Formulasi dan Evaluasi Sediaan Nanoemulsi Ekstrak Umbi Bawang Putih (Allium sativum L.)

Formulation and Evaluation of Nanoemulsion of Garlic (Allium sativum L.) Extract

Authors

  • Alvira Intan Widyastuti Program Studi DIII Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional, Indonesia Author
  • Dwi Saryanti Prodi DIII Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.30872/jsk.v5i2.p178-185

Keywords:

Nanoemulsi, Antioksidan, VCO, PEG 400, Tween 80

Abstract

Umbi bawang putih (Allium sativum L.) memiliki zat aktif berupa allicin yang bersifat termolabil, allicin sebagai antioksidan utama yang dapat mencegah radikal bebas. Nanoemulsi memiliki ukuran partikel 20-500 nm yang merupakan suatu sistem dispersi minyak dan air yang distabilkan oleh kombinasi surfaktan dan kosurfaktan. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan formula terbaik dari variasi konsentrasi VCO 3%, 5%, 8% dan mengetahui kestabilan sediaan nanoemulsi. Nanoemulsi diformulasikan dalam fase minyak VCO, surfaktan Tween 80, dan kosurfaktan PEG 400. Sediaan nanoemulsi dilakukan uji organoleptis, pH, viskositas, % transmitan, stabilitas. Formula terbaik dilanjutkan uji ukuran partikel, dan zeta potensial. Hasil penelitian dianalisis dengan uji one way anova. Berdasarkan % transmitan tertinggi didapatkan formula terbaik sediaan nanoemulsi ekstrak umbi bawang putih pada konsentrasi VCO 8%, dengan karakteristik organoleptis kuning bening, bau khas, dan tidak memisah, pH 4,9, viskositas 7,0 d’Pas, % transmitan 96,11%. Sediaan nanoemulsi umbi bawang putih stabil setelah dilakukan uji stabilitas. Formula terbaik mempunyai ukuran partikel yaitu 607,0±53,4 nm dan nilai zeta potensial sebesar -5,7±0,86 mV. Semakin tinggi konsentrasi VCO maka stabilitas sediaan semakin baik, sediaan nanoemulsi yang memiliki stabilitas yang baik yaitu pada formula 3 dengan konsentrasi VCO 8%.

References

Allo, M. K., 2010, Kajian Keragaman Tumbuhan Berkhasiat Obat Berdasarkan Etnobotani dan Fitokimia di Taman Nasional Lore Lindu, Laporan Hasil Penelitian Insentif TA, 2010 Flora, Fauna dan Mikroorganisme, Balai Penelitian Kehutanan Makasar

Sulistyorini, A., 2015, Potensi Antioksidan dan Antijamur Ekstrak Umbi Bawang Putih (Allium sativum L.) dalam Beberapa Pelarut Organik, Skripsi. Jurusan Biologi Fakultas Sains & Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Muna, Rifda Nailil., 2015, Uji Efek Antifertilitas Serbuk Bawang Putih (Allium sativum L.) terhadap Regulasi Apoptosis Sel Germinal Tikus Jantan (Raitus norvegicus) Galur Sprague Dawley. Skripsi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Program Studi Farmasi. Jakarta

Firdaus., dan Lilis, S., 2003, Daya Antibakteri Infusa Bawang Putih (Allium sativum) terhadap Escheria coli pada berbagai Tingkat Pemanasan, Artikel. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah. Yogyakarta

Gupta, A., Eral, H. B., Hatton, T. A., Doyle, P.S., 2016, Nanoemulsions: Formation, Properties and Applications, Royal Society Of Chemistry, 1 (1), 1-16

Kumar, R. & Soni, G. C., 2017, Formulation development and evaluation of Telmisartan Nanoemulsion, Prajapati International Journal of Research and Development in Pharmacy & Life Science, 4(6), pp. 2711-2719

Mohanraj, V.J., and Chen, Y., 2006, Nanoparticles: A Review, Tropical Journal of Pharmaceutical Research, 5, 1, 561-573

Jusnita, N., 2014, Produksi Nanoemulsi Ekstrak Temulawak Dengan Metode Homogrnisasi. Thesis. Bogor: Institut Pertanian Bogor

Costa, J.A., Lucas, E.F., Queiros, YGC., Mansur, CRE., 2012, Evaluation of Nanoemulsions in the Cleaning of Polymeric Resins, Colloids and Surfaces; Physicochem, Eng 415, pp. 112-118

Volker, A., 2009, Dynamic Light Scattering: Measuring the Particle Size Distribution,http://www.isinstruments.ch/technology/dynamiclightscattering/, diakses tanggal 17 September 2018

Mannuela, N., 2016, Preparasi dan Evaluasi Nanopartikel Azitromisin-Kitosan dan Uji Aktivitas Antibakteri terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes. Skripsi, Fakultas Kedokteran Fakultas Farmasi Universitas Tanjungpura, Pontianak

Mukhriani., 2014, Ekstraksi Pemisahan Senyawa, Dan Identifikasi Senyawa Aktif, Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Alaudin, Makassar

Widyasari, P., Akmal, M., Siti, F. F., 2019, Formulasi Elmugel Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum L.), Jurnal Sains Farmasi & Klinik, 6(1)., 7-15

Yulianto, A. N., Nugroho, I. D. W., Swandari, M. T. K., 2019, Formulasi Emulsi Minyak Ikan Gurami (Osphronemus gourami L.) Sebagai A I supelmen Makanan, Jurnal Ilmiah Kefarmasian, Vol. 1 No. 1

Prasetyowati, A.L., Prasetya, A.T., Wardani, S., 2018, Sintesis Nanopartikel Perak dengan Bioreduktor Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Uji Aktivitasnya sebagai Antibakteri. Indonesia, J. Chem. Sci. 7, 160–166

Jiang, H., Xing, Z., Wang, Y., Zhang, Z., Mintah, B. K., Dabbour, M., Li, Y., He, R., Huang, L., Ma, H., 2020, Preparation of allicin-whey protein isolate conjugates: Allicin extraction by water, conjugates’ ultrasound-assisted binding and its stability, solubility and emulsibility analysis, Ultrasonics Sonochemistry, Vol 63

Stephanie (2016), Pengaruh variasi fase minyak virgin coconut oil dan medium-chain triglycerides oil terhadap stabilitas fisik nanoemulsi minyak biji delima dengan kombinasi surfaktan tween 80 dan kosurfaktan PEG 400, Skripsi, Universitas Sanata Dharma

Dhuha S., Bodhi, W., dan Kojong, N., 2016, Aktivitas Antibakteri Ekstrak etanol Daun lamun (Syiringodium isoetifolium) Terhadap Bakteri Aeruginosa, PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi-UNSRAT 5(1),pp. 231-237

Purnamasari, S.,D., 2012, Formulasi dan uji penetrasi natrium diklofenak dalam emulsi dan mikroemulsi menggunakan virgin coconut oil (VCO) sebagai fase finyak. Skripsi, Universitas Indonesia.

Published

2025-01-14

How to Cite

Formulasi dan Evaluasi Sediaan Nanoemulsi Ekstrak Umbi Bawang Putih (Allium sativum L.): Formulation and Evaluation of Nanoemulsion of Garlic (Allium sativum L.) Extract. (2025). Jurnal Sains Dan Kesehatan, 5(2), 178-185. https://doi.org/10.30872/jsk.v5i2.p178-185