Escherichia coli menggunakan metode difusi cakram. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Sampel kulit buah jengkol diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 70%. Kontrol positif yang digunakan adalah hand sanitizer dengan kandungan chloroxylenol dan kontrol negatif adalah basis gel tanpa ekstrak. Ekstrak kulit buah jengkol dibuat sediaan dalam konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Sediaan dilakukan uji stabilitas fisik selama 28 hari meliputi organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat, daya proteksi, dan waktu mengering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan dengan konsentrasi ekstrak kulit buah jengkol 5%, 10%, dan 15% secara berurutan memiliki rata-rata zona hambat sebesar 7.00 ± 0.8165 mm, 13.00 ± 0.8165 mm, dan 17.25 ± 0.95743 mm. Dari ketiga formulasi tersebut, formulasi dengan konsentrasi 10% merupakan konsentrasi yang paling efektif karena dengan konsentrasi yang kecil sudah memiliki daya hambat dengan kategori kuat. Gel hand sanitizer ekstrak kulit buah jengkol memenuhi syarat uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan daya proteksi serta stabil dalam masa penyimpanan 28 hari, namun tidak memenuhi syarat waktu mengering.

References

[1] Shu, Melisa. 2013. Formulasi Sediaan Gel Hand Sanitizer dengan Bahan Aktif Triklosan 0,5% dan 1%, Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, (1)

[2] UNICEF, 2014. Perilaku Mencuci Tangan Pakai Sabun di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta

[3] Widyawati, Lili. Mustariani, Baiq Ayu Aprilia. Purmafitriah, En. 2017. Formulasi Sediaan Gel Hand Sanitizer Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata Linn) sebagai Antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, Jurnal farmasetis, Volume 6, (2), 47-57.

[4] Steffi. 2010. Isolasi dan Karakterisasi Senyawa Flavonoid dari Fraksi Etil Asetat Kulit Buah Jengkol (Pithecellobii pericarpium). Skripsi. Medan: Universitas Sumatra Utara.

[5] Nurussakinah. 2010. Skrinning Fitokimia dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Tanaman Jengkol (Archidendron pauciflorum (Benth.) Nielsen (Jack) Prain.) terhadap Bakteri Streptococcus mutans, Staphylococcus aureus Dan Escherichia coli. Skripsi. Fakultas Farmasi. Medan: Universitas Sumatera Utara.

[6] Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2000. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Edisi I. Direktorat Jenderal Pengawasan Obatdan Makanan. Direktorat Pengawasan Obat Tradisional. Jakarta

[7] Rizal, Mohamad, Yusransyah dan Sofi Nurmay Stiani. 2016. Uji Aktivitas Antidiare Ekstrak Etanol 70% Kulit Buah Jengkol (Archidendron pauciflorum (Benth.) I.C.Nielsen) terhadap Mencit Jantan Yang Diinduksi Oleum Ricini. Jurnal Ilmiah Manuntung, Vol.2, (2), 131-136

[8] Baud, G.S., Sangi, M.S., dan Koleangan, H.S.J. 2014. Analisis Senyawa Metabolit Sekunder dan Uji Toksisitas Ekstrak Etanol Batang Tanaman Patah Tulang (Euphorbia tirucalli L.) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), Journal Ilmiah Sains, Vol. 14, (2), 106-112

[9] Harborne, J.B. 2006. Metode Fitokimia: Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. diterjemahkan oleh alih Kosasih Padmawinata & Iwang Soediro. Bandung: Penerbit Institut Teknologi Bandung.

[10]Hayati, E.K. et al., 2010. Fraksinasi dan Identifikasi Senyawa Tannin pada Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L), Jurnal Kimia, Vol. 4, (2), 193- 200

[11] Putri, W.S., Warditiani, N.K., Larasanty, L.P.F. 2015. Skrining Fitokimia Ekstrak Etil Asetat Klit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.I). Fakultas Matematika dan IPA. Universitas Udayana Jimbaran

[12]Wasiaturrahmah, Yusrinie. Jannah, Raudhatul. 2018. Formulasi dan Uji Sifat Fisik Gel Hand Sanitizer dari Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum), Borneo Journal of Pharmascientech, Vol. 2, (2), 87-94

[13] Naibaho, D.H., Yamkan, V,Y., Weni, Wiyono. 2013. Pengaruh Basis Salep terhadap Formulasi Sediaan Salep Ekstrak Daun Kemangi (Ocinum sanchum L.) pada Kulit Punggung Kelinci yang dibuat Infeksi Staphylococcus aureus, Jurnal ilmiah Farmasi, Vol.2, (2).

[14] Sugihartini, N., Fujihastuti, T. 2015. Sifat Fisik dan Daya Iritasi Gel Ekstrak Etanol Herba Pegagan (Centella asiatica L) dengan Variasi Jenis Gelling agent. Pharmaceutical Journal of Indonesia, Vol.12, (1), 11-20

[15] Ningsih, Wida., Firmansyah., Anggraini, Septi. 2016. Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Gel Pembersih Tangan Ekstrak Etanol Daun Kembang Bulan (Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray), Jurnal Ilmiah Farmasi, Vol.12, (2), 79-85

[16] Lestari, Ayu Sri. 2017. Uji Aktivitas Antibakteri Gel Handsanitizer Minyak Atsiri Rimpang Bangle (Zinger cassumunar Roxb.) terhadap Staphylococcus aureus ATC 25923. Skripsi. Fakultas Farmasi. Universitas Setia Budi Surakarta

Published

2024-11-14

How to Cite

Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel Hand Sanitizer Ekstrak Kulit Buah Jengkol(Archidendron pauciflorum (Benth.) Nielsen) terhadap Bakteri Escherichia coli. (2024). Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(2), 165-176. https://jsk.ff.unmul.ac.id/index.php/JSK/article/view/362