Pengaruh Iradiasi Sinar Gamma Dosis 7 Kgy Terhadap Kualitas Mikrobiologi Biskuit Pati Umbi Taka (Tacca leontopetaloides (L.) Kuntze)

Effect of 7 Kgy Dosage Gamma Irradiation on Microbiological Quality of Tubers Taka (Tacca leontopetaloides (L.) Kuntze) Starch Biscuits

Authors

  • Novriyanti Lubis Universitas Garut Author
  • Doni Anshar Nuari Fakultas MIPA-Universitas Garut, Jl. Jati No. 42b. Tarogong, Garut Author
  • Shendi Suryana Fakultas MIPA-Universitas Garut, Jl. Jati No. 42b. Tarogong, Garut Author
  • Vingki Pratiwi Ganenggara Fakultas MIPA-Universitas Garut, Jl. Jati No. 42b. Tarogong, Garut Author
  • Rahmayanti Rahmayanti Fakultas MIPA-Universitas Garut, Jl. Jati No. 42b. Tarogong, Garut Author

Keywords:

Umbi taka (Tacca leontopetaloides (L.) Kuntze), Biskuit, Escherichia coli, Salmonella sp, Angka Lempeng Total, Angka Kapang Khamir

Abstract

Pati merupakan homopolimer glukosa dengan ikatan ?-glikosidik. Pati terdiri dari butiran-butiran kecil yang disebut granula. Pati termodifikasi merupakan pati telah mengalami perubahan sifat menjadi lebih baik dari pati alaminya. Pemanfaatan pati lokal seperti umbi taka (Tacca leontopetaloides (L.) Kuntze) sebagai alternatif tepung komposit (umbi taka : tepung terigu) untuk mengurangi ketergantungan pada tepung terigu¹. Mengenai pengaruh modifikasi pati taka (Tacca leontopetaloides (L.) Kuntze) dengan menggunakan komponen minyak jahe. Salah satu pemanfaatan pati umbi taka tersebut dapat dibuat menjadi bahan pangan seperti biskuit. Hampir semua bahan pangan tercemar oleh berbagai mikroorganisme dari lingkungan sekitar seperti Esherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Kapang Khamir. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan bahwa produk biskuit taka memenuhi persyaratan kualitas biskuit.Berdasarkan penelitian ini, karakteristik biskuit umbi taka menghasilkan kadar air sebesar 4.567%, kadar abu sebesar 1.396%, kadar protein sebesar 8.718%, karbohidrat sebesar 75.28%, dan kandungan kalori sebesar 417.99 dan jumlah bakteri Salmonella sp dan Escherichia coli 0 cfu. Hasil pengujian AKK dan ALT yang memenuhi persyaratan SNI biskuit 2011 adalah ALT dosis 7 kGy, AKK tanpa iradiasi dan iradiasi 7 kGy pada  H-0 dan H-30 yaitu ? 104 dan yang tidak memenuhi persyaratan adalah ALT dosis 7 kGy H-60 dan tanpa iradiasi pada  H-0, H-30, H-60 yaitu ≥ 104.

References

[1]. Zuraida N, Yati Supriati. 2001. Usaha tani Ubi Jalar sebagai Bahan Pangan Alternatif dan Diversifikasi Sumber Karbohidrat. Balai Penelitian Bioteknologi TanamanPangan; 4(1):13-23

[2]. E Muharam. 2011. Jalawure (Tacca Leotopetaloides) Tumbuhan Liar Sumber Pangan Alternatif Prospektif Nasional dari Kabupaten Garut. BKP Kabupaten Garut

[3]. Badan Standarisasi Nasional.2011. Syarat Mutu Biskuit. Jakarta.; SNI 01-2973.

[4]. Ilahi.R, 2017. Formulasi Pembuatan Biskuit Keras dengan Menggunakan Modifikasi Pati Umbi Taka (Tacca Leontopetaloides (L.) Kuntze) dan Minyak Jahe, Tugas Akhir Fmipa-Universitas Garut.

[5]. Entis P.2002. Food Microbiology: The Laboratory. Food Processors Institute. Washington. DC.

[6]. Martin AF, Asteria Aviana, Betalini Widhi Hapsari, Deritha Elffy Rantau, Tri Muji Ermayanti. 2016. Uji Fitokimia Dan Aktivitas Antioksidan Pada Tanaman Ex Vitro Dan In Vitro Tacca Leontopetaloides. Pusat penelitian Bioteknologi-LIPI. ISSN : 0854-4778.

[7]. Dike, V. T., Vihiior, B., Bosha, J. A., Yin, M., Ebiloma, G. U., Koning, H. P. De,

Gray, A. I. 2016. Antitrypanosomal Activity of a Novel Taccalonolide from the

Tubers of Tacca leontopetaloides, Phytochemical Analysis.

[8]. Gustiar H. 2007 Sifat Fisiko-Kimia Dan Indeks Glikemik Produk Cookies Berbahan Baku Pati Garut (Maranta arundinacea L.) Termodifikasi; Pertanian Bogor.

[9]. BPOM RI. 2008. Pengujian Mikrobiologi Pangan. Jakarta. ;Volume 9. No 2.

Published

2021-08-31

How to Cite

Pengaruh Iradiasi Sinar Gamma Dosis 7 Kgy Terhadap Kualitas Mikrobiologi Biskuit Pati Umbi Taka (Tacca leontopetaloides (L.) Kuntze): Effect of 7 Kgy Dosage Gamma Irradiation on Microbiological Quality of Tubers Taka (Tacca leontopetaloides (L.) Kuntze) Starch Biscuits. (2021). Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(4), 569–575. https://jsk.ff.unmul.ac.id/index.php/JSK/article/view/479