Formulasi Nanoemulsi dengan Bahan Dasar Minyak Ikan (Oleum Iecoris Aselli)

Authors

  • Ayu Aprilya Program Studi Farmasi STIKES Harapan Ibu Jambi. Author
  • Rahmadevi Rahmadevi Program Studi Farmasi STIKES Harapan Ibu Jambi. Author
  • Indri Meirista Program Studi Farmasi STIKES Harapan Ibu Jambi. Author

Keywords:

Nanoemulsi, Minyak ikan, Tween80, PEG400, Propilenglikol

Abstract

Minyak ikan merupakan sumber alami asam lemak tidak jenuh atau minyak polyunsaturated fatty acid (PUFA) omega-3 (n-3), terutama eicosapentaenoic acid (C20: 5n-3; EPA) dan docosahexaenoic acid (C22: 6n-3; DHA). Minyak ikan bermanfaat bagi kesehatan Minyak ikan umumnya dibuat dalam bentuk sediaan emulsi, namun absorbsinya kurang bagus dan sering kali terjadi creaming selama masa penyimpanan sehingga menyebabkan terjadinya penurunan dosis. Perlu adanya modifikasi bentuk sediaan emulsi menjadi nanoemulsi karena dapat meningkatkan absorbsinya, dan membantu melarutkan obat yang lipofilik, meningkatkan bioavailabilitas. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan perbandingan surfaktan dan kosurfaktan yang paling baik untuk menghasilkan nanoemulsi. Formula Terdiri dari perbandingan minyak:surfaktan:kosurfaktan 9 perbandingan tween80:PEG400 dan 9 perbandingan tween80:propilenglikol, dari hasil pengadukan magnetik stirer dengan perputaran 600rpm suhu pemanasan 700C selama 1 jam, dan disimpan. dan setelah 24 jam dilakukan uji % transmitan yang didapatkan, dipilih  enam perbandingan tertinggi yaitu perbandingan  Tween80:PEG400 G (7:1) 94,02%, H (8:1) 95,32%, I (9:1) 96,88%, dan tween80:propilenglikol O (6:1)  96,20%, Q (8:1) 96,14%, R (9:1) 96,25%. dimasukan kedalam formula sediaan menjadi F1-F6. Dari ke-6 formula sediaan didapatkan perbandingan tween80:propilenglikol (8:1) yang menghasilkan sediaan nanoemulsi dengan ukuran partikel 88nm, dengan %transmitan >96%.

References

N. Ahmad et al., “Ultrasonication techniques used for the preparation of novel Eugenol-Nanoemulsion in the treatment of wounds healings and anti-inflammatory,” J. Drug Deliv. Sci. Technol., vol. 46, pp. 461–473, 2018.

A. Hussain et al., “Solidified SNEDDS for the oral delivery of rifampicin: Evaluation, proof of concept, in vivo kinetics, and in silico GastroPlusTM simulation,” Int. J. Pharm., vol. 566, no. May, pp. 203–217, 2019.

S. Vatsraj, K. Chauhan, and H. Pathak, “Formulation of a Novel Nanoemulsion System for Enhanced Solubility of a Sparingly Water Soluble Antibiotic, Clarithromycin,” J. Nanosci., vol. 2014, pp. 1–7, 2014.

M. A. Anindhita and N. Oktaviani, “Formulasi Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System ( SNEDDS ) Ekstak Daun Pepaya ( Carica papaya L .) dengan Virgin Coconut Oil ( VCO ) sebagai Minyak Pembawa,” J. Pena Med., vol. 6, no. 2, pp. 103–111, 2016.

A. Gulotta and D. J. Mcclements, “Nanoemulsion-Based Delivery Systems for Polyunsaturated (?-3) Oils: Formation Using a Spontaneous Emulsification Method,” J. Agric. Food Chem., vol. 62, pp. 1720–1725, 2014.

R. M. Walker, “Fish Oil Nanoemulsions: Optimization of Physical and Chemical Stability for Food System Applications,” Thesis, pp. 1–128, 2015.

