Pengaruh Pemberian Kombinasi Ekstrak Acalypha indica Linn dan Peperomia pellucida [L.] H.B.K. terhadap Fungsi Ginjal Tikus Putih
Kata Kunci:
Acalypha indica, Peperomia pellucida, kombinasi ekstrak, histologis ginjalAbstrak
Herba akar kucing (Acalypha indica) dan herba suruhan (Peperomia pellucida) merupakan tanaman herbal Indonesia yang dapat digunakan dalam menurukan kadar asam urat. Efek yang ditimbulkan harus didukung dengan tingkat keamanan dalam penggunaan terhadap tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi ekstrak terhadap fungsi ginjal tikus putih jantan dan betina. Parameter yang diamati adalah parameter kimia ginjal, yaitu kadar kreatinin dan kadar urea plasma, serta didukung oleh parameter histologis ginjal, yaitu diameter glomerulus dan jarak ruang antara glomerulus dan Kapsula Bowman. Pada kombinasi dosis tertinggi yang digunakan (0,4 g herba suruhan dan 10,8 g akar kucing/200g BB) tidak memberikanperbedaan yang bermakna pada semua parameter terhadap ginjal tikus putih jantan dan betina bila dibandingkan dengan kelompok kontrol (α = 0,05). Begitupula pada pemberian dosis tunggal herba suruhan (0,2 g/200g BB) dan herba akar kucing (5,4 g/200g BB). Demikian, penggunaan ekstrak herba suruhan dan akar kucing pada dosis tersebut aman bagi ginjal.Referensi
Karunamoorthi, K., Jegajeevanram, K., Vijayalakshmi, J., Mngistie E. 2013. Traditional Medicinal Plants: A Source of Phytotherapeutic Modality in Resource-Constrained Health Care Settings. Topical Review Article, 18, (1), 67-74.
Patwardhan, Bhushan. 2005. TraditionalMedicine: Modern Approach For Affordable Global Health, Draft Report. WHO-CIPIH Study Nine on TM.
Nelly, W. 2006. Pengaruh Kombinasi Ekstrak Rebusan Herba Akar Kucing (Acalypha indica Linn.) dan Herba Suruhan (Peperomia Pellucida [L]H.B.K) terhadap KadarAsam Urat Darah pada Tikus Putih Jantan Yang diinduksi Kalium Oksonat. Depok: Universitas Indonesia.
Ambarwati, NSS., Endang H, Azizahwati. 2009. Pengaruh Pemberian Kombinasi Ekstrak Acalyphaindica Linn dan Peperomia pellucida [L.] H.B.K.terhadap Fungsi Hati Tikus Putih. Jurnal Bahan Alam Indonesia, 7, (1), 47-54.
Mutschler, E. (1991). Dinamika Obat. Buku Ajar Farmakologi dan Toksikologi.Bandung: Penerbit ITB.
Sudjana. 2005. Metode Statistika.Bandung: Tarsito.
Lu, F. 1995. Toksikologi Dasar. Asas, Organ Sasaran, dan Penilaian Risiko.(E. Nugroho, Trans.) Jakarta: UI Press.
Merck. 1976. Diagnostic Merck: Direction for Use Clinical Chemistry.Darmstadt.
Luna, L. 1960. Manual of Histology Staining Methods of the Armed Forces Institute of Pathology.Baltimore: Mc Graw-Hill Book Company.
Tanzil, R. 1996. Berbagai Masalah Pembuatan Sediaan Histologi .Jakarta: Bagian Histologi FKUI.
Triyuliani, A. H. 2007. Pengolahan Data Statistik dengan SPSS 15.0.Yogyakarta: CV Andi Offset.
Evans, W. 2002. Trease and Evans Pharmacognosy.Toronto: W.B. Saunders.
Samuelsson, G. 1999. Drugs of Natural Origin. A Textbook of Pharmacognosy.Sweden: Apotekarsocieteten.
Ditjen POM. 2000. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat.Jakarta: Departemen Kesehatan RepublikIndonesia.
Harborne, J. 1987. Metode Fitokimia: Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan.Bandung: ITB.
Burtis, C., & Edward, R. 1994. Tietz Textbook of Clinical Chemistry.Philadelphia: W.B. Saunders.
Lustgarten, J., & Wenk, R. 1972. Simple, Rapid, Kinetik Method for Serum Creatinin Measurement. Clin Chem J, 1419-1422.
Henry, J. 1991. Clinical Diagnosis and Management Laboratorium.Philadelphia: WB Saunders Comp.
Kaplan, L., & Pesce, A. 1989. Clinical Chemistry: Theory, Analysis, and Correlation .The C.V. Mosby Comp.
Calbreath, D. 1992. Clinical Chemistry A Fundamental Textbook.New York: W.B. Saunders Company.
Himawan, S. 1994. Kumpulan Kuliah Patologi FK UI.Jakarta: Bagian Patologi Anatomi FK UI.


