Karakterisasi Pati Bonggol Pisang Kepok Kuning (Musa paradisiaca L.) sebagai Bahan Tambahan Sediaan Farmasi

Characterization of Sucker Starch of Yellow Kepok Banana (Musa paradisiaca L.) as Pharmaceutical Excipient

Authors

  • Tias Eka Rahmawati Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang, Kota Semarang, Indonesia Author https://orcid.org/0009-0002-5043-6702
  • Intan Martha Cahyani Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang, Kota Semarang, Indonesia Author
  • Siti Munisih Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang, Kota Semarang, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.30872/jsk.v5i2.p100-108

Keywords:

bonggol pisang, karakterisasi, pati

Abstract

Bonggol pisang merupakan bagian bawah tanaman pisang yang jarang dimanfaatkan dan dianggap sampah setelah pemanenan buah pisang. Komposisi bonggol pisang meliputi 76% pati, 20% air. Kandungan pati yang tinggi dalam bonggol pisang berpotensi untuk dikembangkan dalam industri farmasi sebagai bahan penghancur, pengisi, dan pengikat. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari sumber pati baru dan mengetahui karakterisasi pati bonggol pisang kepok kuning (Musa paradisiaca L.) sebagai alternatif bahan tambahan dalam sediaan farmasi. Metode isolasi pati bonggol pisang kepok kuning menggunakan metode bleaching dengan larutan bisulfit. Hasil penelitian uji karakterisasi pati bonggol pisang kepok kuning daerah Plamongansari dan Ambarawa putih kecoklatan, tidak berbau, dan tidak berasa. Pati bonggol pisang kepok kuning memiliki pH 6,51 dan 6,60; kadar air 11,74% dan 13,29%; kadar abu 0,74% dan 0,83%; kandungan lembap 12,28% dan13,50%; kecepatan alir 0,86 gram/detik dan 1,04 gram/detik; sudut istirahat 39,91° dan 39,89° sehingga pati bonggol pisang termasuk memiliki sifat alir yang cukup baik; daya pengembangan 80,36% dan 93,65%; kelarutan 18,28% dan 22,96%; ukuran partikel 32.984μm – 91.466μm, kadar pati 45,07% dan 51,48%. Pati yang dihasilkan selanjutnya di karakteristik gugus fungsinya dengan menggunakan FTIR terdapat gugus OH, C-H, C-O-C dan C-O yang sama dengan struktur kimia amilum.

References

Rosdiana R. Pemanfaatan Limbah dari Tanaman Pisang. Bharatara Karya Aksara, Jakarta. 2009;

Ole MBB. Penggunaan mikroorganisme bonggol pisang (Musa Paradisiaca) sebagai dekomposer sampah organik. UAJY; 2013.

Sembiring S. Penggunaan Tepung Bonggol Pisang Kepok Hasil Fermentasi Dengan Saccharomyces Cerevisiae Dan Aspergillus Niger Sebagai Pakan Dan Implikasinya Terhadap Kecernaan Nutrien Dan Performan Ternak Babi Fase Grower. Universitas Brawijaya; 2017.

Siregar CJP, Wikarsa S. Teknologi Farmasi Sediaan Tablet Dasar-Dasar Praktis. Jakarta EGC. 2010;

AACC A. Approved methods. Former Cereal Lab Methods),. 1983;

Bernatal S. Analisis mutu tepung bonggol pisang dari berbagai varietas dan umur panen yang berbeda. J TIBBS Teknol Ind Boga dan Busana. 2013;9(1):22–9.

Rowe RC, Sheskey PJ, Quinn ME. dkk.(2006). Handbook Of Pharmaceutical Excipients. The Pharmaceutical Press, London; 2009.

Horwitz W. Official methods of analysis of AOAC International. Volume I, agricultural chemicals, contaminants, drugs/edited by William Horwitz. Gaithersburg (Maryland): AOAC International, 1997.; 2010.

Leach HW. Structure of starch granule I. Swelling and solubility patterns of various starches. J Cereal Chem. 1959;36:534–44.