R. Kumar, G. C. Soni, and S. K. Prajapati, “Formulation development and evaluation of Telmisartan Nanoemulsion,” Int. J. Res. Dev. Pharm. Life Sci., vol. 06, no. 04, pp. 2711–2719, 2017.

N. Y. Rahayu, A. Budiharjo, A. Pangastuti, A. N. Artanti, F. Prihapsara, and M. Harini, “Optimation Formula of SNEDDS Dosage from Ethanol Extract of Turmeric (Curcuma domestica) with Waste Oil of Eel (Anguilla spp.) as A Carrier,” IOP Conf. Ser. Mater. Sci. Eng., vol. 578, no. 1, 2019.

N. W. M. Lina, T. Maharani, M. R. Sutharini, N. P. A. D. Wijayanti, and K. W. Astuti, “KARAKTERISTIK NANOEMULSI EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.),” J. Farm. Udayana, p. 6, 2017.

Stephanie, “Pengaruh Variasi Fase Minyak Virgin Coconut Oil dan Medium-Chain Triglycerides Oil Terhadap Stabilitas Fisik Nanoemulsi Minyak Biji Delima dengan Kombinasi Surfaktan Tween 80 dan Kosurfaktan PEG 400,” skripsi, 2016.

J. S. Wedana, N. P. E. Leliqia, C. I. S. Arisanti, E. Kulit, and B. Manggis, “Optimasi Komposisi Span ® 60 dan Tween ® 80 sebagai Emulgator terhadap Stabilitas Fisik dalam Formulasi Cold Cream Ekstrak Kulit Buah Manggis,” J. Farm. Udayana, vol. 8, pp. 91–95, 2014.

A. C. Adi, C. Christanto, H. Rachmawati, and A. Adlia, “Vitamin E-based Folic Acid Nanoemulsion: Formulation and Physical Evaluation for Oral Administration,” Pharm. Nanotechnol., pp. 304–313, 2019.

T. R. Kommuru, B. Gurley, M. A. Khan, and I. K. Reddy, “Self-emulsifying drug delivery systems (SEDDS) of coenzyme Q10: Formulation development and bioavailability assessment,” Int. J. Pharm., vol. 212, no. 2, pp. 233–246, 2001.

C. Amrutkar, K. Salunkhe, and S. Chaudhari, “Study on self nano emulsifying drug delivery system of poorly water soluble drug rosuvastatin calcium.,” World J. Pharm. Res., vol. 3, no. 4, pp. 15,2137-2151, 2014.

N. Huda and I. Wahyuningsih, “Karakterisasi Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Minyak Buah Merah (Pandanus conoideus Lam.),” J. Farm. Dan Ilmu Kefarmasian Indones., vol. 3, no. 2, p. 49, 2018.

E. W. Juni, A. Arnelli, and S. Sriatun, “Pemanfaatan Surfaktan Kationik Hasil Sublasi sebagai Molekul Pengarah pada Pembuatan Material Berpori dari Sekam Padi,” J. Kim. Sains dan Apl., vol. 15, no. 1, pp. 24–28, 2012.

S. Ariviani and S. Naruki, “Formulasi Dan Stabilitas Mikroemulsi O/W Dengan Metode Emulsifikasi Spontan Menggunakan Vco Dan Minyak Sawit Sebagai Fase Minyak: Pengaruh Rasio Surfaktan-Minyak,” J. Agritech, vol. 35, no. 01, p. 27, 2015.

Alfiana Desinta, “Penganruh pengadukan terhadap ukuran partikel emulsi minyak ikan (oleum iecoris aselli*).” p. skripsi, 2020.

E. W. Fitriani, C. Avanti, and et al, “Karakterisasi dan Stabilitas Fisik Mikroemulsi Tipe A/M Dengan Berbagai Fase Minyak,” Pharm. Sci. Res., vol. 3, no. 1, pp. 31–44, 2016.

Published

2021-06-30

How to Cite

Formulasi Nanoemulsi dengan Bahan Dasar Minyak Ikan (Oleum Iecoris Aselli). (2021). Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(3), 370-375. https://jsk.ff.unmul.ac.id/index.php/JSK/article/view/196