Pengaruh suhu penyimpanan simplisia terhadap aktivitas antioksidan ekstrak brokoli (Brassica oleracea L. var. italica) menggunakan metode DPPH

Effect of simplicia storage temperature on the antioxidant activity of broccoli (Brassica oleracea L. var. italica) extract using the DPPH Method

Penulis

  • Yulius Evan Christian Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, Indonesia Penulis https://orcid.org/0009-0002-7733-4466
  • Dini Permata Sari Program Studi Farmasi, Universitas Kader Bangsa, Palembang, Indonesia Penulis
  • Burhanuddin Gumay Program Studi Farmasi, Universitas Kader Bangsa, Palembang, Indonesia Penulis
  • Grace Nathania Agustine Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, Indonesia Penulis

DOI:

https://doi.org/10.30872/jsk.v7i2.1035

Kata Kunci:

brokoli, suhu penyimpanan, antioksidan, DPPH, IC₅₀

Abstrak

Brokoli (Brassica oleracea L. var. italica) merupakan sayuran yang kaya senyawa fenolik dan berpotensi sebagai sumber antioksidan alami, namun kestabilan senyawa bioaktifnya dapat dipengaruhi oleh kondisi penyimpanan simplisia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu penyimpanan simplisia terhadap aktivitas antioksidan ekstrak brokoli menggunakan metode 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Penelitian dilakukan secara eksperimental melalui penyimpanan simplisia pada suhu dingin, suhu ruang, dan suhu panas, dilanjutkan ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Aktivitas antioksidan ditentukan secara spektrofotometri UV-Vis melalui penetapan panjang gelombang maksimum, operating time, persen inhibisi, dan nilai IC₅₀, serta dibandingkan dengan vitamin C sebagai kontrol positif. Hasil menunjukkan panjang gelombang maksimum DPPH pada 515 nm dengan waktu inkubasi optimum menit ke-20. Nilai IC₅₀ ekstrak brokoli pada suhu dingin, ruang, dan panas berturut-turut sebesar 32,08 ppm; 43,95 ppm; dan 46,43 ppm, sedangkan vitamin C sebesar 22,72 ppm. Seluruh ekstrak termasuk kategori antioksidan sangat kuat, dengan aktivitas terbaik pada penyimpanan suhu dingin. Temuan ini menunjukkan bahwa suhu penyimpanan simplisia berperan penting dalam mempertahankan kestabilan senyawa bioaktif dan kekuatan aktivitas antioksidan ekstrak brokoli.

 

Referensi

[1] N. Komang, S. Dewi, and I. A. Pasaribu, “Khasiat Hepatoprotektor Ekstrak Brokoli pada Kadar SGOT dan Katalase Hepar Tikus yang Diinduksi Deksametason,” J. Kedokt. dan Kesehat., vol. 22, no. 1, pp. 21–28, 2026, doi: https://jurnal.umj.ac.id/index.php/JKK.

[2] S. Auliya, D. Elianora, and K. Kornialia, “Uji Aktifitas Antibakteri Ekstrak Brokoli (Brassica oleracea var. Italica) Terhadap Bakteri Streptococcus Mutans,” Padjadjaran J. Dent. Res. Students, vol. 3, no. 2, pp. 92–97, 2019, doi: 10.24198/pjdrs.v3i2.23818.

[3] Linawati Hananta, Yulius Evan Christian, and Silvia Gokok, “Antibacterial Potential of Avicennia marina Leaf Extracts: Recent Evidence and Research Gaps,” J. Trop. Pharm. Chem., vol. 9, no. 3, pp. 294–298, 2025, doi: 10.30872/jtpc.v9i3.319.

[4] M. A. Yesika Noval, Tuti Alawiyah, “Formulasi Sediaan Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Ekstrak Etanol Brokoli (Brassica oleracea Var.Italica) dengan Variasi Konsentrasi Minyak Jintan Hitam dan Minyak Zaitun,” J. Surya Med., vol. 11, no. 1, pp. 206–213, 2025, doi: https://doi.org/10.33084/jsm.v11i2.9752.

[5] H. Erina, S. Ompusunggu, and H. P. Siahaan, “Aktivitas Antioksidan Brokoli (Brassica Oleracea) pada Beberapa Durasi Perebusan Dengan Metode DPPH (1,1- Diphenil-2-Picrylhydrazil),” J. Ners Prodi, vol. 9, no. 2, pp. 1416–1421, 2025, doi: https://doi.org/10.31004/jn.v9i2.41715.

[6] Y. E. Christian, P. Rachmawati, S. Susanto, and A. Setiawansyah, “The Potential of Cantigi Leaves Extract (Vaccinium varingiaefolium Miq.) as a Skin-Lightening Agent Through Tyrosinase Enzyme Inhibition,” Ad-Dawaa’ J. Pharm. Sci., vol. 8, no. 2, pp. 271–282, 2025, doi: https://doi.org/10.24252/djps.v8i2.61520 The.

[7] Y. E. Christian et al., “Quality Evaluation and Phytochemical Screening of Kaempferia galanga and Zingiber zerumbet Rhizome Extracts,” MEDFARM J. Farm. dan Kesehat., vol. 14, no. 2, pp. 306–324, 2025, doi: 10.48191/medfarm.v14i2.651.

[8] T. R. S. B. S. Chindy Umaya, Novarianti Marbun, “Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Bonggol Brokoli (Brassica oleracea L. var. Italica) dengan Metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazy),” J. Farm. dan Herb., vol. 8, no. 1, pp. 187–194, 2025, doi: https://doi.org/10.36656/jpfh.v8i1.2732.

[9] U. L. Qodri, “Analisis Kandungan Vitamin C dan Besi (Fe) pada Brokoli (Brassicaceae) dan Biji Labu Kuning (Curcubita Moschata),” JIMU J. Ilm. Multi Disiplin, vol. 03, no. 04, pp. 320–328, 2025, doi: https://ojs.smkmerahputih.com/index.php/jimu/article/view/1068.

[10] E. Kartika and M. K. Putri, “Pengaruh waktu penyimpanan terhadap kadar klorofil dan karotenoid brokoli (Brassica oleracea L. var. italica Plenck) dengan metode spektrofotometri UV-VIS,” J. Farm. dan Kesehat. Indones., vol. 3, no. 1, pp. 47–55, 2023, doi: https://doi.org/10.61179/jfki.v3i1.422.

Diterbitkan

2026-05-29

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

[1]
Y. E. Christian, D. P. . Sari, B. . Gumay, and G. N. . Agustine, “Pengaruh suhu penyimpanan simplisia terhadap aktivitas antioksidan ekstrak brokoli (Brassica oleracea L. var. italica) menggunakan metode DPPH: Effect of simplicia storage temperature on the antioxidant activity of broccoli (Brassica oleracea L. var. italica) extract using the DPPH Method”, J. Sains. Kes, vol. 7, no. 2, pp. 121–131, May 2026, doi: 10.30872/jsk.v7i2.1035.

Artikel Serupa

1-10 dari 97

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.