Kusuma TS, Kurniawati AD, Rahmi Y, Rusdan IH, Widyanto RM, Press UB, et al. Pengawasan Mutu Makanan [Internet]. Universitas Brawijaya Press; 2017. Tersedia pada: https://books.google.co.id/books?id=S8pTDwAAQBAJ

Nofiandi D. PENETAPAN KADAR PATI PADA BONGGOL PISANG MAS (Musa paradisiaca L.) DAN BONGGOL PISANG BATU (Musa balbisiana Colla) MENGGUNAKAN METODE LUFF SCHOORL. Sci J Farm dan Kesehat. 2019;9(1):29.

Kemenkes RI. Farmakope Indonesia edisi v. Jakarta Direktorat Jendral Bina Kefarmasian dan Alat Kesehat Republik Indones. 2014;

Depkes RI. Farmakope Indonesia edisi VI. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2020.

Corgneau M, Gaiani C, Petit J, Nikolova Y, Banon S, Ritié-Pertusa L, et al. Digestibility of common native starches with reference to starch granule size, shape and surface features towards guidelines for starch-containing food products. Int J Food Sci Technol. 2019;54(6):2132–40.

Winarno FG. Kimia Pangan dan gizi. P.T. Gramedia; 1984.

Waliszewski KN, Aparicio MA, Bello LA, Monroy JA. Changes of banana starch by chemical and physical modification. Carbohydr Polym. 2003;52(3):237–42.

Adjei FK, Osei YA, Kuntworbe N, Ofori-Kwakye K. Evaluation of the Disintegrant Properties of Native Starches of Five New Cassava Varieties in Paracetamol Tablet Formulations. J Pharm. 2017;2017:1–9.

Aulton ME. Pharmaceutics: The Science of Dosage Form Design [Internet]. Churchill Livingstone; 2002. Tersedia pada: https://books.google.co.id/books?id=MNkNNAAACAAJ

Sulaiman TNS. Teknologi dan Formulasi Sediaan Tablet. Yogyakarta Lab Teknol Farm UGM Hal. 2007;102:149–50.

Parrott EL. Pharmaceutical technology: fundamental pharmaceutics. Burgess Publishing Company; 1970.

Waterschoot J, Gomand S V., Delcour JA. Impact of swelling power and granule size on pasting of blends of potato, waxy rice and maize starches. Food Hydrocoll [Internet]. 2016;52:69–77. Tersedia pada: http://dx.doi.org/10.1016/j.foodhyd.2015.06.012

Irhami, Anwar C, Kemalawaty M. MENGKAJI JENIS VARIETAS DAN SUHU PENGERINGAN Physicochemical Properties of Sweet Potato Starches by Studying Their Varie- ties and Drying Temperatures. J Teknol Pertan. 2019;20(1):33–44.

Riley CK, Wheatley AO, Asemota HN. Isolation and characterization of starches from eight Dioscorea alata cultivars grown in Jamaica. African J Biotechnol. 2006;5(17).

Wei M, Andersson R, Xie G, Salehi S, Boström D, Xiong S. Properties of Cassava Stem Starch Being a New Starch Resource. Starch/Staerke. 2018;70(5–6):1–25.

Kowsik P V., Mazumder N. Structural and chemical characterization of rice and potato starch granules using microscopy and spectroscopy. Microsc Res Tech. 2018;81(12):1533–40.

Kadar P, Ubi P, Penetrometer M. No Title. 2007;12(2):65–73.

Published

2025-01-14

How to Cite

Karakterisasi Pati Bonggol Pisang Kepok Kuning (Musa paradisiaca L.) sebagai Bahan Tambahan Sediaan Farmasi: Characterization of Sucker Starch of Yellow Kepok Banana (Musa paradisiaca L.) as Pharmaceutical Excipient. (2025). Jurnal Sains Dan Kesehatan, 5(2), 100-108. https://doi.org/10.30872/jsk.v5i2.p100-108